Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rokok Putih dan Rokok Kretek
Apa perbedaan antara rokok putih dan rokok kretek ? Setahu saya rokok putih itu jenis rokok yang murni dari tembakau tanpa bahan tambahan lain (contoh : Marlboro), sedangkan pada rokok kretek, selain tembakau dicampurkan juga cengkeh (contoh : rokok-rokok keluaran PT Djarum seperi Djarum Black dan Djarum Black Slimz). Kebanyakan perokok memilih salah satu dari kedua jenis tersebut. Jarang yang menghisap kedua-duanya, tetapi ada juga yang bisa menikmati keduanya, walaupun secara persentase sangat kecil.

Berdasarkan hasil riset, ternyata dari segi pangsa pasarnya, kedua rokok ini pun memiliki perbedaan yang mencolok antara lain :

Di Indonesia, rokok kretek lebih populer. Perbandingannya, sebanyak 94 persen merokok kretek dan hanya 11 persen yang memilih rokok putih. Perokok putih dalam jumlah paling tinggi ada di Medan dan Denpasar. Meski di kedua kota itu, tetap rokok kretek mencapai persentase lebih besar. Cuma dibandingkan dengan kota-kota lain yang jumlahnya minim, kedua kota tersebut merupakan tertinggi.

Dalam hal konsumsi per hari, perokok putih lebih tinggi dibandingkan perokok kretek. Rata-rata perokok putih menghabiskan 20 batang per hari, sedangkan perokok kretek dalam sehari mengisap sebungkus rokok saja sekitar 12 batang.

Dari kelas sosialnya, perokok kretek umumnya kelas menengah sedangkan perokok putih dari golongan menengah ke atas. Dari usia dan kelas sosial pun akhirnya mengarahkan ada perbedaan gaya hidup antara kedua perokok ini.
Sesuai dengan merek asalnya, konsumen rokok putih ternyata lebih western minded sedangkan perokok kretek lebih tradisional. Yang dimaksud dengan tradisional, mereka masih mempertimbangkan soal harga, tidak melihat merek. Artinya masih senang pada barang yang murah.

Para perokok putih yang kebanyakan kelompok menengah ke atas mempunyai kesempatan untuk menonton film di bioskop lebih besar (36 persen) dibandingkan perokok kretek (15 persen). Terjadi perbedaan mencolok pada penggunaan internet, perokok putih mencapai 28 persen sedangkan perokok kretek cuma enam persen. Jelas, ini memang menyangkut kelas sosial tersebut.

Media juga menjadi tolok ukur dalam gaya hidup para perokok. Terlihat sekali perokok putih mencatat persentase lebih besar pada kegiatan membaca harian (57 persen) dibandingkan perokok kretek (32 persen).

Begitulah secara garis besar perbedaan kelas antara perokok putih dan kretek. Mau beralih ke rokok putih agar lebih terlihat gaya?

Spoiler for gayanya Gan:


Rokok Putih tidak lebih Aman daripada Rokok Kretek

Lihatlah iklan di televisi setelah pukul 21.00. Rokok putih begitu gencar berkampanye. Kampanye itu ternyata berhasil memikat banyak orang. Dengan klaim sepihak “Lebih ringan” berhasil meyakinkan orang untuk menikmati rokok putih. Padahal kenyataan sebenarnya tidaklah demikian. “rokok putih ataupun rokok kretek sama bahayanya”. Kata Dr.Asrul Harsal, SpPD-KHOM.
Rokok putih pun tidak mengandung zat berbahaya yang lebih sedikit daripada rokok biasa. Karena itu klaim “lebih ringan” adalah menyesatkan. Ini saya kutip habis dari majalah kesehatan keluarga, Dokter kita edisi 11-THN II-Nopember 2007.

Hal itu benar temans sudah ada faktanya. Kakak ipar saya dulunya pengkonsumsi rokok putih, iseng mengunjungi dokter paru, hanya ingin mengetahui sekaligus membuktikan. Ternyata hasil pemeriksaan/scan didapatkan flek pada parunya, kondisinya pun sangat berbeda dengan contoh paru yang bebas dari asap rokok. Karena khawatir dengan apa yang akan terjadi kedepannya, ia berkeinginan untuk berhenti.

Berhenti bukanlah usaha tanpa perjuangan, beliau pun tersiksa dalam menjalankan terapi karena harus berpisah dari rokok untuk beberapa bulan. Sebelumnya ia adalah pembela fanatik kenikmatan rokok, mulai dari mengisap rokok untuk meringankan pikiran, memunculkan ide hingga penyempurna rasa setelah makan. Namun sekarang semua itu berbalik. Menurutnya, semua terasa lebih baik setelah berhenti total dan jauh dari asap rokok, nafsu makan pun bertambah dan badan jauh lebih fit and fresh. Bukan kakak ipar saya saja yang berhasil berhenti, seorang “preman” yang sekarang sudah tidak jadi “preman” lagi juga berhasil ko. Susah bukan berarti gak bisa kan?

Betapa susahnya berhenti merokok, juga teramat sering saya dengar dari bapak-bapak, abang-abang yang pernah menjadi patner saya menguli (baca:kuli) dulu, juga dari teman-teman lainnya, tidak laki-laki dan perempuan perokok yang ingin berhenti merokok. Berat, jika harus jauh dari lintingan tembakau itu. dibidang ini, selain cerita di paragraf dua dan tiga. Maka tulisan kali ini saya ambil dari majalah kesehatan keluarga, Dokter kita.

TROBOSAN BARU SUPAYA BERHENTI MEROKOK

Keluhan yang sering muncul pada perokok yang mau berhenti adalah beratnya mengatasi ketergantungan. Belum lagi dampak yang timbul pasca berhenti merokok, lemas bad mood, sulit kosentrasi dan pusing. Alhasil perjuangan untuk berhenti merokok pun terkjadang hanya setengah jalan.

Kini perokok yang ingin berhenti dapat terbantu dengan hadirnya verenicline, yakni obat non nikotin pertamayang secara khusus diciptakan untuk berhenti merokok. Obat tersebut telah diluncurkan di Amerika sekitar pada tahun 2006. Tahun ini, obat tersebut resmi beredar di Indonesia. Obat itu hadir sebagai upaya memerangi rokok yang berdampak baru bagi kesehatan. Apalagi menurut survei Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok laki-laki paling besar yaitu 69%.

Menurut Dr. Irwan Rustandi, verenicline memiliki cara kerja yang unik dan berbeda dengan produk berhenti merokok lainya, seperti nicotine replacement theraphy (NRT) dan bupropion. NRT bekerja dengan menggantikan kebutuhan nikotin perokok yang biasanya diperoleh dari rokok. NRT mungkin tidak mensuplai nikotin. Lain halnya dengan verenicline yang bukan merupakan terapi pengganti nikotin dan tidak mengandung nikotin.

KERJA NIKOTIN

Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.

Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.

Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.

Kedua, verenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. =Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.

Efek samping verenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.

Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok?. **DK; Feny Apriyanti.


Sumber : http://kulinerbandungku.blogspot.com...ok-kretek.html
Sumber : http://rindamiskandarmuda.mil.id/rok...-rokok-kretek/

Read More

Anak-anak memang rentan terkena penyakit. Baru saja sembuh dari diare, batu-pilek bisa saja menyergap. Salah satu kondisi "sakit" yang paling diderita anak adalah demam. Namun, para orangtua perlu mengetahui bahwa demam yang muncul pada si kecil hanya merupakan gejala dari sakit yang sesungguhnya.

Demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika melawan suatu penyakit. Tubuh dikatakan demam jika suhunya lebih dari normal, yaitu 37,5 derajat celsius diukur dengan termometer. Demam merupakan alarm tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap suatu gangguan. Pemeriksaan dokter akan memunculkan diagnosis penyakit si kecil.

Pada umumnya tubuh demam karena dua hal:

1. Penyesuaian dengan lingkungan
Dalam keadaan normal, suhu tubuh diatur oleh pusat pengatur suhu badan di hipotalamus. Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan diri.

Proses penyesuaian inilah yang menampilkan mekanisme tertentu. Misalnya, jika udara di sekitar dingin, pembuluh darah mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Sebaliknya jika udara di luar panas, pembuluh darah melebar, dan kelenjar keringat bekerja untuk melepas kelembaban.

2. Melawan infeksi

Ketika sel-sel darah putih sebagai "pasukan" yang melawan penyakit bekerja keras melawan musuh, maka saat itu ada zat-zat kimia yang dilepaskan dalam aliran darah dan berkelaan mengirim laporan ke otak. Laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh meningkatkan suhunya. Alasannya, untuk menghambat perkembangbiakan penyakit yang masuk. Selain itu, diharapkan dapat membantu merangsang pembuatan antibodi.

Yang patut diketahui orangtua adalah penanganan pada anak demam:

  • Anda bisa memberinya obat penurun panas dengan dosis yang sesuai petunjuk dokter.
  • Kompres si kecil di daerah kepala, ketiak, selangkangan dengan menggunakan air hangat.
  • Usahakan agar si kecil mengenakan pakaian yang tipis dan longgar agar tidak kegerahan. Jika suhu tubuhnya meninggi, dekap ia dalam pelukan Anda sehingga panasnya bisa berpindah ke tubuh Anda.


Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/16/11103863/Demam.Bukanlah.Penyakit

Read More

Menangis air mata darah adalah salah satu fenomena yang cukup mengejutkan dunia medis. Fenomena menangis dengan air mata darah ini sudah cukup kerap menjadi pemberitaan media massa.

Fenomena ini kian mengejutkan setelah akhir-akhir ini banyak kasus penderita penyakit menangis darah yang ditemukan di berbagai belahan dunia.

Salah satu yang terbaru adalah dialami oleh Calvino Inman seorang remaja lelaki berusia lima belas tahun asal Tennessee , Amerika Serikat. Calvino mulai merasa aneh pada dirinya ketika suatu sore setelah mandi, saat menatap wajahnya di depan kaca, matanya tiba-tiba berlereran air mata. Bukan sembarang air mata namun air mata darah! Warna merah darah begitu jelas membasahi pipinya. Nampak begitu mengerikan. Pipinya pun menjadi merah menyala.

Seketika dia panik dan berteriak memanggil ibunya. Remaja bernama Calvino Inman tersebut sangat ketakutan dan kekuatiran dirinya akan meninggal begitu menghantuinya. Sang ibu, Tammy Mynatt, tidak kalah panik. Dengan serta merta, ia bergegas membawa anaknya ke rumah sakit. Namun, begitu sampai di ruangan emergency, air mata darah Calvino berhenti secara tiba-tiba, ujug-ujug berhenti mengalir. Sama misterius dengan kemunculannya.

Karena pihak keluarga tidak bisa menerangkan kepada dokter apa yang sebenarnya terjadi, dokter menyuruh pulang. Ibu dan anak kembali ke rumah dengan perasaan takut dan heran luar biasa. Yang menyakitkan, ketidakmampuan sang ibu untuk menjelaskan kejadian tersebut membuat dia dituduh telah mengada-ada. Hanya untuk mencari perhatian.

Rasa kecewa atas perlakuan dari pihak rumah sakit ditelannya, walau rasa penasaran luar biasa makin membuncah. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Calvino tumbuh seperti remaja lainnya. Normal dan tidak ada yang aneh selama ini. Air mata darah tiba-tiba saja muncul tanpa angin, tanpa hujan.

Anehnya, beberapa hari kemudian, saat keluarga tersebut sedang camping, mata Calvino tiba-tiba kembali mengeluarkan darah. Kejadian ini karuan makin membuat sang ibu tambah panik. Ia pun langsung membawanya ke rumah sakit kembali.

Fenomena aneh ini tidak mampu diungkap oleh dokter. Apa yang dialami oleh Calvino tidak bisa diterangkan secara medis. Calvino diperiksa menggunaka MRI, CT scan, dan ultrasound. Namun hasil tes tidak menununjukkan gejala-gejala ketidaknormalan. Inilah yang membuat para dokter semakin penasaran. “Saya belum bisa mengatakan penyebabnya, yang pasti penyakit ini kemungkinan hanya terjadi pada satu dari sejuta orang di dunia,” ujar Dr. Barret G. Haik, Direktur Universitas Hamilton Eye.

Kasus senada dialami Twinkle Dwivedi. Remaja perempuan 14 tahun ini bahkan tak hanya sanggup mengeluarkan darah dari matanya 50 kali sehari, tapi juga dari hidung, rambut, dan kulit tanpa luka. Kelalaian yang menyiksanya sejak tiga tahun terakhir ini membuatnya kehilangan banyak darah setiap hari.

Penyakit ini masih merupakan misteri penyakit ini dinamakan haemolacria



Haemolacria

Haemolacria dimana penyakit ini biasa diidap oleh seseorang untuk memproduksi air mata yang bercampur dengan darah dan akhir'a menghasilkan air mata yang berwarna merah yang menyerupai darah.

Hal ini paling sering dipicu oleh faktor lokal seperti konjungtivitis bakteri, kerusakan lingkungan atau cedera.

Haemolacria akut dapat terjadi pada wanita subur dan tampaknya disebabkan oleh hormon.

sekian informasi yang saya kumpulkan tentang penyakit yang masih misterius ini .




Originally posted by : PooL

Read More

Informasi tentang cara Pemerintah Jepang dalam “mengharamkan” rokok di negaranya. Tidak perlu pake MUJ (Majelis Ulama Jepang).

Ini menunjukkan bentuk kepedulian Jepang akan kesehatan dan kenyamanan warganya.

* Tahun 2004, Pemerintah Jepang menaikan harga rokok. Dengan dinaikannya rokok, tidak menyebabkan ongkos angkot, taksi, dll menjadi naik toh? (Di Jepang ada angkot ga ya?)

* Tahun 2007 akhir, Pemerintah Jepang memasang larangan merokok di semua taksi di Jepang, tidak terkecuali untuk pengemudinya. Kalau di Indo kan, penumpang mengalah kepada sopir taksi yang merokok.

* Tahun 2008, Pemerintah Jepang mengeluarkan kartu “Taspo”, yaitu semacam SIK (Surat Ijin Merokok), dengan tujuan anak di bawah umur 20 tahun tidak boleh merokok. Masing-masing perokok wajib terdaftar sebagai perokok dan wajib memiliki kartu tersebut. Kartu Taspo ini sangat sakti. Mesin penjual rokok atau toko tidak akan menjual rokoknya kepada yang tidak memiliki kartu ini.

* Kartu ini juga akan mendeteksi presentase pengguaan rokok per bulan dalam hitungan grafik, yang berhubungan dengan kesehatan dunia dan sebagainya.

* Rokok di Jepang dibuatkan semacam klasifikasi dari 10 s/d 1. Tujuannya adalah memberikan penyuluhan kepada perokok untuk berhenti secara alami. Klasifikasi tingkat 10 adalah yang paling berat, baik itu kadar tar, nikotin, dll. Setelah itu kia biasakan dengan rokok klasifikasi 9, 8, 7, dst., akhirnya klasifikasi tingkat-1, yaitu rokok yang paling ringan. Kalau sudah terbiasa menghisap rokok klasifikasi-1, tidak merokok sama sekali pun kita bisa.

* Merokok sambil berjalan bisa didenda 5000 yen/ 400 rebu di tempat!

* Akhir 2009, dikabarkan harga rokok akan naik berlipat-lipat, dari 300 yen menjadi 900 yen. Dijamin, gaji akan habis kalau nekad beli rokok tiap hari.

Semua karena pemerintah peduli kepada warganya. Tanpa perlu fatwa-fatwa.



Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=43651

Read More

The number ONE killer in Singapore is cancer (followed by Heart Disease & Stroke). Not all cancers are the same. 1/3 is curable. 1/3 is preventable. Two factors of cancer that cannot be controlled are AGE & FAMILY HISTORY.

Causes of cancer:

Smoking is very often the main cause of cancer. It kills us silently and drains money from us quietly. There're 4,000 harmful chemicals (though in diluted form) in one stick of cigarette. Taking one puff is 600 times worst than inhaling the exhaust fumes from vehicles.

Some food that cause cancer are:
  1. Barbecued Food
  2. Deep Fried Food
  3. Over heating Meat
  4. Food that is high in fat causes our bile (empedu)) to secrete acid that contains a chemical which is a promoter of cancer cells.
  5. Food that contains preservatives, too much salt or nitrates (e.g. Canned food, Salted egg & veggies, sausages, etc.)
  6. Overnight Rice (where Aflatoxin is accumulated)
  7. Food that is low in fibre: Our body needs 25 gm of both soluble & insoluble fibre daily. We must drink at least 1.5 litres of plain water a day.
  8. Contaminated Food (e.g. moulded bread causes our body to secrete toxins that may eventually lead to liver cancer in the long run. Never eat bread that is kept in room temperature for more than 2 days especially in a humid weather like Singapore's.


Types of fat and which is the best?
Highly Recommended for Health:
  1. Olive Oil - The best of all oils. It does not absorb in our body.
  2. Fish Oil - Omega 3 (contained in NI's Circulytes) haspoly-unsaturated fat. It's good for our brain cells.
  3. Peanut Oil - It contains Vitamin E. A small dosage is recommended only.
Not Recommended for Health
  1. Vegetable Fat - Palm oil is worst than coconut oil. It is high in cholesterol and highly unsaturated.
  2. Coconut Oil - It has saturated fat.
  3. Specific Food & Beverages
  4. Egg when eaten too much can cause High Colon Cancer. Risk Ovary Cancer, Prostate Cancer.
  5. Cabbage is highly recommended for health reason.
  6. Tomato is best eaten raw with a bit of olive oil for better absorption. Other alternative is to take tomato sauce.
  7. Coffee is good because it contains two anti-oxidants. Inhaling the coffee aroma for half each day is equivalent to eating two oranges a day. However, the residue of over-burned coffee is extremely bad for health. It can cause cancer.
  8. Tea, as long as it is in its original tea leaves and not processed into BOH or Lipton packets, it is good for health. Tea contains 30 anti-oxidants. Recommended dosage is 4 cups a day.


Exercise and be fit Have a balanced lifestyle. Exercise regularly.
  • F : Frequency: 3 to 5 times a week.
  • I : Intensity: Exercise till we sweat and breath deeply.
  • T : Types of exercises: Find one that suits our age, lifestyle, etc.

Have regular check-up
Once we reach the age of 45 & above, it is recommended that we go for regular comprehensive health examination. Early detection may save lives.

Read More

Ketika Anda memiliki kualitas tidur baik, maka segala aktivitas tubuh dan aktivitas kehidupan sehari-hari akan berjalan lancar. Sebaliknya, jika kualitas tidur buruk, berbagai efek negatif muncul. Inilah dampak buruk yang bisa Anda alami jika waktu tidur Anda kurang dari 7-9 jam/hari, dan bila tidur Anda tidak nyenyak.


1. Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat
Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat. Sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi.

Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurango hormon leptin sebagai penekan nafsu makan.

Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Dalam penelitian yang dilakukan pada orang kembar identik oleh University of Washington menemukan, mereka tidur 7-9 jam setiap malam, rata-rata indeks massa tubuh 24,8, hampir 2 poin lebih rendah daripada rata-rata Body Mass Index (BMI) mereka yang kurang tidur.


2. Antibodi menjadi lemah
Berdasarkan studi JAMA, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu.

Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya.

karena itu, perbaiki kualitas tidur, untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Jika terlalu sedikit waktu tidur Anda sistem kekebalan tubuh bisa terganggu.


3. Rentan terserang diabetes
Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel.

Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.


4. Stres meningkat
Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan ‘menutup mata’ kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.


5. Memicu rasa gelisah
Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur.

“Tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama,” kata Joyce Walsleben, PhD. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.


6. Tampak lebih tua
Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. “Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat,” kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.


7. Berbagai rasa sakit bisa timbul
Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.


8. Risiko kanker lebih tinggi
Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health studi meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik.

Pasalnya, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormonal dan dikaitkan dengan risiko kanker, dan bisa ‘menghapus’ manfaat latihan.


Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=65450

Read More

Chat-box