Tampilkan postingan dengan label Tanya-Jawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanya-Jawab. Tampilkan semua postingan
Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya. Lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus dan akan diperlihatkan pada saat pernikahan Putri Diana.
Sang pelukis sangat senang ketika menyelesaikan lukisannya dan memandangi lukisannya yang berukuran 2x8m dan sambil memandanginya pelukis tersebut tanpa disadari telah berjalan mundur. Dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang. Dia terus berjalan mundur hingga di belakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya.
Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut tapi tidak jadi karena dia berpikir mungkin ketika mendengar teriakannya, pelukis itu akan kaget dan malah jatuh ke belakang.
Kemudian orang tersebut mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan tersebut lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak. Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut. Tetapi beberapa orang yang ada di situ menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.
Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah. Tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Tuhan, karena Tuhan melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita melangkah. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Tuhan atau juga terhadap pemimpin kita. Tapi perlu kita ketahui Tuhan selalu menyediakan yang terbaik untuk kita.
Apakah anda termasuk orang yang gagal dalam menjalankan bisnis? Sedangkan anda sudah berusaha dengan segenap kemampuan anda serta dukungan modal yang besar. Kebanyakan orang menganggap bahwa dengan modal besar dapat dipastikan sebuah usaha akan dapat berjalan dan menghasilkan keuntungan yang besar pula. Apakah asumsi diatas 100% benar? Tunggu dulu, sebuah usaha dapat berjalan sukses tergantung diri anda sendiri, terlepas anda punya modal besar atau tidak.
Cobalah lihat contoh kasus orang-orang yang sukses, disitu kita bisa melihat sesuatu yang sangat berharga dan itu merupakan modal yang utama untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis yaitu : Jiwa kepemimpinan, paling tidak kita punya jiwa kepemimpinan untuk memimpin diri kita sendiri.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, kalau mereka bisa sukses, mengapa sampai saat ini kita belum mau mewujudkan kesuksesan seperti mereka? Dan anehnya ketika ditanya, semua orang pasti ingin sukses namun statistik membuktikan bahwa orang yang benar-benar sukses tidak lebih dari 5% saja. Berarti masih banyak orang yang gagal, padahal perjalanan mereka yang sekarang menjadi orang sukses tidaklah mulus, mereka pun dulunya pernah gagal, karena kegagalan adalah proses yang harus diperbaiki.
Kalau begitu faktor apa saja yang menyebabkan kegagalan seseorang ?
Tidak ada tujuan yang tepat.
Kebanyakan orang masih bergantung pada ?nasib? atau ?hoki? yang semua itu tidak jelas. Jika mau sukses, maka hal yang utama harus dilakukan adalah membuat tujuan hidup secara signifikan.
Tidak ada tindakan yang efektif
Pernah dengar istilah NATO? Not Action Talking Only, alias hanya besar omongan saja. Ini erat hubungannya dengan point 1 dan 2 diatas. Tujuan ada dan sudah divisualisasikan dengan baik, kalau tidak juga dikerjakan maka namanya sama juga bohong.
Tidak memiliki komitmen
Kebanyakan orang tidak sukses disebabkan karena mereka tidak punya komitmen untuk sukses dan tidak fokus. Terutama untuk diri sendiri dan mitra usaha atau bisnis. Sehingga begitu menemui hambatan langsung putus asa.
Kurang mengembangkan diri
Mereka yang tidak sukses selalu menganggap remeh tiap diadakan acara yang bertujuan untuk pengembangan diri, tidak menghargai mitra usaha atau bisnis. Mereka merasa sudah pandai, banyak alasan yang sebenarnya justru akan menghambat kesukesan mereka.
Salah berteman
Jika ingin sukses bertemanlah dengan orang yang sukses, karena jika kita bergaul dengan orang yang gagal umunya mereka tidak mau menunjukkan jalan sukses untuk kita, karena mereka sendiri belum pernah merasakan kesuksesan.
Sombong dan angkuh Biasanya orang tidak sukses karena merasa dirinya paling hebat, paling benar serba tahu dibandingkan orang lain, merasa bahwa jika tidak ada dirinya maka semuanya akan berantakan.Itu semua salah besar dan harus cepat-cepat diperbaiki sifat-sifat seperti di atas.
Sekarang kita sudah mengetahui mengapa banyak orang yang gagal, kini saatnya kita memahami langkah-langkah strategis yang efektif dilakukan oleh orang-orang sukses dalam meraih prestasi yakni :
Anda harus memiliki impian untuk mendorong kesuksesan yang telah dicita-citakan. ?Tanpa Impian semua itu tidak akan terjadi?. Karena impian adalah sebuah naluri manusia yang mendorong dan merangsang kita untuk selalu maju. Dapatkah anda membayangkan, tanpa impian seseorang yang dulunya dianggap mengada-ada seperti Ampere si Penemu Elektromagnet (Magnet Listrik) sehingga saat ini kita dapat mengukur arus listrik dengan alat temuannya, juga Aiken Si Penemu Komputer yang sampai sekarang komputerisasi merupakan sebuah sistem yang paling canggih dan juga Thomas Alva Edison Si Penemu Listrik, mungkin saja tanpa dia sampai hari ini tiap malam kita masih dikelilingi oleh lilin.
Buatlah rencana dalam bentuk tindakan yang efektif seperti yang dikatakan Zig Ziglar bahwa untuk mencapai impian yang paling penting adalah kita harus memiliki satu rencana tindakan yang realistis dan dapat terlaksana.
Kalau ingin hidup panjang umur, tanyalah kepada orang yang panjang usianya, kalau ingin kaya tanyalah kepada orang kaya dan kalau ingin menjadi sukses tanyalah kepada mereka yang sukses.
Kesukesan adalah milik dan hak setiap orang yang benar-benar mau memperjuangkan hidupnya untuk meraih kesuksesan. Bukankah dibutuhkan suatu proses untuk memperoleh kesuksesan? Karena yang namanya kesuksesan tidak akan pernah didapatkan secara tiba-tiba akan tetapi harus diperjuangkan demi orang-orang yang kita cintai atau keluarga kita.
Sumber : http://katamutiara.info/tulisan.php?id=4019
MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas! Kekanak-kanakan. Kenapa ?
Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?,wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling". Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bias membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas.Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.
MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang,kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.
MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?
MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.
TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.
BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negative yang menghalangi kesuksesan.
MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur .
Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan.Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan, karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati. Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai.
Dukunglah sahabatmu.Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan 'mendorong' supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Ia turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.
Bersedia untuk memaafkan.Jangan biarkan 'luka' berkembang menjadi kepahitan karena hal ini akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan luka itu merusak hubunganmu.
Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya.Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.
Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan.
Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu.Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama. Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, sahabat kita itu bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain selain kita. Untuk itu jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.
Selalu ada disaat senang maupun susah.Bergembiralah bersama mereka saat mereka sedang bergembira namun jangan ada hanya ! pada saat senang saja. Ketika sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, berikan mereka perhatian. Yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah sepasang telinga yang simpatik dan yang mau memahami perasaan mereka.
Menerima apa adanya sahabatmu.Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita.
Jangan jadi 'Ember' (mulut bocor). Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu.
Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatanmu.Misalkan kamu sedang berdiskusi dengan sahabatmu dan waktu kamu mengemukakan pendapat yang menurut kamu benar ternyata ia tidak setuju. Bila itu terjadi, jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu dongkol. Lepaskan hasrat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu rusak karenanya.
Dukunglah sahabatmu.Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan 'mendorong' supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Ia turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.
Bersedia untuk memaafkan.Jangan biarkan 'luka' berkembang menjadi kepahitan karena hal ini akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan luka itu merusak hubunganmu.
Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya.Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.
Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan.
Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu.Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama. Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, sahabat kita itu bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain selain kita. Untuk itu jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.
Selalu ada disaat senang maupun susah.Bergembiralah bersama mereka saat mereka sedang bergembira namun jangan ada hanya ! pada saat senang saja. Ketika sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, berikan mereka perhatian. Yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah sepasang telinga yang simpatik dan yang mau memahami perasaan mereka.
Menerima apa adanya sahabatmu.Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita.
Jangan jadi 'Ember' (mulut bocor). Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu.
Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatanmu.Misalkan kamu sedang berdiskusi dengan sahabatmu dan waktu kamu mengemukakan pendapat yang menurut kamu benar ternyata ia tidak setuju. Bila itu terjadi, jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu dongkol. Lepaskan hasrat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu rusak karenanya.
Hidup berawal dari kelahiran dan berakhir dengan kematian.
Diantara kelahiran dan kematian itu berbagai episode kehidupan akan kita lewati, mulai dari masa kanak-kanak, dewasa, tua hingga akhirnya ditutup dengan kematian.
Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini, selalu dan hampir pasti akan kita terima dalam setiap perjalanan hidup yang kita alami:
Untuk Usia 1-5 Tahun:
Nama ayahnya siapa ?
Nama ibunya siapa ?
Ini bacanya apa ?
Kalau udah besar mau jadi apa ?
Untuk Usia 6-12 Tahun:
Sudah kelas berapa sekarang?
Sekolahnya dimana?
Hasil ujiannya dapat nilai berapa ?
Diajar apa saja sama bapak dan ibu guru?
Untuk Usia 12-17 Tahun:
Bagaimana pelajaran sekolahnya?
Nilai rapornya bagus atau tidak ?
Bagaimana hasil UAN-nya?
Selesai SMA mau lanjut sekolah kemana ?
Untuk Usia 17-23 Tahun:
Kuliah dimana sekarang ?
Udah semester berapa?
Berapa IPK-nya?
Siapa pacarnya ?
Skripsinya udah selesai atau belum?
Untuk Usia 23-30 Tahun:
Kerja dimana sekarang?
Kapan rencana nikahnya?
Untuk Usia 30-50 Tahun:
Tinggal dimana sekarang?
Sudah berapa anaknya?
Uuntuk Usia 30-50 Tahun:
Bagaimana dengan karirnya saat ini?
Untuk Usia 50-60 Tahun:
Kuliah dimana anak-anaknya sekarang?
Sudah berapa menantunya?
Sudah berapa cucunya?
Untuk Usia 60-70 Tahun:
Bagaimana kesehatannya sekarang?
Hingga berakhir pada kematian, kita akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan Sang Malaikat Alam Kubur:
Siapakah Tuhanmu?
Apa agamamu?
Siapa orang yang diutus kepadamu?
Apa pengetahuanmu?
Semoga bermanfaat ...

Most women avoid romantic losers as though they were plague carriers, but some are prepared to accept there may be advantages of dating a romantically inexperienced man. 8 such reasons are presented below.
Kebanyakan Cewe kurang suka dengan Cowo yang culun karena dianggap "gak banget", tetapi ada beberapa yang sebaliknya karena 8 alasan berikut:
You can dye him your colour:
If you’re his first girlfriend you can have him dress and date how you want. It’s best not to be too forceful and take into account his wishes as you move him closer to what you want though.
Kamu bisa 'memperlakukan' si Cowo sesuai dengan selera kamu, sesuka kamu. Mereka cenderung lebih mau mengikuti apa yang diinginkan si Cewe.
Tetapi tolong tetap hargai mereka sebagai Cowo.
Kalau si Cewe masih punya hati dan perasaan, tentunya tidak akan menuntut hal-hal yang di luar kemampuan si Cowo.
He’ll be delighted with simple things like you cooking for him or holding his hand:
These might be expected by people with lots of experience dating but a romantic novice should be moved by them all the same.
Cowo seperti ini cenderung lebih menghargai hal-hal kecil yang dilakukan oleh si Cewe.
You can avoid being compared to his last girlfriend:
As he likely never had one, he’ll not compare you to his last. For example your cooking or what you want to do for birthdays, etc. But you should avoid comparing him to your last boyfriend too – upset men tend to get jealous.
Kemungkinan untuk dibandingkan dengan mantan jauh lebih kecil, karena mereka belum pernah pacaran sebelumnya karena kurang laku.
Meskipun begitu, tetap hargai mereka dengan tidak membandingkannya dengan mantan kalian.
You can pursue an innocent romance:
He might be nervous or awkward on dates. But you can also relive your “innocent” school romances. For a woman looking for “pure love,” a novice might be just the thing?
Menjalin hubungan dengan Cowo semacam ini memberikan kesan berbeda ketika dating, yaitu kesan cinta monyet.
Jauh dari kesan playboy, banyak mantan, dan sebagainya, aura kesetiaan dan 'innocent' yang mereka pancarkan lebih kuat.
You needn’t be jealous of other women:
With an experienced guy you never know when he’ll make a pass at a girl. But with a greenhorn he probably doesn’t know how to talk to girls properly so there’s no danger of that. On the other hand, he’s more likely to be jealous of you so watch what you do with other guys.
Karena mereka kurang pengalaman dalam mencari cinta, justru itu mereka mempunyai kemungkinan yang sangat kecil untuk selingkuh bahkan mereka kurang bisa untuk nyeleweng apalagi menjadi playboy.
You needn’t use relationship tactics on him:
You don’t have to bother playing hot and cold with him by being deliberately nice or nasty to get what you want. In fact doing this might backfire as he might overreact to such stimuli. Perhaps best to be straight with him.
Tidak perlu menggunakan berbagai taktik untuk menguji kesetiaan mereka, mereka senantiasa berusaha untuk mengerti apa maunya kamu.
He’ll remember your anniversaries and events:
When you started dating you probably cared about these things at first. It’s like that for a guy with no experience so he’ll care about them a lot. He may not know what to expect so you can tell him what you want him to do too.
Mereka umumnya lebih ingat dengan hari ulang tahun atau hari-hari spesial si Cewe karena mereka lebih peduli dengan hal itu, sebagai bagian betapa seriusnya dan begitu menghargainya suatu hubungan.
You don’t have to worry about him cheating on you:
He’s likely to take romance seriously so the chances of him cheating are low. However, romance can open a man’s eyes so you’d better watch him closely.
Umumnya Cowo semacam ini sangat serius dalam menjalin hubungannya dan menghargai si Cewe, jadi jangan khawatir dia akan selingkuh.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=82405
Perbedaan pasti selalu ada dalam setiap kehidupan, baik itu di rumah, kantor, dengan teman, bahkan dengan pasangan. Dari perbedaan itu kemudaian bisa timbul pertengkaran. Itu wajar saja terjadi, tetapi kalau pertengkaran mulai merambat ke hal-hal lainnya itu sudah tidak bisa disebut sehat.
Banyak yang mengatakan bahwa pertengkaran atau perbedaan pendapat adalah bumbu dalam sebuah hubungan dan hal itu bisa menyehatkan bila kedua orang dalam hubungan tersebut saling mengerti dan menghargai satu sama lain. Selain itu kekuatan cinta pun menjadi faktor pendukung lainnya yang semakin mengokohkan hubungan asmara.
Nah, agar pertengkaran itu tidak berkepanjangan dan bisa menyulut pertengkaran yang lebih hebat lagi, ada beberapa jurus jitu yang bisa anda pakai untuk menyelesaikan pertikaian dalam hubungan.
Jebak si dia untuk menceritakan apa yang terjadi
Masalah memang sering datang silih berganti dan tidak bisa dihindari. Namun anda tidak perlu marah atau mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati ketika masalah itu datang, cukup tanyakan baik-baik kepadanya apa yang terjadi.
Bila pasangan masih diam membisu, anda dapat menjebaknya dalam sebuah pertanyaan. Langkah ini dilakukan untuk membuatnya sulit berkelit sehingga dia akan menceritakan apa yang terjadi dan yang sedang dirasakannya.
Tetap tenang
Membuat pasangan sedikit terbuka untuk mengungkapkan isi hati mungkin tidak mudah bagi anda, tapi bukan berarti anda harus marah padanya. Bila berada dalam posisi seperti ini, anda harus tetap bersikap tenang dan tidak perlu marah atau menyakiti hatinya dengan kata-kata kasar.
Tanyakan permasalahan yang dihadapi dan apa yang diinginkannya
Jangan hanya berdiam diri saja menunggu penjelasan dari pasangan anda. Tidak ada salahnya bagi anda untuk menanyakan apa yang terjadi padanya.
Bersikap terbuka dengan menaruh perhatian pada pasangan pasti akan membuatnya merasa senang mengetahui anda masih memerhatikan hal yang terkecil darinya. Tanyakan juga apa yang dia harapkan dan inginkan dari hubungan yang dibina agar tidak selalu diliputi masalah.
Mengambil langkah untuk break
Mengambil langkah untuk break dalam hubungan bukan berarti anda harus benar-benar putus dari pasangan. Tapi inilah waktunya untuk anda dan pasangan memikirkan kembali hubungan yang diinginkan.
Meminta maaf
Jika anda dan pasangan dilingkupi cinta yang dewasa, tentu tidak perlu menunggu siapa yang lebih dulu mengungkapkan maaf, tetapi akan lebih baik bila anda dan pasangan dapat saling menyadari untuk melakukannya.
Sentuhan lembut dan pesan romantis
Maaf tidak hanya sebatas di bibir saja, ada baiknya anda atau pasangan mengiringi permintaan maaf dengan tindakan menyentuh atau membelai lembut pasangan. Selain itu anda juga dapat melayangkan sebuah pesan romantis yang diselipkan pada sebuah buket bunga yang diberikan padanya.
Fokus pada hubungan anda berdua
Inilah saatnya anda berpikir serius dan fokus pada hubungan yang sedang dibina. Sebuah permasalahan dalam hubungan pastinya akan memengaruhi setiap kegiatan anda dan pasangan, oleh karena itu sebaiknya ambil langkah serius untuk menyikapi dengan bijak setiap permasalahan yang ada.
Banyak yang mengatakan bahwa pertengkaran atau perbedaan pendapat adalah bumbu dalam sebuah hubungan dan hal itu bisa menyehatkan bila kedua orang dalam hubungan tersebut saling mengerti dan menghargai satu sama lain. Selain itu kekuatan cinta pun menjadi faktor pendukung lainnya yang semakin mengokohkan hubungan asmara.
Nah, agar pertengkaran itu tidak berkepanjangan dan bisa menyulut pertengkaran yang lebih hebat lagi, ada beberapa jurus jitu yang bisa anda pakai untuk menyelesaikan pertikaian dalam hubungan.
Jebak si dia untuk menceritakan apa yang terjadi
Masalah memang sering datang silih berganti dan tidak bisa dihindari. Namun anda tidak perlu marah atau mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati ketika masalah itu datang, cukup tanyakan baik-baik kepadanya apa yang terjadi.
Bila pasangan masih diam membisu, anda dapat menjebaknya dalam sebuah pertanyaan. Langkah ini dilakukan untuk membuatnya sulit berkelit sehingga dia akan menceritakan apa yang terjadi dan yang sedang dirasakannya.
Tetap tenang
Membuat pasangan sedikit terbuka untuk mengungkapkan isi hati mungkin tidak mudah bagi anda, tapi bukan berarti anda harus marah padanya. Bila berada dalam posisi seperti ini, anda harus tetap bersikap tenang dan tidak perlu marah atau menyakiti hatinya dengan kata-kata kasar.
Tanyakan permasalahan yang dihadapi dan apa yang diinginkannya
Jangan hanya berdiam diri saja menunggu penjelasan dari pasangan anda. Tidak ada salahnya bagi anda untuk menanyakan apa yang terjadi padanya.
Bersikap terbuka dengan menaruh perhatian pada pasangan pasti akan membuatnya merasa senang mengetahui anda masih memerhatikan hal yang terkecil darinya. Tanyakan juga apa yang dia harapkan dan inginkan dari hubungan yang dibina agar tidak selalu diliputi masalah.
Mengambil langkah untuk break
Mengambil langkah untuk break dalam hubungan bukan berarti anda harus benar-benar putus dari pasangan. Tapi inilah waktunya untuk anda dan pasangan memikirkan kembali hubungan yang diinginkan.
Meminta maaf
Jika anda dan pasangan dilingkupi cinta yang dewasa, tentu tidak perlu menunggu siapa yang lebih dulu mengungkapkan maaf, tetapi akan lebih baik bila anda dan pasangan dapat saling menyadari untuk melakukannya.
Sentuhan lembut dan pesan romantis
Maaf tidak hanya sebatas di bibir saja, ada baiknya anda atau pasangan mengiringi permintaan maaf dengan tindakan menyentuh atau membelai lembut pasangan. Selain itu anda juga dapat melayangkan sebuah pesan romantis yang diselipkan pada sebuah buket bunga yang diberikan padanya.
Fokus pada hubungan anda berdua
Inilah saatnya anda berpikir serius dan fokus pada hubungan yang sedang dibina. Sebuah permasalahan dalam hubungan pastinya akan memengaruhi setiap kegiatan anda dan pasangan, oleh karena itu sebaiknya ambil langkah serius untuk menyikapi dengan bijak setiap permasalahan yang ada.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=26686
Malam itu, Jatmiko sedang berada sendiri diruang kantornya, ia terpaksa lembur karena besok pagi-pagi sekali Bos memintanya untuk segera menyerahkan laporan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 ketika jam dinding berbunyi. Semua rekan kerjanya sudah pada pulang, paling akhir adalah si Jun yang pulang sekitar pukul 21.00. "masih belum pulang Jatmiko?" tanya Jun. "wah sepertinya aku belum bisa pulang sekarang, kalau kamu mau pulang, duluan saja" ujar Jatmiko sambil terus berkutat dengan seabrek kertas kerja diatas mejanya. "baiklah..aku pulang dulu, sampai ketemu lagi besok" sahut Jun sambil berjalan menuju pintu keluar untuk terus langsung menuju lift.
Sebenarnya Jatmiko agak merasa grogi juga karena hanya seorang diri saja berada didalam kantor tersebut. Beberapa kali dia teringat akan cerita-cerita yang aneh yang pernah dialami oleh seniornya pada saat lembur malam hari, namun ia berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran tersebut. untunglah tak berapa lama kemudian akhirnya laporan tersebut selesai "ah... akhirnya selesai juga laporan ini" ujarnya dalam hati. segera ia berkemas untuk pulang, dilihatnya jam dipergelangan tangan sudah menunjukkan pukul 23.30.
Sambil menenteng tas ia bergegas berjalan meninggalkan ruangan kantor menuju pintu keluar. sementara diluar keadaan sudah sangat sepi sekali, cahaya keremangan terpancar dari lampu diatas eternit , maklumlah saat itu sudah hampir tengah malam. dengan berjalan gontai ia menelusuri lorong untuk menuju lift yang terletak disebelah kirinya. "sepi sekali nih, perasaanku jadi nggak enak. oh iya.. bukankah sekarang malam jumat" sambil begumam sendiri dipercepat langkahnya untuk menuju pintu lift.
Dengan sedikit tergesa-gesa ditekannya tombol untuk membuka lift tersebut, pintu terbuka dan segera ia masuk kedalam. ketika pintu lif akan tertutup tiba-tiba....... ada sebuah tangan menahan laju pintu tersebut dengan cepat orang itu masuk kedalam lift. ternyata seorang wanita muda yang berusia sekitar 25 tahun, mengenakan baju kerja berwarna ungu, wajahnya cantik, putih agak pucat. Jatmiko hanya diam saja berbagai pikiran aneh menghantuinya, ia teringat dengan cerita temannya mengenai roh wanita muda yang sering terlihat disekitar gedung itu menjelang tengah malam.
Segera jatmiko menekan tombol lift untuk menuju kelantai satu, lift mulai bergerak turun...pikirannya semakin kacau karena wanita muda itu hanya diam saja membelakangi dirinya...tidak terasa keringat dingin membasahi kening dan lehernya...... tiba - tiba saja tercium aroma aneh....perlahan jatmiko mundur satu langkah, wanita muda itu tetap berdiri diam. sementara bau aneh itu semakin santer saja.....jatmiko sudah tak kuat lagi, hatinya berdebar dengan kencang, kemudian perlahan wanita itu berbalik kearahnya............rambutnya yang panjang menutupi wajah yang kelihatan pucat pasi.....membuat jatmiko semakin blingsatan.....tiba-tiba..................................
Wanita itu berkata "Maaf mas, saya tadi kentut. abis sudah nggak kuat lagi..................
Sumber : http://katamutiara.info/tulisan.php?id=2133
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 ketika jam dinding berbunyi. Semua rekan kerjanya sudah pada pulang, paling akhir adalah si Jun yang pulang sekitar pukul 21.00. "masih belum pulang Jatmiko?" tanya Jun. "wah sepertinya aku belum bisa pulang sekarang, kalau kamu mau pulang, duluan saja" ujar Jatmiko sambil terus berkutat dengan seabrek kertas kerja diatas mejanya. "baiklah..aku pulang dulu, sampai ketemu lagi besok" sahut Jun sambil berjalan menuju pintu keluar untuk terus langsung menuju lift.
Sebenarnya Jatmiko agak merasa grogi juga karena hanya seorang diri saja berada didalam kantor tersebut. Beberapa kali dia teringat akan cerita-cerita yang aneh yang pernah dialami oleh seniornya pada saat lembur malam hari, namun ia berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran tersebut. untunglah tak berapa lama kemudian akhirnya laporan tersebut selesai "ah... akhirnya selesai juga laporan ini" ujarnya dalam hati. segera ia berkemas untuk pulang, dilihatnya jam dipergelangan tangan sudah menunjukkan pukul 23.30.
Sambil menenteng tas ia bergegas berjalan meninggalkan ruangan kantor menuju pintu keluar. sementara diluar keadaan sudah sangat sepi sekali, cahaya keremangan terpancar dari lampu diatas eternit , maklumlah saat itu sudah hampir tengah malam. dengan berjalan gontai ia menelusuri lorong untuk menuju lift yang terletak disebelah kirinya. "sepi sekali nih, perasaanku jadi nggak enak. oh iya.. bukankah sekarang malam jumat" sambil begumam sendiri dipercepat langkahnya untuk menuju pintu lift.
Dengan sedikit tergesa-gesa ditekannya tombol untuk membuka lift tersebut, pintu terbuka dan segera ia masuk kedalam. ketika pintu lif akan tertutup tiba-tiba....... ada sebuah tangan menahan laju pintu tersebut dengan cepat orang itu masuk kedalam lift. ternyata seorang wanita muda yang berusia sekitar 25 tahun, mengenakan baju kerja berwarna ungu, wajahnya cantik, putih agak pucat. Jatmiko hanya diam saja berbagai pikiran aneh menghantuinya, ia teringat dengan cerita temannya mengenai roh wanita muda yang sering terlihat disekitar gedung itu menjelang tengah malam.
Segera jatmiko menekan tombol lift untuk menuju kelantai satu, lift mulai bergerak turun...pikirannya semakin kacau karena wanita muda itu hanya diam saja membelakangi dirinya...tidak terasa keringat dingin membasahi kening dan lehernya...... tiba - tiba saja tercium aroma aneh....perlahan jatmiko mundur satu langkah, wanita muda itu tetap berdiri diam. sementara bau aneh itu semakin santer saja.....jatmiko sudah tak kuat lagi, hatinya berdebar dengan kencang, kemudian perlahan wanita itu berbalik kearahnya............rambutnya yang panjang menutupi wajah yang kelihatan pucat pasi.....membuat jatmiko semakin blingsatan.....tiba-tiba..................................
Wanita itu berkata "Maaf mas, saya tadi kentut. abis sudah nggak kuat lagi..................
Sumber : http://katamutiara.info/tulisan.php?id=2133
1.”Yah udahlah!”
Kalimat ini digunakan wanita untuk mengakhiri argumen bila mereka merasa diri mereka benar dan Anda harus menutup mulut
2.”Lima menit”
Kalo dia lagi ganti pakaian, ini berarti setengah jam. 5 menit benar2 5 menit yang mereka berikan untuk Anda apabila Anda sedang nonton bola dan harus bantu2 mereka bersihin rumah.
3.”nggak ada apa-apa”
Adalah ketenangan sebelum badai mengamuk. Kalimat ini mempunyai arti di baliknya yang “tidak apa-apa”. Biasanya kalau sudah beragumen, kalimat ini akan diakhiri dengan kalimat nomor 1
4.”Silahkan saja”
Ini adalah tantangan, bukan izin.. JANGAN DILAKUKAN!
5.”it’s ok”
Ini adalah kalimat paling mematikan dari 8 kalimat mematikan yang biasa dipakai wanita. “It’s ok” berarti dia harus mempunyai waktu yang cukup untuk berpikir keras bagaimana cara dan kapan Anda harus membayar kesalahan Anda.
6.”Terima kasih banyak!”
Kalimat ini berarti sindiran sarkastik yang berarti dia tidak berterima kasih sama sekali pada Anda. Jangan sekali2 Anda menjawab dengan “Kembali” karena akan melahirkan “whatever”
7.”Whatever”
Cara wanita untuk mengatakan “F–K You!”
8.”Gak usah dipikirin, biar aku saja ….”
Satu lagi kalimat yang cukup mematikan, berarti seseorang wanita sudah berulang2 kali menginstruksikan sesuatu namun pada akhirnya harus dia juga yang mengerjakan. Yang kemudian memancing kalimat “Apa ada yang salah?” dari pria dan dijawab dengan poin no # 3
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=128668
Kalimat ini digunakan wanita untuk mengakhiri argumen bila mereka merasa diri mereka benar dan Anda harus menutup mulut
2.”Lima menit”
Kalo dia lagi ganti pakaian, ini berarti setengah jam. 5 menit benar2 5 menit yang mereka berikan untuk Anda apabila Anda sedang nonton bola dan harus bantu2 mereka bersihin rumah.
3.”nggak ada apa-apa”
Adalah ketenangan sebelum badai mengamuk. Kalimat ini mempunyai arti di baliknya yang “tidak apa-apa”. Biasanya kalau sudah beragumen, kalimat ini akan diakhiri dengan kalimat nomor 1
4.”Silahkan saja”
Ini adalah tantangan, bukan izin.. JANGAN DILAKUKAN!
5.”it’s ok”
Ini adalah kalimat paling mematikan dari 8 kalimat mematikan yang biasa dipakai wanita. “It’s ok” berarti dia harus mempunyai waktu yang cukup untuk berpikir keras bagaimana cara dan kapan Anda harus membayar kesalahan Anda.
6.”Terima kasih banyak!”
Kalimat ini berarti sindiran sarkastik yang berarti dia tidak berterima kasih sama sekali pada Anda. Jangan sekali2 Anda menjawab dengan “Kembali” karena akan melahirkan “whatever”
7.”Whatever”
Cara wanita untuk mengatakan “F–K You!”
8.”Gak usah dipikirin, biar aku saja ….”
Satu lagi kalimat yang cukup mematikan, berarti seseorang wanita sudah berulang2 kali menginstruksikan sesuatu namun pada akhirnya harus dia juga yang mengerjakan. Yang kemudian memancing kalimat “Apa ada yang salah?” dari pria dan dijawab dengan poin no # 3
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=128668
Mungkin bagi teman - teman sudah pernah melamar pekerjaan dan setelah melalui beberapa tahap seleksi, tiba saatnya anda masuk ke dalam tahap wawancara kerja. Biasanya anda akan berhadapan dengan Kepala HRD, Direktur atau pihak ketiga yang disewa perusahaan. Pada tahap ini, anda perlu benar-benar berlatih dan mempersiapkan jawaban-jawaban yang strategis sekaligus tidak terjebak pertanyaan-pertanyaan HRD/Direktur/Pihak Ketiga. Karena sekali anda terjebak dalam suatu pertanyaan, maka bisa dipastikan anda akan kedodoran pada pertanyaan-pertanyaan selanjutnya dan tentunya hal ini akan sedikit banyak berpengaruh terhadap hasil penilaian Anda secara keseluruhan. Untuk itu berikut ini akan disampaikan tips aman menjawab pertanyaan-pertanyaan (menjebak) dalam wawancara kerja.
1. Coba Ceritakan Tentang Diri Anda?
Beberapa artikel menyebutkan agar sebisa mungkin merendahkan diri untuk menghidarkan kesan sombong dan sekaligus dapat menarik hati HRD, seperti “Saya memandang diri saya sebagai seseorang yang biasa-biasa”. Namun berdasarkan pengalaman penulis, ada baiknya anda justru menjawab sebagaimana apa adanya dengan lugas, singkat dan terkonsep dengan awal dan akhir yang jelas. Karena pertanyaan ini adalah pintu masuk anda untuk menguraikan prestasi dan kelebihan anda. Namun jika tidak siap, hal ini memang bisa menjadi bumerang dan jebakan yang mematikan. Tips aman: Apabila anda memiliki cerita diri anda sebanyak 1 lembar folio, maka pilih satu baris yang benar-benar terfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan bidang kerja anda. Misalnya, anda tidak perlu mengutarakan prestasi anda sebagai Juara I lomba fotografi nasional ketika melamar sebagai IT System Analyst, karena hal tersebut tidak relefan. Ciptakan kalimat yang padat, cerdas dan meyakinkan pada jawaban anda misalnya seperti, “Nama saya Nala Adicandra, lulusan program S2 Bidang Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada. Di samping kualifikasi formal tersebut, saya juga memegang sertifikasi internasional dalam bidang Jaringan Komunikasi Data dari Cisco yaitu CCNA. Dalam hal organisasi, saya pernah dipercaya baik sebagai pengurus maupun ketua pelaksana kegiatan. Waktu senggang yang ada biasanya saya pergunakan untuk menyalurkan hobi saya, seperti menonton film, bersepeda dan fotografi “
2. Apa Yang Anda Ketahui Tentang Kami?
Pelajari segala sesuatu tentang perusahaan yang anda tuju tersebut. Karena jawaban yang anda berikan tergantung apa yang anda ketahui. Jadi jangan sampai anda menjawab tidak tahu, atau malah ngawur, jangan harap anda bisa melaju ke tahap berikutnya. Tips aman: Cari referensi tentang perusahaan tersebut, baik melalui rekan-rekan yang sudah bekerja di perusahaan bersangkutan, brosur perusahaan atau kunjungi situs perusahaan tersebut di internet
3. Apa Pengalaman Yang Anda Miliki Dalam Bidang Ini?
Ini adalah satu pertanyaan lagi yang bisa anda manfaatkan untuk memenangkan wawancara. Berdasarkan informasi yang anda peroleh, cari hubungan yang paling pas antara pengalaman anda dan perusahaan bersangkutan. Tip aman: Agar jawaban tidak melebar tak berujung, mintalah kepada si pewawancara untuk lebih spesifik dengan pertanyaannya, “Maksud Bapak/Ibu secara menyeluruh atau bidang tertentu yang menarik minat Bapak/Ibu?”. Cara lain yang dapat ditempuh adalah langsung mencoba menangkap bahasa tubuh dari si pewawancara untuk kemudian mengutarakan jawaban anda, “saya pernah magang sebagai drafter 3D Autocad pada saat Kerja Praktek di PT. Pembangunan Perumahan (PT.PP), sehingga menurut saya hal tersebut akan sangat membantu saya dalam bekerja sebagai arsitek di perusahaan bapak/ibu.”
4. Apa Yang Bisa Anda Lakukan Terhadap Perusahaan?
Pertanyaan ini terkadang memancing Anda untuk berbicara muluk-muluk agar si pewawancara semakin yakin untuk me-recruit anda. Namun anda tidak perlu terpancing lebih jauh, karena dikhawatirkan janji-janji Anda akan dicatat, dan akan di cross-check pada masa percobaan (probation) anda. Tidak menjadi masalah ketika anda bisa merealisasinya, namun menjadi masalah besar ketika anda tidak mampun merealisasikannya. Masa percobaan anda akan berakhir dengan pemutusan kontrak karya. Tips aman: yang perlu anda pahami adalah sebagai seorang pegawai baru tentu saja anda tidak mungkin akan merubah perusahaan dengan sekali sentuh, untuk itu anda hanya perlu menjawab, “Yang pertama-tama saya lakukan adalah melakukan mapping kondisi perusahaan, kemudian saya baru akan berusaha memberikan kontribusi-kontribusi positif terhadap perusahaan sesuai dengan spesifikasi dan kualifikasi saya”
5. Apa Yang Paling Anda Sukai dan Tidak Sukai dari Pekerjaan Sekarang?
Sebisa mungkin hindari sisi negatif. Memang pada tidak mudah, karena pada dasarnya manusia suka mengeluh, apalagi kalau diberi kesempatan. Tip aman: jawablah keduanya dengan mengatakan, “Saya sangat menyukai pekerjaan saya”, lalu lanjutkan dengan menyebutkan kualifikasi yang menunjang posisi anda. Kemudian tutup pembicaraan dengan “sekarang saya siap memulai hal baru dan kesempatan mendapat tanggung jawab baru”
6. Apa Yang Anda Harapkan Dari Pekerjaan Ini?
Mungkin saja pekerjaan ini jadi harapan untuk gengsi atau naik gaji (dibanding pekerjaan lama anda), Simpan saja dalam hati. Sebagai gantinya katakan bahwa anda ingin memberikan kontribusi posisitf pada perusahaan sekaligus memberikan kepuasan bagi diri anda sendiri. Tip aman: sebutkan bahwa melalu perusahaan ini Anda berpeluang untuk lebih dapat mengaplikaskan ilmu yang anda pelajari sebelumnya.
7. Mengapa Anda Ingin Pindah Kerja (ke Perusahaan kami)?
Kalau anda punya alasan positi, jangan ragu menyamaikannya. Tip aman: Hindari jawaban,“Saya kurang cocok dengan atasan”, atau “Atasan saya tidak mau menerima ide anak buahnya“, namun jawablah secara tidak langsung sepert, “saya tertantang mencoba mendalami bisnis ini”. Jawaban ini cenderung lebih disenangi si pewawancara.
8. Berapa Gaji Yang Anda Inginkan?
Hindari menyebutkan angka yang terlalu tinggi, namun jangan pula terlalu rendah. Tip aman: Buat perhitungan sendiri dalam hati. Ambil angka tertinggi dan terendah, jumlahkan dan bagi 2. Lalu dari angka tengah tersebut tambahkan 1/3-nya. Nah itu gaji yang bisa anda sebutkan. Atau dengan menyampaikan jawaban diplomatis, “Sebagai pegawai baru, saya akan menerima dan mengikuti aturan manajemen yang berlaku di perusahaan ini“, baru setelah didesak, sampaikan angka perkiraan tadi, sehingga si pewawancara bisa memahami kesungguhan anda dalam bekerja, tidak melulu akan menuntuk hak saja. “Kalau boleh berandai-andai saya mengharapkan kisaran gaji Rp 2 juta. Namun sekali lagi hal tersebut saya serahkan kepada manajemen terkait peraturan di perusahaan ini”.
9. Masalah terberat Apa Yang Pernah Anda Hadapi?
Hati-hati dengan pertanyaan favorit ini. Jangan sekali-sekali anda menyebutkan persoalan sangat sulit dan anda gagal mengatasinya. Tip aman: Sebutkan sebuah problem yang happy ending. Hindari menyebutkan persoalan keluarga atau prabadi, pilihlah permasalahan dari luar yang anda juga bisa menyelesaikan dengan baik, misalnya “Ketika saya dipercaya sebagai ketua bakti sosial di kampus, saya mengalami kesulitas dana. Berbagai jalan telah saya tempuh baik melalui iuran panitia, donatur dari orang tua mahasiswa maupun permohonan dana ke fakultas, namun nihil hasilnya. Beberapa donatur eksternal juga coba saya yakinkan bahwa apabila kegiatan ini berjalan, akan mampu menguntungkan, dan akan kami gunakan untuk melunasinya, namun sia-sia. Disatu sisi, har-H pelaksanaan semakin mepet. Dilema batal atau terus jalan, membuat saya harus segera memutuskan. Akhirnya setelah musyawarah dengan panitia, saya menggadaikan kendaraan saya. Dan sesuai perhitungan, bakti sosial dapat berjalan lancar dan saya bisa menebus kendaraan saya”
10. Apakah Anda Sudah Memiliki Pacar?
Hal ini jangan Anda tanggapi terburu-buru, dengan menjawab “Sudah. Kami berencana menikah pada akhir tahun ini”. Hal ini kemungkan besar bisa menutup peluang Anda untuk maju ke tahap berikutnya. Karena perusahaan biasanya menginginkan karyawan barunya fokus pada pekerjaan di awal masa kerjanya. Tip aman: Sampaikan jawaban yang bersifat jujur namun fleksibel, “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.“
11. Mengapa Saya Harus Menerima Anda?
Jangan menjawab, “Karena saya memerlukan pekerjaan” atau “saya baru di-PHK“. Karena sebenarnya si pewawancara hanya ingin tahu kesimpulan tentang keahlian anda. Jadi beri jawaban singkat dan unique namun padat tentang pekerjaan dan kemampuan anda. Tips aman: sebutkan satu persatu kemahiran serta kualifikasi anda. HIndari jawaban, “Karena saya termasuk perkerja keras”, hal ini terlalu umum. Langkah selanjutnya adalah cocokan dengan kubutuhan perusahaan tersebut.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=12943
1. Coba Ceritakan Tentang Diri Anda?
Beberapa artikel menyebutkan agar sebisa mungkin merendahkan diri untuk menghidarkan kesan sombong dan sekaligus dapat menarik hati HRD, seperti “Saya memandang diri saya sebagai seseorang yang biasa-biasa”. Namun berdasarkan pengalaman penulis, ada baiknya anda justru menjawab sebagaimana apa adanya dengan lugas, singkat dan terkonsep dengan awal dan akhir yang jelas. Karena pertanyaan ini adalah pintu masuk anda untuk menguraikan prestasi dan kelebihan anda. Namun jika tidak siap, hal ini memang bisa menjadi bumerang dan jebakan yang mematikan. Tips aman: Apabila anda memiliki cerita diri anda sebanyak 1 lembar folio, maka pilih satu baris yang benar-benar terfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan bidang kerja anda. Misalnya, anda tidak perlu mengutarakan prestasi anda sebagai Juara I lomba fotografi nasional ketika melamar sebagai IT System Analyst, karena hal tersebut tidak relefan. Ciptakan kalimat yang padat, cerdas dan meyakinkan pada jawaban anda misalnya seperti, “Nama saya Nala Adicandra, lulusan program S2 Bidang Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada. Di samping kualifikasi formal tersebut, saya juga memegang sertifikasi internasional dalam bidang Jaringan Komunikasi Data dari Cisco yaitu CCNA. Dalam hal organisasi, saya pernah dipercaya baik sebagai pengurus maupun ketua pelaksana kegiatan. Waktu senggang yang ada biasanya saya pergunakan untuk menyalurkan hobi saya, seperti menonton film, bersepeda dan fotografi “
2. Apa Yang Anda Ketahui Tentang Kami?
Pelajari segala sesuatu tentang perusahaan yang anda tuju tersebut. Karena jawaban yang anda berikan tergantung apa yang anda ketahui. Jadi jangan sampai anda menjawab tidak tahu, atau malah ngawur, jangan harap anda bisa melaju ke tahap berikutnya. Tips aman: Cari referensi tentang perusahaan tersebut, baik melalui rekan-rekan yang sudah bekerja di perusahaan bersangkutan, brosur perusahaan atau kunjungi situs perusahaan tersebut di internet
3. Apa Pengalaman Yang Anda Miliki Dalam Bidang Ini?
Ini adalah satu pertanyaan lagi yang bisa anda manfaatkan untuk memenangkan wawancara. Berdasarkan informasi yang anda peroleh, cari hubungan yang paling pas antara pengalaman anda dan perusahaan bersangkutan. Tip aman: Agar jawaban tidak melebar tak berujung, mintalah kepada si pewawancara untuk lebih spesifik dengan pertanyaannya, “Maksud Bapak/Ibu secara menyeluruh atau bidang tertentu yang menarik minat Bapak/Ibu?”. Cara lain yang dapat ditempuh adalah langsung mencoba menangkap bahasa tubuh dari si pewawancara untuk kemudian mengutarakan jawaban anda, “saya pernah magang sebagai drafter 3D Autocad pada saat Kerja Praktek di PT. Pembangunan Perumahan (PT.PP), sehingga menurut saya hal tersebut akan sangat membantu saya dalam bekerja sebagai arsitek di perusahaan bapak/ibu.”
4. Apa Yang Bisa Anda Lakukan Terhadap Perusahaan?
Pertanyaan ini terkadang memancing Anda untuk berbicara muluk-muluk agar si pewawancara semakin yakin untuk me-recruit anda. Namun anda tidak perlu terpancing lebih jauh, karena dikhawatirkan janji-janji Anda akan dicatat, dan akan di cross-check pada masa percobaan (probation) anda. Tidak menjadi masalah ketika anda bisa merealisasinya, namun menjadi masalah besar ketika anda tidak mampun merealisasikannya. Masa percobaan anda akan berakhir dengan pemutusan kontrak karya. Tips aman: yang perlu anda pahami adalah sebagai seorang pegawai baru tentu saja anda tidak mungkin akan merubah perusahaan dengan sekali sentuh, untuk itu anda hanya perlu menjawab, “Yang pertama-tama saya lakukan adalah melakukan mapping kondisi perusahaan, kemudian saya baru akan berusaha memberikan kontribusi-kontribusi positif terhadap perusahaan sesuai dengan spesifikasi dan kualifikasi saya”
5. Apa Yang Paling Anda Sukai dan Tidak Sukai dari Pekerjaan Sekarang?
Sebisa mungkin hindari sisi negatif. Memang pada tidak mudah, karena pada dasarnya manusia suka mengeluh, apalagi kalau diberi kesempatan. Tip aman: jawablah keduanya dengan mengatakan, “Saya sangat menyukai pekerjaan saya”, lalu lanjutkan dengan menyebutkan kualifikasi yang menunjang posisi anda. Kemudian tutup pembicaraan dengan “sekarang saya siap memulai hal baru dan kesempatan mendapat tanggung jawab baru”
6. Apa Yang Anda Harapkan Dari Pekerjaan Ini?
Mungkin saja pekerjaan ini jadi harapan untuk gengsi atau naik gaji (dibanding pekerjaan lama anda), Simpan saja dalam hati. Sebagai gantinya katakan bahwa anda ingin memberikan kontribusi posisitf pada perusahaan sekaligus memberikan kepuasan bagi diri anda sendiri. Tip aman: sebutkan bahwa melalu perusahaan ini Anda berpeluang untuk lebih dapat mengaplikaskan ilmu yang anda pelajari sebelumnya.
7. Mengapa Anda Ingin Pindah Kerja (ke Perusahaan kami)?
Kalau anda punya alasan positi, jangan ragu menyamaikannya. Tip aman: Hindari jawaban,“Saya kurang cocok dengan atasan”, atau “Atasan saya tidak mau menerima ide anak buahnya“, namun jawablah secara tidak langsung sepert, “saya tertantang mencoba mendalami bisnis ini”. Jawaban ini cenderung lebih disenangi si pewawancara.
8. Berapa Gaji Yang Anda Inginkan?
Hindari menyebutkan angka yang terlalu tinggi, namun jangan pula terlalu rendah. Tip aman: Buat perhitungan sendiri dalam hati. Ambil angka tertinggi dan terendah, jumlahkan dan bagi 2. Lalu dari angka tengah tersebut tambahkan 1/3-nya. Nah itu gaji yang bisa anda sebutkan. Atau dengan menyampaikan jawaban diplomatis, “Sebagai pegawai baru, saya akan menerima dan mengikuti aturan manajemen yang berlaku di perusahaan ini“, baru setelah didesak, sampaikan angka perkiraan tadi, sehingga si pewawancara bisa memahami kesungguhan anda dalam bekerja, tidak melulu akan menuntuk hak saja. “Kalau boleh berandai-andai saya mengharapkan kisaran gaji Rp 2 juta. Namun sekali lagi hal tersebut saya serahkan kepada manajemen terkait peraturan di perusahaan ini”.
9. Masalah terberat Apa Yang Pernah Anda Hadapi?
Hati-hati dengan pertanyaan favorit ini. Jangan sekali-sekali anda menyebutkan persoalan sangat sulit dan anda gagal mengatasinya. Tip aman: Sebutkan sebuah problem yang happy ending. Hindari menyebutkan persoalan keluarga atau prabadi, pilihlah permasalahan dari luar yang anda juga bisa menyelesaikan dengan baik, misalnya “Ketika saya dipercaya sebagai ketua bakti sosial di kampus, saya mengalami kesulitas dana. Berbagai jalan telah saya tempuh baik melalui iuran panitia, donatur dari orang tua mahasiswa maupun permohonan dana ke fakultas, namun nihil hasilnya. Beberapa donatur eksternal juga coba saya yakinkan bahwa apabila kegiatan ini berjalan, akan mampu menguntungkan, dan akan kami gunakan untuk melunasinya, namun sia-sia. Disatu sisi, har-H pelaksanaan semakin mepet. Dilema batal atau terus jalan, membuat saya harus segera memutuskan. Akhirnya setelah musyawarah dengan panitia, saya menggadaikan kendaraan saya. Dan sesuai perhitungan, bakti sosial dapat berjalan lancar dan saya bisa menebus kendaraan saya”
10. Apakah Anda Sudah Memiliki Pacar?
Hal ini jangan Anda tanggapi terburu-buru, dengan menjawab “Sudah. Kami berencana menikah pada akhir tahun ini”. Hal ini kemungkan besar bisa menutup peluang Anda untuk maju ke tahap berikutnya. Karena perusahaan biasanya menginginkan karyawan barunya fokus pada pekerjaan di awal masa kerjanya. Tip aman: Sampaikan jawaban yang bersifat jujur namun fleksibel, “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.“
11. Mengapa Saya Harus Menerima Anda?
Jangan menjawab, “Karena saya memerlukan pekerjaan” atau “saya baru di-PHK“. Karena sebenarnya si pewawancara hanya ingin tahu kesimpulan tentang keahlian anda. Jadi beri jawaban singkat dan unique namun padat tentang pekerjaan dan kemampuan anda. Tips aman: sebutkan satu persatu kemahiran serta kualifikasi anda. HIndari jawaban, “Karena saya termasuk perkerja keras”, hal ini terlalu umum. Langkah selanjutnya adalah cocokan dengan kubutuhan perusahaan tersebut.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=12943
Berikut adalah kutipan Kata-Kata Mutiara dari Patrick Star :
1."pengetahuan tidak dapat menggantikan persahabatan. Aku (Patrick) lebih suka jadi idiot daripada kehilanganmu (Spongebob)"
2. Spongebob: Apa yg biasanya kau lakukan saat aku pergi?
patrick : menunggumu kembali..
3. Saat sponge bob menjadi kaya dan melupakan patrick juga teman2 spongebob yang kaya pergi dari spongebob, spongebob memohon kepada patrick, dan patrick berkata:
"kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih memilih untuk tidak punya uang sama sekali"
4. Saat patrick di fitnah mencuri jaring ubur2 nya spongebob,patrick berkata:
" Tak apa kawan.. aku mungkin hanya bintang laut yang jelek.. lebih baik aku pergi dari bikini bottom.. ini, ambil saja barang2ku.. tapi aku tak pernah mengambil jaring mu kawan.."
(Patrick dituduh nyolong jaring dan dia sabar aja)
5. Patrick berteriak : "AKU JELEK DAN AKU BANGGA!!!"
6. Kalau kamu memberitahukan rahasia kepada seseorang, maka itu namanya bukan rahasia lagi.
7. pas spongebob mau masuk anggota jelly spotter.. terakhirnya patrick bilang:
"pemujaan yang berlebihan itu tidak sehat.."
8. waktu itu ortu Patrick mau datang jenguk anaknya. Tapi Patrick takut dikatain bodoh sama ortunya. Demi Patrick, SpongeBob bela2in akting jadi orang bego biar ortu Patrick ga ngatain anaknya bego. Trus Patrick bilang ke SpongeBob: [CENTER]"TEMAN ADALAH KEKUATAN"
9. waktu patrick dianggap ada keturunan raja terus mulai ngambil barang2 milik orang lain, terus dia berkata:
"hidup itu memang tidak adil, jadi biasakanlah dirimu"...
10. waktu sponge bob mau les nyetir buat dapetin sim..
"seharusnya kau belajar berjalan dulu nak, baru lah kau bisa berlari.."
11. waktu episode spongebob nyari spatula baru, terus dia dapet spatula yg emas (klo ga salah), tapi si spatula emasnya ga nurut sama si spongebob akhirnya dia balik pake spatula nya yg lama.
trus si spongebob ngomong:
"Ternyata semua yg berkilau itu belum tentu emas"
1."pengetahuan tidak dapat menggantikan persahabatan. Aku (Patrick) lebih suka jadi idiot daripada kehilanganmu (Spongebob)"
2. Spongebob: Apa yg biasanya kau lakukan saat aku pergi?
patrick : menunggumu kembali..
3. Saat sponge bob menjadi kaya dan melupakan patrick juga teman2 spongebob yang kaya pergi dari spongebob, spongebob memohon kepada patrick, dan patrick berkata:
"kalau uang bisa membuatku melupakan sahabat terbaikku, maka aku lebih memilih untuk tidak punya uang sama sekali"
4. Saat patrick di fitnah mencuri jaring ubur2 nya spongebob,patrick berkata:
" Tak apa kawan.. aku mungkin hanya bintang laut yang jelek.. lebih baik aku pergi dari bikini bottom.. ini, ambil saja barang2ku.. tapi aku tak pernah mengambil jaring mu kawan.."
(Patrick dituduh nyolong jaring dan dia sabar aja)
5. Patrick berteriak : "AKU JELEK DAN AKU BANGGA!!!"
6. Kalau kamu memberitahukan rahasia kepada seseorang, maka itu namanya bukan rahasia lagi.
7. pas spongebob mau masuk anggota jelly spotter.. terakhirnya patrick bilang:
"pemujaan yang berlebihan itu tidak sehat.."
8. waktu itu ortu Patrick mau datang jenguk anaknya. Tapi Patrick takut dikatain bodoh sama ortunya. Demi Patrick, SpongeBob bela2in akting jadi orang bego biar ortu Patrick ga ngatain anaknya bego. Trus Patrick bilang ke SpongeBob: [CENTER]"TEMAN ADALAH KEKUATAN"
9. waktu patrick dianggap ada keturunan raja terus mulai ngambil barang2 milik orang lain, terus dia berkata:
"hidup itu memang tidak adil, jadi biasakanlah dirimu"...
10. waktu sponge bob mau les nyetir buat dapetin sim..
"seharusnya kau belajar berjalan dulu nak, baru lah kau bisa berlari.."
11. waktu episode spongebob nyari spatula baru, terus dia dapet spatula yg emas (klo ga salah), tapi si spatula emasnya ga nurut sama si spongebob akhirnya dia balik pake spatula nya yg lama.
trus si spongebob ngomong:
"Ternyata semua yg berkilau itu belum tentu emas"
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=123362
Dahulu kala di negeri Cina, adalah seorang gadis bernama Li-Li. Ia baru menikah dan tinggal di wisma mertua indah.
Dalam waktu singkat, Li-Li tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Karakter mereka sangat jauh berbeda. Dan Li-Li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.
Hari berganti hari, begitu pula bulan berganti bulan. Li-Li dan ibu mertuanya tak pernah berhenti berdebat dan bertengkar.
Yang makin membuat Li-Li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia untuk selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati semua kemauannya.
Semua kemarahan dan ketidakbahagiaan di dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-Li, seorang yang berjiwa sederhana.
Akhirnya, Li-Li tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya. Dan ia benar-benar telah bertekad untuk melakukan sesuatu.
Li-Li pergi menjumpai seorang teman ayahnya yaitu Sinshe Wang yang mempunyai Toko Obat Cina. Ia menceritakan situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan pada ibu mertuanya.
Sinshe Wang berpikir keras sejenak. Lalu ia berkata, "Li-Li, saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu, tetapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan."
Li-Li berkata, "OK pak Wang, saya akan mengikuti apa saja yang bapak katakan, yang harus saya perbuat."
Sinshe Wang masuk ke dalam, dan tak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan. Ia berkata kepada Li-Li, "Kamu tidak bisa memakai racun keras yang mematikan seketika, untuk meyingkirkan ibu mertuamu, karena hal itu akan membuat semua orang menjadi curiga. Oleh karena itu, saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuhnya.
Sinshe Wang melanjutkan, ?Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan obat ini ke dalamnya. Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya. Jangan berdebat dengannya, taati semua kehendaknya, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."
Li-Li sangat senang. Ia berterima kasih kepada pak Wang dan buru-buru pulang ke rumah untuk memulai rencana membunuh ibu mertuanya.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu. Setiap hari Li-Li melayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak, yang sudah "dibumbuinya". Ia mengingat semua petunjuk dari Sinshe Wang tentang hal mencegah kecurigaan. Maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya, mentaati perintah ibu mertuanya, dan memperlakukannya seperti ibunya sendiri.
Setelah enam bulan lewat, suasana di dalam rumah itu berubah secara drastis. Li-Li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak pernah lagi marah atau kesal. Ia tidak pernah berdebat lagi dengan ibu mertuanya selama enam bulan terakhir karena ia mendapatkan bahwa ibu mertuanya kini tampak lebih ramah kepadanya.
Sikap si ibu mertua terhadap Li-Li telah berubah, dan mulai mencintai Li-Li seperti puterinya sendiri. Ia terus menceritakan kepada kawan-kawan dan sanak familinya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik yang ia peroleh. Li-Li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibu dan anak yang sesungguhnya. Suami Li-Li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.
Suatu hari, Li-Li pergi menjumpai Sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi. Ia berkata, "Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya tidak sampai membunuhnya!? ?Ia telah berubah menjadi seorang wanita yang begitu baik, sehingga saya sangat mencintainya seperti kepada ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan kepadanya."
Sinshe Wang tersenyum. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. "Li-Li, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun. Ramuan yang saya berikan kepadamu itu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.? ?Satu-satunya racun yang ada, adalah yang terdapat di dalam pikiranmu sendiri, dan di dalam sikapmu terhadapnya, ?? ?? tetapi semuanya itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya ..." Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda?
Ada pepatah Cina kuno berkata: "Orang yang mencintai orang lain, akan dicintai juga sebagai balasannya."
Sumber : http://katamutiara.info/tulisan.php?id=5512
Dalam waktu singkat, Li-Li tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Karakter mereka sangat jauh berbeda. Dan Li-Li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.
Hari berganti hari, begitu pula bulan berganti bulan. Li-Li dan ibu mertuanya tak pernah berhenti berdebat dan bertengkar.
Yang makin membuat Li-Li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia untuk selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan mentaati semua kemauannya.
Semua kemarahan dan ketidakbahagiaan di dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-Li, seorang yang berjiwa sederhana.
Akhirnya, Li-Li tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya. Dan ia benar-benar telah bertekad untuk melakukan sesuatu.
Li-Li pergi menjumpai seorang teman ayahnya yaitu Sinshe Wang yang mempunyai Toko Obat Cina. Ia menceritakan situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan pada ibu mertuanya.
Sinshe Wang berpikir keras sejenak. Lalu ia berkata, "Li-Li, saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu, tetapi kamu harus mendengarkan saya dan mentaati apa yang saya sarankan."
Li-Li berkata, "OK pak Wang, saya akan mengikuti apa saja yang bapak katakan, yang harus saya perbuat."
Sinshe Wang masuk ke dalam, dan tak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan. Ia berkata kepada Li-Li, "Kamu tidak bisa memakai racun keras yang mematikan seketika, untuk meyingkirkan ibu mertuamu, karena hal itu akan membuat semua orang menjadi curiga. Oleh karena itu, saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun di dalam tubuhnya.
Sinshe Wang melanjutkan, ?Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan obat ini ke dalamnya. Lalu, supaya tidak ada yang curiga saat ia mati nanti, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya. Jangan berdebat dengannya, taati semua kehendaknya, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."
Li-Li sangat senang. Ia berterima kasih kepada pak Wang dan buru-buru pulang ke rumah untuk memulai rencana membunuh ibu mertuanya.
Minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu. Setiap hari Li-Li melayani mertuanya dengan makanan yang enak-enak, yang sudah "dibumbuinya". Ia mengingat semua petunjuk dari Sinshe Wang tentang hal mencegah kecurigaan. Maka ia mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya, mentaati perintah ibu mertuanya, dan memperlakukannya seperti ibunya sendiri.
Setelah enam bulan lewat, suasana di dalam rumah itu berubah secara drastis. Li-Li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga ia menemukan dirinya tidak pernah lagi marah atau kesal. Ia tidak pernah berdebat lagi dengan ibu mertuanya selama enam bulan terakhir karena ia mendapatkan bahwa ibu mertuanya kini tampak lebih ramah kepadanya.
Sikap si ibu mertua terhadap Li-Li telah berubah, dan mulai mencintai Li-Li seperti puterinya sendiri. Ia terus menceritakan kepada kawan-kawan dan sanak familinya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik yang ia peroleh. Li-Li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya seorang ibu dan anak yang sesungguhnya. Suami Li-Li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.
Suatu hari, Li-Li pergi menjumpai Sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi. Ia berkata, "Pak Wang, tolong saya untuk mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya tidak sampai membunuhnya!? ?Ia telah berubah menjadi seorang wanita yang begitu baik, sehingga saya sangat mencintainya seperti kepada ibu saya sendiri. Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan kepadanya."
Sinshe Wang tersenyum. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. "Li-Li, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak pernah memberi kamu racun. Ramuan yang saya berikan kepadamu itu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.? ?Satu-satunya racun yang ada, adalah yang terdapat di dalam pikiranmu sendiri, dan di dalam sikapmu terhadapnya, ?? ?? tetapi semuanya itu telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya ..." Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda?
Ada pepatah Cina kuno berkata: "Orang yang mencintai orang lain, akan dicintai juga sebagai balasannya."
Sumber : http://katamutiara.info/tulisan.php?id=5512
DERETAN pulau-pulau yang kini dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejak dulu memang strategis. Situasi tersebut semakin bermakna ketika dunia dilanda Perang Dingin antara Blok Barat melawan Blok Timur sesudah Perang Dunia II berakhir. Blok Barat, dipimpin Amerika Serikat, pada setiap kesempatan berusaha membendung kemajuan pengaruh Blok Timur (termasuk juga paham komunisme) yang berada dalam kendali Uni Soviet.
Kebijakan itu dilakukan AS, setelah mereka kecolongan, karena sesudah AS dan Uni Soviet bersekutu dalam menggempur Jerman dan Jepang, justru pihak komunis yang memetik keuntungan, menguasai Eropa Timur, separo Jerman serta seluruh Cina daratan.
Dwight Eisenhower, pensiunan jenderal bintang lima, mantan Panglima Besar Sekutu di Eropa, tahun 1953 terpilih sebagai Presiden AS. Sejak hari pertama berkantor di Gedung Putih, Eisenhower yang lebih dikenal dengan panggilan Ike, merasa punya tugas menghancurkan komunisme.
Sedangkan untuk membendung pengaruh Cina komunis di Asia Tenggara, Ike dihadapkan kepada dilema. Apakah dia harus membiarkan Indonesia tetap bersatu, tetapi di bawah pengaruh komunis? Ataukah, memecah-belah negara tersebut, namun sebagian mungkin bisa dia tempatkan dalam kekuasaan nonkomunis?
Tentu saja, analisa di atas sekadar spekulasi.
Komunis belum berkuasa dan Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Presiden Soekarno. Tetapi, melihat meluasnya pengikut PKI setelah Pemilu 1955, ditambah munculnya ajakan Bung Karno kepada PKI masuk dalam pemerintahan, dilengkapi kenyataan AS tidak bisa menjadikan Bung Karno sebagai bonekanya, Ike lebih suka merancang skenario memecah-belah Indonesia.
Bung Karno yang dinilai akan segera jatuh ke kubu pengaruh komunis, harus digoyang dan kalau mungkin dilengserkan. Kebijakan yang digariskan Ike tersebut segera dilaksanakan dengan bersemangat oleh dua bersaudara Dulles: Menteri Luar Negeri John Foster Dulles bersama Allen Dulles, Direktur CIA, dinas rahasia AS.
Maka, mulailah kebijakan meng-obok-obok Indonesia. Antara lain dengan mengalirkan dana, personel, berikut peralatan militer, menunjang pemberontakan PRRI/Permesta.
Ada dalil terkenal dari Menlu Dulles, "...jika Anda bukan rekan, pasti musuh." Dalam prespektif ini, dinas rahasia AS CIA pada khususnya dan juga pemerintahan Eisenhower pada umumnya, tanpa sadar justru meminjam taktik komunis, menghalalkan segala macam cara. Hal itu diperburuk oleh batasan luas tentang apa yang mereka sebut komunis. Ke dalam batasan itu kemudian tercakup semua kelompok kiri, gerakan revolusioner, dan juga kaum nasionalis yang tidak mau diajaknya.
Pada sisi lain harus dipahami, mengapa meletus pemberontakan PRRI/Permesta?
Isu yang dipakai untuk memulai pemberontakan adalah kurangnya perhatian pemerintah pusat di Jakarta kepada persoalan daerah. Arus besar pemikiran menentang Jakarta ini dilengkapi sejumlah sentimen pribadi, dan juga kekalahan politik pada Pemilu 1955.
Adalah sangat menarik untuk mengkaji Pemilu 1955. Sampai hari ini para pengamat tetap menyebutkan, itulah pemilu paling demokratis yang pernah terselenggara di Indonesia.
Perlu diingat, pada pemilu tersebut, untuk pertama kalinya PKI tampil sebagai partai terbesar keempat. Sementara kita tidak bisa melupakan, CIA sudah pernah memberikan dana rahasia sebesar satu juta dollar AS kepada salah satu partai peserta pemilu, sebagai upaya membendung kemenangan PKI.
Maka pertanyaannya, apakah dana rahasia dari CIA telah dikorup oleh para elite parpol bersangkutan? Ataukah, PKI lebih pandai dalam menjual gagasan, menawarkan ide serta memberikan impian, sehingga berhasil merebut massa dalam jumlah di luar dugaan?
Kemenangan dalam pemilu yang demokratis ini ternyata dijawab dengan aksi nondemokratis. Dengan dalih Indonesia tidak boleh dibiarkan jatuh ke kubu komunis, CIA segera melancarkan operasi rahasia dengan memanfaatkan munculnya pergolakan di daerah dan tampilnya sejumlah kolonel pembangkang yang kebetulan panglima militer di daerah bergolak.
Akhirnya, sesudah menelan korban ribuan orang tewas, baik pada rakyat biasa, para pemberontak dan juga tentara pusat, operasi rahasia CIA untuk mendukung pemberontakan PRRI/ Permesta mengalami kegagalan memalukan.
OPERASI tersebut mengerahkan sejumlah tenaga ahli CIA untuk memberikan latihan perang dan mendampingi pertempuran di Sumatera Barat dan Sulawesi Utara. Menyelenggarakan pelatihan di Saipan, mengalirkan perbekalan militer, menebar uang rupiah palsu, mengirim kapal selam, pesawat terbang dan juga para penerbang tempur. Bahkan, CIA merekrut para veteran perang asal Polandia, Taiwan, dan Filipina, untuk membantu memenangkan perang kotor mereka.
Dengan melakukan wawancara kepada para pelaku dari kedua sisi serta memanfaatkan beragam dokumen yang selama ini dirahasiakan, kisah petualangan CIA di Indonesia tampil lebih jernih. Buku ini juga menyoroti kemampuan tempur para pemberontak yang segera kedodoran meski memiliki persenjataan jauh lebih baik daripada pasukan pusat.
Terjadilah perpecahan antara para politisi sipil dan kaum militer di kubu pemberontak. Para politisi mencoba meneruskan perjuangan lewat aliansi dengan gerakan Darul Islam (DI) di Aceh dan Sulawesi Selatan dengan membentuk Republik Persatuan Indonesia (RPI). Sementara para pemberontak eks militer menolak kerja sama semacam ini, sebab beberapa tahun sebelumnya, mereka adalah penumpas gerakan separatis.
Secara plastis buku ini melukiskan AH Nasution yang sedang kekurangan pasukan, Ahmad Yani tidak punya peta pendaratan, dan Benny Moerdani yang belum pernah mengikuti latihan terjun payung. Dengan segala keterbatasan, mereka itu nekat menumpas pemberontakan.
Diulas juga tentang nasib tragis Kawilarang. Teman satu kelas Nasution ini tidak pernah berniat memberontak dan tak mau menerima bantuan CIA, tetapi di sisi lain dia tidak rela tanah leluhurnya dihancurkan.
Bahwa CIA berminat menggoyang Bung Karno memang bukan sekadar analisa. Tetapi, bagaimana mereka bisa leluasa campur tangan di Indonesia?
Jawabannya mungkin dilihat dari perundingan Ahmad Husein dan Ventje Sumual dengan Foster Collins, agen CIA di Singapura.
Sayang, buku ini tidak banyak menyinggung peran para politisi sipil pendukung pemberontakan. Satu-satunya yang dikisahkan agak rinci hanya peran Sumitro Djojohadikusumo. Tokoh ini bukan hanya ikut dalam pertemuan di Sungai Dareh (ketika para pemberontak merancang pembangkangan), tetapi dia juga yang aktif melakukan shopping persenjataan sejak dari Eropa Barat sampai Taiwan.
Kini, semua peristiwa dalam buku ini, tinggal menjadi sebuah catatan sejarah. Hikmah yang bisa dipetik adalah pelajaran bahwa setiap boneka, hanya akan bisa berkiprah kalau sedang dimainkan oleh sang dalang. Begitu pihak dalang, CIA dan Pemerintah AS menarik dukungannya, maka hari-hari akhir pemberontakan PRRI/Permesta tinggal dihitung dengan jari.
Tragisnya, kebijakan AS ternyata bisa berubah dengan mendadak.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=127934
Kebijakan itu dilakukan AS, setelah mereka kecolongan, karena sesudah AS dan Uni Soviet bersekutu dalam menggempur Jerman dan Jepang, justru pihak komunis yang memetik keuntungan, menguasai Eropa Timur, separo Jerman serta seluruh Cina daratan.
Dwight Eisenhower, pensiunan jenderal bintang lima, mantan Panglima Besar Sekutu di Eropa, tahun 1953 terpilih sebagai Presiden AS. Sejak hari pertama berkantor di Gedung Putih, Eisenhower yang lebih dikenal dengan panggilan Ike, merasa punya tugas menghancurkan komunisme.
Sedangkan untuk membendung pengaruh Cina komunis di Asia Tenggara, Ike dihadapkan kepada dilema. Apakah dia harus membiarkan Indonesia tetap bersatu, tetapi di bawah pengaruh komunis? Ataukah, memecah-belah negara tersebut, namun sebagian mungkin bisa dia tempatkan dalam kekuasaan nonkomunis?
Tentu saja, analisa di atas sekadar spekulasi.
Komunis belum berkuasa dan Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Presiden Soekarno. Tetapi, melihat meluasnya pengikut PKI setelah Pemilu 1955, ditambah munculnya ajakan Bung Karno kepada PKI masuk dalam pemerintahan, dilengkapi kenyataan AS tidak bisa menjadikan Bung Karno sebagai bonekanya, Ike lebih suka merancang skenario memecah-belah Indonesia.
Bung Karno yang dinilai akan segera jatuh ke kubu pengaruh komunis, harus digoyang dan kalau mungkin dilengserkan. Kebijakan yang digariskan Ike tersebut segera dilaksanakan dengan bersemangat oleh dua bersaudara Dulles: Menteri Luar Negeri John Foster Dulles bersama Allen Dulles, Direktur CIA, dinas rahasia AS.
Maka, mulailah kebijakan meng-obok-obok Indonesia. Antara lain dengan mengalirkan dana, personel, berikut peralatan militer, menunjang pemberontakan PRRI/Permesta.
***
BUKU Feet of the Fire karya bersama Kenneth Conboy & James Morrison dengan rinci mengungkapkan operasi rahasia CIA dalam menggoyang kekuasaan Bung Karno tahun 1957-1958. Operasi militer itu berupaya menyingkirkan rezim yang sedang tidak disukai AS dan menggantikannya dengan penguasa boneka.Ada dalil terkenal dari Menlu Dulles, "...jika Anda bukan rekan, pasti musuh." Dalam prespektif ini, dinas rahasia AS CIA pada khususnya dan juga pemerintahan Eisenhower pada umumnya, tanpa sadar justru meminjam taktik komunis, menghalalkan segala macam cara. Hal itu diperburuk oleh batasan luas tentang apa yang mereka sebut komunis. Ke dalam batasan itu kemudian tercakup semua kelompok kiri, gerakan revolusioner, dan juga kaum nasionalis yang tidak mau diajaknya.
Pada sisi lain harus dipahami, mengapa meletus pemberontakan PRRI/Permesta?
Isu yang dipakai untuk memulai pemberontakan adalah kurangnya perhatian pemerintah pusat di Jakarta kepada persoalan daerah. Arus besar pemikiran menentang Jakarta ini dilengkapi sejumlah sentimen pribadi, dan juga kekalahan politik pada Pemilu 1955.
Adalah sangat menarik untuk mengkaji Pemilu 1955. Sampai hari ini para pengamat tetap menyebutkan, itulah pemilu paling demokratis yang pernah terselenggara di Indonesia.
Perlu diingat, pada pemilu tersebut, untuk pertama kalinya PKI tampil sebagai partai terbesar keempat. Sementara kita tidak bisa melupakan, CIA sudah pernah memberikan dana rahasia sebesar satu juta dollar AS kepada salah satu partai peserta pemilu, sebagai upaya membendung kemenangan PKI.
Maka pertanyaannya, apakah dana rahasia dari CIA telah dikorup oleh para elite parpol bersangkutan? Ataukah, PKI lebih pandai dalam menjual gagasan, menawarkan ide serta memberikan impian, sehingga berhasil merebut massa dalam jumlah di luar dugaan?
Kemenangan dalam pemilu yang demokratis ini ternyata dijawab dengan aksi nondemokratis. Dengan dalih Indonesia tidak boleh dibiarkan jatuh ke kubu komunis, CIA segera melancarkan operasi rahasia dengan memanfaatkan munculnya pergolakan di daerah dan tampilnya sejumlah kolonel pembangkang yang kebetulan panglima militer di daerah bergolak.
Akhirnya, sesudah menelan korban ribuan orang tewas, baik pada rakyat biasa, para pemberontak dan juga tentara pusat, operasi rahasia CIA untuk mendukung pemberontakan PRRI/ Permesta mengalami kegagalan memalukan.
***
OPERASI tersebut mengerahkan sejumlah tenaga ahli CIA untuk memberikan latihan perang dan mendampingi pertempuran di Sumatera Barat dan Sulawesi Utara. Menyelenggarakan pelatihan di Saipan, mengalirkan perbekalan militer, menebar uang rupiah palsu, mengirim kapal selam, pesawat terbang dan juga para penerbang tempur. Bahkan, CIA merekrut para veteran perang asal Polandia, Taiwan, dan Filipina, untuk membantu memenangkan perang kotor mereka.
Dengan melakukan wawancara kepada para pelaku dari kedua sisi serta memanfaatkan beragam dokumen yang selama ini dirahasiakan, kisah petualangan CIA di Indonesia tampil lebih jernih. Buku ini juga menyoroti kemampuan tempur para pemberontak yang segera kedodoran meski memiliki persenjataan jauh lebih baik daripada pasukan pusat.
Terjadilah perpecahan antara para politisi sipil dan kaum militer di kubu pemberontak. Para politisi mencoba meneruskan perjuangan lewat aliansi dengan gerakan Darul Islam (DI) di Aceh dan Sulawesi Selatan dengan membentuk Republik Persatuan Indonesia (RPI). Sementara para pemberontak eks militer menolak kerja sama semacam ini, sebab beberapa tahun sebelumnya, mereka adalah penumpas gerakan separatis.
Secara plastis buku ini melukiskan AH Nasution yang sedang kekurangan pasukan, Ahmad Yani tidak punya peta pendaratan, dan Benny Moerdani yang belum pernah mengikuti latihan terjun payung. Dengan segala keterbatasan, mereka itu nekat menumpas pemberontakan.
Diulas juga tentang nasib tragis Kawilarang. Teman satu kelas Nasution ini tidak pernah berniat memberontak dan tak mau menerima bantuan CIA, tetapi di sisi lain dia tidak rela tanah leluhurnya dihancurkan.
Bahwa CIA berminat menggoyang Bung Karno memang bukan sekadar analisa. Tetapi, bagaimana mereka bisa leluasa campur tangan di Indonesia?
Jawabannya mungkin dilihat dari perundingan Ahmad Husein dan Ventje Sumual dengan Foster Collins, agen CIA di Singapura.
Sayang, buku ini tidak banyak menyinggung peran para politisi sipil pendukung pemberontakan. Satu-satunya yang dikisahkan agak rinci hanya peran Sumitro Djojohadikusumo. Tokoh ini bukan hanya ikut dalam pertemuan di Sungai Dareh (ketika para pemberontak merancang pembangkangan), tetapi dia juga yang aktif melakukan shopping persenjataan sejak dari Eropa Barat sampai Taiwan.
Kini, semua peristiwa dalam buku ini, tinggal menjadi sebuah catatan sejarah. Hikmah yang bisa dipetik adalah pelajaran bahwa setiap boneka, hanya akan bisa berkiprah kalau sedang dimainkan oleh sang dalang. Begitu pihak dalang, CIA dan Pemerintah AS menarik dukungannya, maka hari-hari akhir pemberontakan PRRI/Permesta tinggal dihitung dengan jari.
Tragisnya, kebijakan AS ternyata bisa berubah dengan mendadak.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=127934
Anda merasa ada yang berbeda, obrolan anda dengannya selalu menarik, tapi terkadang sulit meyakinkan diri anda apakah itu benar-benar cinta.
Bagaimana anda mengartikan getaran yang anda rasakan, perasaan gugup karena menanti bertemu dengannya atau hanya karena belum sarapan? Berikut ini adalah tanda-tanda jika itu memang benar love, love, love.
Anda adalah sahabat terbaiknya. Anda tertawa bersamanya lebih sering dibandingkan dengan orang lain. Anda saling mengingat hal-hal kecil mengenai satu sama lain, seperti makanan favorit, tempat favorit, fashion apa yang disukainya, apa yang ia sukai dari teman dekatnya, tapi apakah itu cukup? Baca tanda-tanda berikut agar anda lebih yakin dengan perasaan anda.
Ia akan:
Yang akan anda rasakan:
Tanda bahwa itu bukan cinta:
Tips sebelum anda membuat komitmen:
Bagaimana anda mengartikan getaran yang anda rasakan, perasaan gugup karena menanti bertemu dengannya atau hanya karena belum sarapan? Berikut ini adalah tanda-tanda jika itu memang benar love, love, love.
Anda adalah sahabat terbaiknya. Anda tertawa bersamanya lebih sering dibandingkan dengan orang lain. Anda saling mengingat hal-hal kecil mengenai satu sama lain, seperti makanan favorit, tempat favorit, fashion apa yang disukainya, apa yang ia sukai dari teman dekatnya, tapi apakah itu cukup? Baca tanda-tanda berikut agar anda lebih yakin dengan perasaan anda.
Ia akan:
- Menempatkan anda dalam urutan pertama (memberikan perhatian, anda pasti tahu kalau anda tidak didalam urutan itu)
- Mengenalkan anda pada keluarganya
- Membuat rencana masa depan (waktu dekat atau jauh)
- Melakukan hal yang tidak pernah dilakukannya dengan anda
- Berbagi rahasia dan mimpi-mimpinya dimasa depan pada anda
- Mencemaskan bagaimana kesan teman-teman anda padanya
- Segera datang ketika anda memintanya
- Melakukan hal yang bisa membuat anda nyaman atau membantu melepaskan stres anda (seperti memberi kejutan makan malam disaat anda sedang sibuk dengan pekerjaan, mengusap kaki anda, atau menanyakan tentang hari anda)
- Menghargai dan membalas perasaan anda dan tindakan yang anda lakukan seperti membalas pesan anda, atau memberikan anda hadiah.
Yang akan anda rasakan:
- Sangat senang, tapi tetap tenang
- Rapuh, tapi kuat
- Nyaman menjadi diri anda saat didekatnya
- Anda seperti ingin melibatkannya dalam segala hal
- Anda merindukannya ketika ia tidak ada
- Anda tidak sabar bertemu dengannya, berbicara dengannya, dan selalu ingin dekat dengannya
- Anda menginginkan ia hanya milik anda seorang
- Anda mempunyai keinginan kuat untuk melakukan hal romatis dengannya yang tidak pernah anda pikirkan sebelumnya
Tanda bahwa itu bukan cinta:
- Mereka berubah pikiran atau membatalkan berkencan dengan anda
- Membicarakan tentang komitmen yang membuat anda gelisah atau tidak nyaman
- Dia maupun anda juga berhubungan dengan orang lain
- Segala sesuatu berjalan terlalu ceoat bagi salah satu dari anda berdua.
- Anda merasa ia kurang dibandingkan dengan orang lain
- Ketika anda menonton film atau mendengar lagu yang romantis anda merasa ada perasaan yang hilang yang selama ini tidak pernah anda rasakan
Tips sebelum anda membuat komitmen:
- Bandingkan ia dengan seseorang yang sebenarnya anda inginkan dan pantas untuk anda.
- Perhatikan bagaimana ia memperlakukan teman-teman, keluarga, teman kerjanya, atau orang lain. Dengan begitu anda akan tahu bagaimana ia akan memperlakukan anda ke depannya dan bagaimana karakter ia sebenarnya.
- Tanyakan pada diri anda sebarapa baik anda mengenalnya, dan ia mengenal anda.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=20663
1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yg tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsungkita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. DIAM
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.
4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari!
6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yg kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhiranda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian ( dan juga permintaan maaf ) adalah kado indah yang sering terlupakan.
7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yg berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalahjuga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yg sempurna di dunia ini.
8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yg beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yg tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsungkita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
3. DIAM
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.
4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari!
6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yg kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhiranda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian ( dan juga permintaan maaf ) adalah kado indah yang sering terlupakan.
7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yg berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalahjuga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yg sempurna di dunia ini.
8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yg beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=128778
Anak-anak memang rentan terkena penyakit. Baru saja sembuh dari diare, batu-pilek bisa saja menyergap. Salah satu kondisi "sakit" yang paling diderita anak adalah demam. Namun, para orangtua perlu mengetahui bahwa demam yang muncul pada si kecil hanya merupakan gejala dari sakit yang sesungguhnya.
Demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika melawan suatu penyakit. Tubuh dikatakan demam jika suhunya lebih dari normal, yaitu 37,5 derajat celsius diukur dengan termometer. Demam merupakan alarm tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap suatu gangguan. Pemeriksaan dokter akan memunculkan diagnosis penyakit si kecil.
Pada umumnya tubuh demam karena dua hal:
1. Penyesuaian dengan lingkungan
Dalam keadaan normal, suhu tubuh diatur oleh pusat pengatur suhu badan di hipotalamus. Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan diri.
Proses penyesuaian inilah yang menampilkan mekanisme tertentu. Misalnya, jika udara di sekitar dingin, pembuluh darah mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Sebaliknya jika udara di luar panas, pembuluh darah melebar, dan kelenjar keringat bekerja untuk melepas kelembaban.
2. Melawan infeksi
Ketika sel-sel darah putih sebagai "pasukan" yang melawan penyakit bekerja keras melawan musuh, maka saat itu ada zat-zat kimia yang dilepaskan dalam aliran darah dan berkelaan mengirim laporan ke otak. Laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh meningkatkan suhunya. Alasannya, untuk menghambat perkembangbiakan penyakit yang masuk. Selain itu, diharapkan dapat membantu merangsang pembuatan antibodi.
Yang patut diketahui orangtua adalah penanganan pada anak demam:
Demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika melawan suatu penyakit. Tubuh dikatakan demam jika suhunya lebih dari normal, yaitu 37,5 derajat celsius diukur dengan termometer. Demam merupakan alarm tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap suatu gangguan. Pemeriksaan dokter akan memunculkan diagnosis penyakit si kecil.
Pada umumnya tubuh demam karena dua hal:
1. Penyesuaian dengan lingkungan
Dalam keadaan normal, suhu tubuh diatur oleh pusat pengatur suhu badan di hipotalamus. Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan diri.
Proses penyesuaian inilah yang menampilkan mekanisme tertentu. Misalnya, jika udara di sekitar dingin, pembuluh darah mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Sebaliknya jika udara di luar panas, pembuluh darah melebar, dan kelenjar keringat bekerja untuk melepas kelembaban.
2. Melawan infeksi
Ketika sel-sel darah putih sebagai "pasukan" yang melawan penyakit bekerja keras melawan musuh, maka saat itu ada zat-zat kimia yang dilepaskan dalam aliran darah dan berkelaan mengirim laporan ke otak. Laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh meningkatkan suhunya. Alasannya, untuk menghambat perkembangbiakan penyakit yang masuk. Selain itu, diharapkan dapat membantu merangsang pembuatan antibodi.
Yang patut diketahui orangtua adalah penanganan pada anak demam:
- Anda bisa memberinya obat penurun panas dengan dosis yang sesuai petunjuk dokter.
- Kompres si kecil di daerah kepala, ketiak, selangkangan dengan menggunakan air hangat.
- Usahakan agar si kecil mengenakan pakaian yang tipis dan longgar agar tidak kegerahan. Jika suhu tubuhnya meninggi, dekap ia dalam pelukan Anda sehingga panasnya bisa berpindah ke tubuh Anda.
Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/16/11103863/Demam.Bukanlah.Penyakit
– di antara pen-Tidak-an dan peng-Iya-an
Bagi Rendra, hidup adalah perjuangan dan dalam kasus Indonesia, setiap perjuangan –apa pun perjuangannya– pastilah punya kadar sebagai perjuangan politik.
Yang menonjol dari jelujur riwayat kehidupan Rendra adalah kenyataan betapa ia hidup dalam lingkungan yang nyaris selalu berkata “tidak” kepadanya. Hidup Rendra –sedari kecilnya– diabadikan untuk berjuang mencoba mengubah “pen-Tidak-an” itu agar menjadi “peng-Iya-an”, paling tidak permakluman.
Rendra kecil hidup dan dibesarkan di tengah keluarga yang keras. Ayahnya (Raden Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo) adalah sumber pertama perjuangannya. Sang Ayah inilah yang dianggapnya kerap menjegal kegairahan yang terus membesar Rendra pada fantasi dan imajinasi dengan terus menerus mendesakkan kaidah-kaidah kehidupan yang rasional, ilmiah juga taat asas. Ayahnya pula yang bahkan meminta pihak sekolah untuk men-skors Rendra yang urakan dan sukar diatur.
Sajak “Suto Mencari Bapak”, salah satu sajaknya yang terpanjang, adalah bukti otentik perjuangan Rendra dalam menghadapi “pen-Tidak-an” yang diterimanya dari sang bapak. Rendra, kepada Romo Mudji Sutrisno, memang akhirnya membeberkan tafsirnya sendiri atas sajak itu di mana –kata Rendra– “bapak di situ bisa ditafsirkan sebagai Tuhan…”
Gaya hidupnya yang mbeling juga bisa dibaca sebagai perjuangannya menghadapi standar moral dan kehidupan yang dianggapnya mengekang kebebesannya sebagai manusia-pencipta. Di sini, ia melanjutkan stereotipe seorang penyair sebagai manusia bebas, pemberontak, juga urakan yang pernah dilakukan dengan penuh-seluruh oleh Chairil Anwar, kendati sajak-sajaknya di era 50-an sendiri menunjukkan pen-Tidak-an atas hegemoni stilistika sajak Chairil yang membekam penyair-penyair (seperti Toto Sudarto Bachtiar, Ajip Rosidi, Mansur Samin) yang terdiri atas puisi liris yang bergumam dari dalam diri, remang dan terkadang gelap.
Ketika Rendra akhirnya menggelar sebuah perhelatan menghebohkan bertajuk “Perkemahan Kaum Urakan” di Parangtritis pada 1971, Rendra dengan energi yang paling penuh mengungkapkan perjuangannya menghadapi tatanan kehidupan yang mapan, yang tunduk pada terlampau banyak kaidah dan menggeber “spirit Ken Arok” yang –dalam kata-katanya sendiri– “dengan kekurangajarannya pada tradisi dan nilai-nilai halus masyarakat, mereka mampu mengungkapkan frustasi dan impian-impian akan perbaikan yang semula terpendam di bawah sadar…”
Bersama momen itulah, menurut saya, Rendra sudah penuh berjuang melawan “pen-Tidak-an” yang sedari dini sudah diterimanya di rumah, melalui protagonis sang-bapak yang rasional, ilmiah, juga penuh tata. Bersama dengan itu pula, karena merasa sudah penuh melawan “pen-Tidak-an” pada “tradisi dan nilai-nilai halus masyarakat”, Rendra sudah sangat siap memasuki kancah perjuangan baru: melawan “pen-Tidak-an” yang kelak akan terus-menerus dialaminya dari rezim penguasa.
Paruh pertama dekade 1970-an, seusai menggelar perhelatan kaum urakan di Parangtritis, Rendra tampil lebih galak dan frontal pada pemerintah. “Karyanya langsung pada inti kehidupan. Berani berkata putih adalah putih, dan hitam adalah hitam,” ujar Romo Dick Hartoko, salah seorang sahabat kenalnya.
Sejak itulah, pementasan drama-dramanya dan sajak-sajak yang ditulisnya menjadi mata air yang menginspirasi semangat oposan atas pemerintahan Orde Baru. Jika pada tahun-tahun terakhir kekuasaan Soekarno sajak-sajak naratif Taufik Ismail yang seakan jadi “juru bicara” gerakan perlawanan atas rezim penguasa, kali ini saja-sajak Rendra yang menggantikannya.
Rendra memang pernah bicara kalau intelektual itu mestinya berumah di atas angin, tapi Rendra tak pernah di sana –kecuali mulai Jumat kemarin– melainkan selalu di darat, menulis sajak yang keras, pentas teater dengan persistensi sikap oposan yang keras, bila perlu berdemo, dan ia juga pernah di demo (waktu tiket pentasnya di Jogja dirasa sangat mahal dan sewaktu ia menerima sokongan dana dari Gatra untuk pementasannya pasca pembredelan Tempo).
Rendra, baik itu sajaknya, naskah dramanya, pentas teaternya bahkan tubuhnya sendiri, adalah sebuah monumen di mana politik dimengerti sebagai perjuangan. Apa arti perjuangan bagi Rendra? Seperti dikatakannya dalam larik yang sangat terkenal: “perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”.
Masalahnya, Rendra selalu berkata-kata, terus menulis sajak, dan dengan demikian –inilah tugas dan “kutukan” kata-katanya– ia harus terus berjuang, apa pun arti perjuangan itu, dan di mana pun itu dilakukannya, seturut versi dan perhitungannya sendiri –karena setiap pilihan pastilah bisa didebat sampai tak ada ujung dan pangkalnya.
Barangkali karena kutukan kata-katanya itu pula, di tengah deraan penyakit yang makin keras menghajar di ujung kehidupannya, Rendra akhirnya mengambil satu langkah politik yang –sependek pengetahuan saya– tak pernah dilakukan sebelumnya: mendukung secara terbuka, terang-terangan dan verbal pasangan kandidat presiden tepat di hari pendeklarasian pasangan itu.
Entah apa yang membuat Rendra akhirnya memutuskan untuk secara terbuka, terang-terangan dan verbal mendukung Mega-Pro. Saya menduga, Rendra tahu waktu untuknya sudah segera akan habis, dan mungkin itulah satu-satunya momentum yang masih akan tersisa di mana ia bisa menghayati politik dengan intensi dan cara yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kendati –saya cukup yakin juga– ia terlalu pintar untuk tahu bahwa kali ini ia akan “kalah”. Inilah momentum terakhir di mana Burung Merak Tua itu masih mencoba mengibas-ngibaskan bulunya.
Ada satu parafrase yang sering diucapkan Rendra yaitu manjing ing kahanan. “Manjing ing kahanan itulah, kunci dari apa yang saya hayati terhadap berbagai denyut kehidupan yang tumbuh di sekitar saya,” ujar Rendra.
Secara harafiah “kahanan” berarti “keadaan” atau “situasi”. Tapi, dalam kasus dukungannya yang terbuka dan terang-terangan pada pasangan Mega-Pro pada hari deklarasinya, sesuatu yang tak pernah dilakukannya, “kahanan” itu bisa dibaca pula sebagai “Kejadian” atau “L’evenement” dalam pengertian Alain Badiou: suatu momentum yang berbeda, dramatis, genting, sekaligus menerobos, yang dilakukan dan dihayati para pelakunya sebagai sesuatu yang baru dan berarti; sesuatu yang membangkitkan subyektifitas dan militansi.
Bersama Badiou, kita menemukan politik sebagai sebuah “Kejadian” yang bukan hanya berbeda, baru, tidak sama dengan sebelum-sebelumnya, tapi juga yang membutuhkan penyikapan dan tindakan yang juga berbeda dari sebelum-sebelumnya. Ironisnya, bagi saya, momentum yang berbeda dan dramatis itu datang kepada Rendra bukan sebagai sesuatu yang sepenuhnya logis secara kalkulasi politis. Di situ, terlihat suatu pilihan yang sangat tersubyektifikasi tapi juga tak sepenuhnya jelas [bagi yang coba memahaminya] karena –masih menyebut Badiou– politik sebagai “Kejadian” memang tak selamanya datang dari penalaran dan logika yang kokoh nan keras, kadang terasa centang-perenang tapi jelas dalam pandangan Sang-Subyek, juga kerap berbauran dengan kerinduan yang kuat.
Di ujung orasinya di Bantargebang, Rendra bertanya kepada massa yang hadir: “Setujukah kalian dengan Mega-Pro?” Kita tahu, pertanyaan itu dijawab “tidak” oleh mayoritas pemilih.
Pada momen pertama sekaligus terakhir di mana ia menghayati politik dengan cara yang berbeda, kepak bulu Merak yang sudah menua itu memang sudah terlampau lemah. Politik, seperti pernah disebut Max Weber, adalah pengeboran kayu keras yang sulit dan lama. Kayu Indonesia ternyata memang sangat keras dan alot, bahkan untuk seorang Rendra sekali pun.
Momen epifani itu pun datang: Saat ia baru saja “di-Tidak-kan” oleh mayoritas pemilih, setelah sebelumnya bertahun-tahun ia kenyang “di-Tidak-kan” oleh penguasa, dalam situasi itulah ia “meng-IYA-kan” maut, pergi menghadap “Tuhan yang Maha Faham” [istilah yang digunakan Rendra dalam sajaknya Doa di Jakarta], yang kepada-Nya Rendra tak mungkin ditolak dan di-Tidak-kan.
Sumber : http://pejalanjauh.com/2009/08/rendra/
Bagi Rendra, hidup adalah perjuangan dan dalam kasus Indonesia, setiap perjuangan –apa pun perjuangannya– pastilah punya kadar sebagai perjuangan politik.
Yang menonjol dari jelujur riwayat kehidupan Rendra adalah kenyataan betapa ia hidup dalam lingkungan yang nyaris selalu berkata “tidak” kepadanya. Hidup Rendra –sedari kecilnya– diabadikan untuk berjuang mencoba mengubah “pen-Tidak-an” itu agar menjadi “peng-Iya-an”, paling tidak permakluman.
Rendra kecil hidup dan dibesarkan di tengah keluarga yang keras. Ayahnya (Raden Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo) adalah sumber pertama perjuangannya. Sang Ayah inilah yang dianggapnya kerap menjegal kegairahan yang terus membesar Rendra pada fantasi dan imajinasi dengan terus menerus mendesakkan kaidah-kaidah kehidupan yang rasional, ilmiah juga taat asas. Ayahnya pula yang bahkan meminta pihak sekolah untuk men-skors Rendra yang urakan dan sukar diatur.
Sajak “Suto Mencari Bapak”, salah satu sajaknya yang terpanjang, adalah bukti otentik perjuangan Rendra dalam menghadapi “pen-Tidak-an” yang diterimanya dari sang bapak. Rendra, kepada Romo Mudji Sutrisno, memang akhirnya membeberkan tafsirnya sendiri atas sajak itu di mana –kata Rendra– “bapak di situ bisa ditafsirkan sebagai Tuhan…”
Gaya hidupnya yang mbeling juga bisa dibaca sebagai perjuangannya menghadapi standar moral dan kehidupan yang dianggapnya mengekang kebebesannya sebagai manusia-pencipta. Di sini, ia melanjutkan stereotipe seorang penyair sebagai manusia bebas, pemberontak, juga urakan yang pernah dilakukan dengan penuh-seluruh oleh Chairil Anwar, kendati sajak-sajaknya di era 50-an sendiri menunjukkan pen-Tidak-an atas hegemoni stilistika sajak Chairil yang membekam penyair-penyair (seperti Toto Sudarto Bachtiar, Ajip Rosidi, Mansur Samin) yang terdiri atas puisi liris yang bergumam dari dalam diri, remang dan terkadang gelap.
Ketika Rendra akhirnya menggelar sebuah perhelatan menghebohkan bertajuk “Perkemahan Kaum Urakan” di Parangtritis pada 1971, Rendra dengan energi yang paling penuh mengungkapkan perjuangannya menghadapi tatanan kehidupan yang mapan, yang tunduk pada terlampau banyak kaidah dan menggeber “spirit Ken Arok” yang –dalam kata-katanya sendiri– “dengan kekurangajarannya pada tradisi dan nilai-nilai halus masyarakat, mereka mampu mengungkapkan frustasi dan impian-impian akan perbaikan yang semula terpendam di bawah sadar…”
Bersama momen itulah, menurut saya, Rendra sudah penuh berjuang melawan “pen-Tidak-an” yang sedari dini sudah diterimanya di rumah, melalui protagonis sang-bapak yang rasional, ilmiah, juga penuh tata. Bersama dengan itu pula, karena merasa sudah penuh melawan “pen-Tidak-an” pada “tradisi dan nilai-nilai halus masyarakat”, Rendra sudah sangat siap memasuki kancah perjuangan baru: melawan “pen-Tidak-an” yang kelak akan terus-menerus dialaminya dari rezim penguasa.
Paruh pertama dekade 1970-an, seusai menggelar perhelatan kaum urakan di Parangtritis, Rendra tampil lebih galak dan frontal pada pemerintah. “Karyanya langsung pada inti kehidupan. Berani berkata putih adalah putih, dan hitam adalah hitam,” ujar Romo Dick Hartoko, salah seorang sahabat kenalnya.
Sejak itulah, pementasan drama-dramanya dan sajak-sajak yang ditulisnya menjadi mata air yang menginspirasi semangat oposan atas pemerintahan Orde Baru. Jika pada tahun-tahun terakhir kekuasaan Soekarno sajak-sajak naratif Taufik Ismail yang seakan jadi “juru bicara” gerakan perlawanan atas rezim penguasa, kali ini saja-sajak Rendra yang menggantikannya.
Rendra memang pernah bicara kalau intelektual itu mestinya berumah di atas angin, tapi Rendra tak pernah di sana –kecuali mulai Jumat kemarin– melainkan selalu di darat, menulis sajak yang keras, pentas teater dengan persistensi sikap oposan yang keras, bila perlu berdemo, dan ia juga pernah di demo (waktu tiket pentasnya di Jogja dirasa sangat mahal dan sewaktu ia menerima sokongan dana dari Gatra untuk pementasannya pasca pembredelan Tempo).
Rendra, baik itu sajaknya, naskah dramanya, pentas teaternya bahkan tubuhnya sendiri, adalah sebuah monumen di mana politik dimengerti sebagai perjuangan. Apa arti perjuangan bagi Rendra? Seperti dikatakannya dalam larik yang sangat terkenal: “perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”.
Masalahnya, Rendra selalu berkata-kata, terus menulis sajak, dan dengan demikian –inilah tugas dan “kutukan” kata-katanya– ia harus terus berjuang, apa pun arti perjuangan itu, dan di mana pun itu dilakukannya, seturut versi dan perhitungannya sendiri –karena setiap pilihan pastilah bisa didebat sampai tak ada ujung dan pangkalnya.
Barangkali karena kutukan kata-katanya itu pula, di tengah deraan penyakit yang makin keras menghajar di ujung kehidupannya, Rendra akhirnya mengambil satu langkah politik yang –sependek pengetahuan saya– tak pernah dilakukan sebelumnya: mendukung secara terbuka, terang-terangan dan verbal pasangan kandidat presiden tepat di hari pendeklarasian pasangan itu.
Entah apa yang membuat Rendra akhirnya memutuskan untuk secara terbuka, terang-terangan dan verbal mendukung Mega-Pro. Saya menduga, Rendra tahu waktu untuknya sudah segera akan habis, dan mungkin itulah satu-satunya momentum yang masih akan tersisa di mana ia bisa menghayati politik dengan intensi dan cara yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kendati –saya cukup yakin juga– ia terlalu pintar untuk tahu bahwa kali ini ia akan “kalah”. Inilah momentum terakhir di mana Burung Merak Tua itu masih mencoba mengibas-ngibaskan bulunya.
Ada satu parafrase yang sering diucapkan Rendra yaitu manjing ing kahanan. “Manjing ing kahanan itulah, kunci dari apa yang saya hayati terhadap berbagai denyut kehidupan yang tumbuh di sekitar saya,” ujar Rendra.
Secara harafiah “kahanan” berarti “keadaan” atau “situasi”. Tapi, dalam kasus dukungannya yang terbuka dan terang-terangan pada pasangan Mega-Pro pada hari deklarasinya, sesuatu yang tak pernah dilakukannya, “kahanan” itu bisa dibaca pula sebagai “Kejadian” atau “L’evenement” dalam pengertian Alain Badiou: suatu momentum yang berbeda, dramatis, genting, sekaligus menerobos, yang dilakukan dan dihayati para pelakunya sebagai sesuatu yang baru dan berarti; sesuatu yang membangkitkan subyektifitas dan militansi.
Bersama Badiou, kita menemukan politik sebagai sebuah “Kejadian” yang bukan hanya berbeda, baru, tidak sama dengan sebelum-sebelumnya, tapi juga yang membutuhkan penyikapan dan tindakan yang juga berbeda dari sebelum-sebelumnya. Ironisnya, bagi saya, momentum yang berbeda dan dramatis itu datang kepada Rendra bukan sebagai sesuatu yang sepenuhnya logis secara kalkulasi politis. Di situ, terlihat suatu pilihan yang sangat tersubyektifikasi tapi juga tak sepenuhnya jelas [bagi yang coba memahaminya] karena –masih menyebut Badiou– politik sebagai “Kejadian” memang tak selamanya datang dari penalaran dan logika yang kokoh nan keras, kadang terasa centang-perenang tapi jelas dalam pandangan Sang-Subyek, juga kerap berbauran dengan kerinduan yang kuat.
Di ujung orasinya di Bantargebang, Rendra bertanya kepada massa yang hadir: “Setujukah kalian dengan Mega-Pro?” Kita tahu, pertanyaan itu dijawab “tidak” oleh mayoritas pemilih.
Pada momen pertama sekaligus terakhir di mana ia menghayati politik dengan cara yang berbeda, kepak bulu Merak yang sudah menua itu memang sudah terlampau lemah. Politik, seperti pernah disebut Max Weber, adalah pengeboran kayu keras yang sulit dan lama. Kayu Indonesia ternyata memang sangat keras dan alot, bahkan untuk seorang Rendra sekali pun.
Momen epifani itu pun datang: Saat ia baru saja “di-Tidak-kan” oleh mayoritas pemilih, setelah sebelumnya bertahun-tahun ia kenyang “di-Tidak-kan” oleh penguasa, dalam situasi itulah ia “meng-IYA-kan” maut, pergi menghadap “Tuhan yang Maha Faham” [istilah yang digunakan Rendra dalam sajaknya Doa di Jakarta], yang kepada-Nya Rendra tak mungkin ditolak dan di-Tidak-kan.
Sumber : http://pejalanjauh.com/2009/08/rendra/
Marah adalah kondisi dimana lidah bekeja lebih cepat dibandingkan pikiran.
Kita tak bisa mengubah masa lalu, tapi bisa menghancurkan masa kini karena mencemaskan masa depan.
Mencinta dan Anda akan dicinta.
Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang membiarkan Tuhan yang menentukan pilihan.
Semua orang tersenyum dengan bahasa dengan bahasa yang sama.
Pelukan adalah hadiah besar. Satu ukuran cocok untuk semua orang. Bisa diberikan kapan saja dan mudah saling tukar.
Semua orang pelu dicintai, terutama ketika mereka tidak pantas menerimanya.
Nilai sejati dari manusia adalah kekayaan yang ditanamkannya di akhirat.
Semua orang punya keindahan, tapi tidak semua orang bisa melihatnya.
Penting bagi orangtua untuk hidup sesuai apa yang mereka ajarkan.
Berterima kasih kepada Tuhan untuk segala yang Anda miliki, percaya pada Tuhan untuk semua yang Anda perlukan.
Jika Anda mengisi hati dengan penyesalan masa lalu dan keceamsan-kecemasan hari esok, Anda tak punya hari ini untuk disyukuri.
Kenangan bahagia tak pernah membosankan. Hidupkan kebali sesering yang Anda inginkan.
Rumah adalah tempat dimana kita paling sering menggerutu, tapi sering diperlakukan terbaik.
Manusia melihat penampilan luar, Tuhan melihat hati.
Pilihan yang Anda buat hari ini biasanya akan mempengaruhi hari esok.
Luangkan waktu untuk tertawa, karena tertawa adalah musik jiwa.
Jika seseorang menjelekkan Anda, anggap saja tak seorang pun akan percaya kepadanya.
Cinta dikuatkan dengan menyelesaikan konflik bersama.
Cinta adalah satu-satunya hal yang bisa dibagi-bagi tanpa menjadi berkurang.
Hal terbaik yang bisa dilakukan orangtua untuk anak-anak mereka adalah saling mencinta satu sama lain.
Kata kasar tak akan mematahkan tulang, tapi menyakiti hati.
Untuk keluar dari kesulitan, biasanya seseorang harus menjalaninya.
Kebahagiaan dapat dikuatkan orang lain, tapi tak pernah tergantung pada orang lain.
Untuk setiap menit Anda marah dengan seseorang, Anda kehilangan 60 detik kebahagiaan yang tak akan diraih kembali.
Lakukan apa yang bisa Anda lakukan, menurut apa yang Anda lakukan, dengan apa yang Anda miliki, dan dimana Anda berada.
Hadiah terbaik untuk diberikan :
- Kepada teman : kesetiaan
- Kepada musuh : pemaafan
- Kepada atasan : pelayanan
- Kepada anak : teladan
- Kepada orangtua : cinta dan kesediaan
- Kepada semua orang : cinta
- Kepada Tuhan : hidup kita.
Sumber : http://kardustinta.blogspot.com/2009/05/kaidah-kehidupan.html
Kita tak bisa mengubah masa lalu, tapi bisa menghancurkan masa kini karena mencemaskan masa depan.
Mencinta dan Anda akan dicinta.
Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang membiarkan Tuhan yang menentukan pilihan.
Semua orang tersenyum dengan bahasa dengan bahasa yang sama.
Pelukan adalah hadiah besar. Satu ukuran cocok untuk semua orang. Bisa diberikan kapan saja dan mudah saling tukar.
Semua orang pelu dicintai, terutama ketika mereka tidak pantas menerimanya.
Nilai sejati dari manusia adalah kekayaan yang ditanamkannya di akhirat.
Semua orang punya keindahan, tapi tidak semua orang bisa melihatnya.
Penting bagi orangtua untuk hidup sesuai apa yang mereka ajarkan.
Berterima kasih kepada Tuhan untuk segala yang Anda miliki, percaya pada Tuhan untuk semua yang Anda perlukan.
Jika Anda mengisi hati dengan penyesalan masa lalu dan keceamsan-kecemasan hari esok, Anda tak punya hari ini untuk disyukuri.
Kenangan bahagia tak pernah membosankan. Hidupkan kebali sesering yang Anda inginkan.
Rumah adalah tempat dimana kita paling sering menggerutu, tapi sering diperlakukan terbaik.
Manusia melihat penampilan luar, Tuhan melihat hati.
Pilihan yang Anda buat hari ini biasanya akan mempengaruhi hari esok.
Luangkan waktu untuk tertawa, karena tertawa adalah musik jiwa.
Jika seseorang menjelekkan Anda, anggap saja tak seorang pun akan percaya kepadanya.
Cinta dikuatkan dengan menyelesaikan konflik bersama.
Cinta adalah satu-satunya hal yang bisa dibagi-bagi tanpa menjadi berkurang.
Hal terbaik yang bisa dilakukan orangtua untuk anak-anak mereka adalah saling mencinta satu sama lain.
Kata kasar tak akan mematahkan tulang, tapi menyakiti hati.
Untuk keluar dari kesulitan, biasanya seseorang harus menjalaninya.
Kebahagiaan dapat dikuatkan orang lain, tapi tak pernah tergantung pada orang lain.
Untuk setiap menit Anda marah dengan seseorang, Anda kehilangan 60 detik kebahagiaan yang tak akan diraih kembali.
Lakukan apa yang bisa Anda lakukan, menurut apa yang Anda lakukan, dengan apa yang Anda miliki, dan dimana Anda berada.
Hadiah terbaik untuk diberikan :
- Kepada teman : kesetiaan
- Kepada musuh : pemaafan
- Kepada atasan : pelayanan
- Kepada anak : teladan
- Kepada orangtua : cinta dan kesediaan
- Kepada semua orang : cinta
- Kepada Tuhan : hidup kita.
Sumber : http://kardustinta.blogspot.com/2009/05/kaidah-kehidupan.html
Al kisah ada seorang dermawan yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan.
Dia telah menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang ditemuinya.
Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang penjahat beringas. Mendengar kbr ini si dermawan hanya mengatakan” Ya Tuhan aku telah memberikan uang ke pada seorang penjahat”
Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan sejumlah uang kepada orng tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan uang kpd seorang koruptor. Mendapat kabar ini si dermawan hanya berkata “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.
Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan segera dia menyerahkan sejumlah uang yang memang telah disiapkannya. Maka esok harinya pun tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang kaya raya. Mendengar hal ini si dermawan hanya berkata. ” Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada penjahat, koruptor dan seorang yang kaya raya”.
Sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa si dermawan ini adalah seorang yang “Ceroboh” Asal saja dia memberikan uang yang dimilikinya kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal jika dia lebih teliti maka niat baik nya itu bisa lebih berguna tersalurkan kepada orang yang memang membutuhkan.
Tapi ternyata suatu niat yg baik pasti akan berakhir dengan baik, pun begitu pula dengan “kecerobohan” si dermawan.
Uang yg diberikannya kepada sang penjahat ternyata mampu menyadarkannya bahwa di dunia ini masih ada orang baik, orang yg peduli dengan lingkungan sekitarnya. Penjahat ini bertobat dan menggunakan uang pemberian sang dermawan sebagai modal usaha. Sementara sang koroptor, uang cuma-cuma yg diterimanya ternyata menyentuh hati nuraninya yang selama ini telah tertutupi oleh keserakahan, dia menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang berapa banyak yang bisa kita dapatkan. Dia bertekad mengubah dirinya menjadi orang yang baik, pejabat yang jujur dan amanah. Sementara itu pemberian yg diterima oleh si kaya raya telah menelanjangi dirinya, karena selama ini dia adalah seorang yg kikir, tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain, baginya segala sesuatu harus lah ada timbal baliknya. Dirinya merasa malu kepada si dermawan yang dengan kesederhananya ternyata masih bisa berbagi dengan orang lain.
Sahabat, tak akan ada yang berakhir dengan sia-sia terhadap sutau kebaikan. Karena kebaikan akan berakhir pula dengan kebaikan. Hidup ini bukanlah soal berapa banyak yang bisa kita dapatkan, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan.
Sumber : http://www.resensi.net/perbuatan-baik-tidak-pernah-sia-sia/2010/06/#more-727
Dia telah menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang ditemuinya.
Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang penjahat beringas. Mendengar kbr ini si dermawan hanya mengatakan” Ya Tuhan aku telah memberikan uang ke pada seorang penjahat”
Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan sejumlah uang kepada orng tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan uang kpd seorang koruptor. Mendapat kabar ini si dermawan hanya berkata “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.
Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan segera dia menyerahkan sejumlah uang yang memang telah disiapkannya. Maka esok harinya pun tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang kaya raya. Mendengar hal ini si dermawan hanya berkata. ” Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada penjahat, koruptor dan seorang yang kaya raya”.
Sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa si dermawan ini adalah seorang yang “Ceroboh” Asal saja dia memberikan uang yang dimilikinya kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal jika dia lebih teliti maka niat baik nya itu bisa lebih berguna tersalurkan kepada orang yang memang membutuhkan.
Tapi ternyata suatu niat yg baik pasti akan berakhir dengan baik, pun begitu pula dengan “kecerobohan” si dermawan.
Uang yg diberikannya kepada sang penjahat ternyata mampu menyadarkannya bahwa di dunia ini masih ada orang baik, orang yg peduli dengan lingkungan sekitarnya. Penjahat ini bertobat dan menggunakan uang pemberian sang dermawan sebagai modal usaha. Sementara sang koroptor, uang cuma-cuma yg diterimanya ternyata menyentuh hati nuraninya yang selama ini telah tertutupi oleh keserakahan, dia menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang berapa banyak yang bisa kita dapatkan. Dia bertekad mengubah dirinya menjadi orang yang baik, pejabat yang jujur dan amanah. Sementara itu pemberian yg diterima oleh si kaya raya telah menelanjangi dirinya, karena selama ini dia adalah seorang yg kikir, tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain, baginya segala sesuatu harus lah ada timbal baliknya. Dirinya merasa malu kepada si dermawan yang dengan kesederhananya ternyata masih bisa berbagi dengan orang lain.
Sahabat, tak akan ada yang berakhir dengan sia-sia terhadap sutau kebaikan. Karena kebaikan akan berakhir pula dengan kebaikan. Hidup ini bukanlah soal berapa banyak yang bisa kita dapatkan, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan.
Sumber : http://www.resensi.net/perbuatan-baik-tidak-pernah-sia-sia/2010/06/#more-727
Sebuah dendam dan kebencian yang ditebar hari ini membuahkan celaka bagi generasi mendatang? Mari kita tengok.
Berapa sering kita mendengar banyaknya korban akibat ranjau yang ditanam saat perang puluhan tahun silam. Di Rusia, Cina, Kolombia, Kamboja, Jenewa, Irak, Afganistan, negara-negara Afrika, dan lain-lain.
Ranjau-ranjau itu adalah sisa-sisa amarah, bekas-bekas angkara, dan jejak-jejak amuk, dan bekas-bekas kebencian. Kebencian atas penindasan dan ketidak adilan. Kebencian akan perilaku adikuasa.
Kita tak pernah tahu kapan semua itu akan tersapu bersih. Meski damai telah dijabattangankan, siapa bisa menjamin tak ada penyesalan di kemudian hari? Betapa mahalnya sebuah kebencian.
Hal ini mengajarkan pada kita untuk tidak hanya mempertimbangkan apa yang terjadi pada esok hari akibat perbuatan kita hari ini. Ketika kita membenci sesuatu, maka kebencian itu akan beranak pinak, dan akan kembali kepada kita sebesar kebencian yang kita tebarkan.
Mari tanyakan pada diri sendiri, buat apa kebencian ini? Adakah manfaatnya? Adakah akibat diesok hari buat diri kita dan anak cucu kita? Adakah jalan yang lebih baik? Karena ranjau-ranjau kebencian itu akan melukai orang yang membenci, juga orang yang dibenci. Dua-duanya sama-sama terluka.
Namun ada yang harus digaris bawahi, bahwa kebencian tidaklah sama dengan ketegasan sikap dalam menegakkan aturan dan batas-batas norma kehidupan. Kebencian lebih condong mengarah pada subjek, sedang ketegasan lebih mengacu pada perilaku dan perbuatan.
Semakin jauh kita memandang ke depan, semestinya semakin besar nilai perbuatan kita hari ini bagi kemanusiaan. Semakin berhati-hati dalam menentukan langkah dalam bertindak.
Sumber : http://www.resensi.net/kebencian-hari-ini-petaka-esok-hari/2010/12/#more-983
Berapa sering kita mendengar banyaknya korban akibat ranjau yang ditanam saat perang puluhan tahun silam. Di Rusia, Cina, Kolombia, Kamboja, Jenewa, Irak, Afganistan, negara-negara Afrika, dan lain-lain.
Ranjau-ranjau itu adalah sisa-sisa amarah, bekas-bekas angkara, dan jejak-jejak amuk, dan bekas-bekas kebencian. Kebencian atas penindasan dan ketidak adilan. Kebencian akan perilaku adikuasa.
Kita tak pernah tahu kapan semua itu akan tersapu bersih. Meski damai telah dijabattangankan, siapa bisa menjamin tak ada penyesalan di kemudian hari? Betapa mahalnya sebuah kebencian.
Hal ini mengajarkan pada kita untuk tidak hanya mempertimbangkan apa yang terjadi pada esok hari akibat perbuatan kita hari ini. Ketika kita membenci sesuatu, maka kebencian itu akan beranak pinak, dan akan kembali kepada kita sebesar kebencian yang kita tebarkan.
Mari tanyakan pada diri sendiri, buat apa kebencian ini? Adakah manfaatnya? Adakah akibat diesok hari buat diri kita dan anak cucu kita? Adakah jalan yang lebih baik? Karena ranjau-ranjau kebencian itu akan melukai orang yang membenci, juga orang yang dibenci. Dua-duanya sama-sama terluka.
Namun ada yang harus digaris bawahi, bahwa kebencian tidaklah sama dengan ketegasan sikap dalam menegakkan aturan dan batas-batas norma kehidupan. Kebencian lebih condong mengarah pada subjek, sedang ketegasan lebih mengacu pada perilaku dan perbuatan.
Semakin jauh kita memandang ke depan, semestinya semakin besar nilai perbuatan kita hari ini bagi kemanusiaan. Semakin berhati-hati dalam menentukan langkah dalam bertindak.
Sumber : http://www.resensi.net/kebencian-hari-ini-petaka-esok-hari/2010/12/#more-983
