Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poems. Tampilkan semua postingan
Suatu hari....
aku diberi sebuah kertas kosong ......... guruku bilang
tulislah di sana ...
apa yang kau ketahui tentang ....
kehidupan.
Aku termenung memandangi kertas putih itu
tak satu kata pun
berhasil kutuangkan ke atasnya
guruku bertanya
apakah kesulitanmu .....
aku bilang
terlalu banyak hal di dalam kehidupan
aku tak tahu
darimana aku harus memulai Lalu ia berkata
tulislah tentang dirimu sendiri
itulah wujud yang paling indah
dan paling ajaib
dari kehidupan ....
Ketika aku lulus bersekolah
dan berpisah dengannya
aku larut dalam perjalananku
dan melupakannya sampai suatu hari ...
aku kembali disodori kertas putih kosong
namun kali ini oleh seorang mahluk mungil
yang hadir dari tubuhku,
jiwanya yang polos bak kertas putih itu
meminta hal yang sama
supaya aku menuliskan ....
kehidupan,
dan bagaimana ia harus menjalaninya
aku tertegun .....
tiba-tiba teringat olehku bapa guruku dulu
dan menulislah aku di situ ....
anakku, aku akan memberimu
sepasang sayap
untuk terbang ....
merentas cakrawala
merengkuh hidup namun ...belajarlah sendiri
dengan caramu,
dengan ikhtiarmu
bagaimana..engkau akan terbang
ke manapun jiwamu menginginkannya...dan tulislah sendiri di sini ...
semua kegembiraan perjalananmu
dan bagaimana engkau mengisi hidupmu
dengan aspirasimu sendiri
kelak kertas ini akan menjadi saksi
bagaimana engkau
menuliskan makna dan sejarah ....
hidupmu sendiri
terbanglah sebebas awan
seluas cakrawala
sebentang langit
sejauh ufuk ....hingga kautemukan ...
indahnya kehidupan
di dalam engkau....
menjalaninya ....
dengan cinta dan harapan
Sumber : http://mylittlecandle.blogspot.com/2009/05/selembar-kertas-kosong.html
aku diberi sebuah kertas kosong ......... guruku bilang
tulislah di sana ...
apa yang kau ketahui tentang ....
kehidupan.
Aku termenung memandangi kertas putih itu
tak satu kata pun
berhasil kutuangkan ke atasnya
guruku bertanya
apakah kesulitanmu .....
aku bilang
terlalu banyak hal di dalam kehidupan
aku tak tahu
darimana aku harus memulai Lalu ia berkata
tulislah tentang dirimu sendiri
itulah wujud yang paling indah
dan paling ajaib
dari kehidupan ....
Ketika aku lulus bersekolah
dan berpisah dengannya
aku larut dalam perjalananku
dan melupakannya sampai suatu hari ...
aku kembali disodori kertas putih kosong
namun kali ini oleh seorang mahluk mungil
yang hadir dari tubuhku,
jiwanya yang polos bak kertas putih itu
meminta hal yang sama
supaya aku menuliskan ....
kehidupan,
dan bagaimana ia harus menjalaninya
aku tertegun .....
tiba-tiba teringat olehku bapa guruku dulu
dan menulislah aku di situ ....
anakku, aku akan memberimu
sepasang sayap
untuk terbang ....
merentas cakrawala
merengkuh hidup namun ...belajarlah sendiri
dengan caramu,
dengan ikhtiarmu
bagaimana..engkau akan terbang
ke manapun jiwamu menginginkannya...dan tulislah sendiri di sini ...
semua kegembiraan perjalananmu
dan bagaimana engkau mengisi hidupmu
dengan aspirasimu sendiri
kelak kertas ini akan menjadi saksi
bagaimana engkau
menuliskan makna dan sejarah ....
hidupmu sendiri
terbanglah sebebas awan
seluas cakrawala
sebentang langit
sejauh ufuk ....hingga kautemukan ...
indahnya kehidupan
di dalam engkau....
menjalaninya ....
dengan cinta dan harapan
Sumber : http://mylittlecandle.blogspot.com/2009/05/selembar-kertas-kosong.html
Kesulitan itu aksesoris hidup, dia kadang mengepung,
menjelma bagai elang,
menyeringai garang,
mencengkram tajam menghujam.
Dan engkau,
engkau bagai pipit kecil
dikepung raksasa-raksasa lapar.
Pucat pasi.
Ingin berlari.
Sembunyi.
Sayapmu mungkin kecil
Paruhmu mungil
Cakarmu kerdil
Dan
Nyalimu menggigil!
Tapi,
Ketahuilah!
Kekuatan itu bukan pada realitas fisikmu,
bukan pula di aksesoris tubuhmu.
Melainkan pada motivasi di dadamu,
yang lahir dari keberserahan pada Allah-mu
Berserahmu itulah sahabat,
yang akan menjelma kekuatan,
yang membuat Daud kecil menyungkurkan Jalut,
yang membantu Musa menenggelamkan Fir’aun,
yang menegarkan Hajar di tandus Makkah,
yang meneguhkan Bilal di himpitan batu Umayyah
Kekuatan yang akan membuat ke-pipit-anmu menjelma rajawali.
Tangguh, teguh, kukuh, tak kenal aduh!
Berserahlah sahabat….
Pada Kekuatan yang menjagamu
Bukan menyerah
Pada kesulitan yang mengepungmu.
Tegakkan!
Kepalkan!
Hancurkan!
Sampai rintangan itu terjungkal di hadapanmu!
Karena kutahu: Dirimu memang tangguh!
Sumber : http://www.resensi.net/dirimu-memang-tangguh/2011/01/#more-1005
menjelma bagai elang,
menyeringai garang,
mencengkram tajam menghujam.
Dan engkau,
engkau bagai pipit kecil
dikepung raksasa-raksasa lapar.
Pucat pasi.
Ingin berlari.
Sembunyi.
Sayapmu mungkin kecil
Paruhmu mungil
Cakarmu kerdil
Dan
Nyalimu menggigil!
Tapi,
Ketahuilah!
Kekuatan itu bukan pada realitas fisikmu,
bukan pula di aksesoris tubuhmu.
Melainkan pada motivasi di dadamu,
yang lahir dari keberserahan pada Allah-mu
Berserahmu itulah sahabat,
yang akan menjelma kekuatan,
yang membuat Daud kecil menyungkurkan Jalut,
yang membantu Musa menenggelamkan Fir’aun,
yang menegarkan Hajar di tandus Makkah,
yang meneguhkan Bilal di himpitan batu Umayyah
Kekuatan yang akan membuat ke-pipit-anmu menjelma rajawali.
Tangguh, teguh, kukuh, tak kenal aduh!
Berserahlah sahabat….
Pada Kekuatan yang menjagamu
Bukan menyerah
Pada kesulitan yang mengepungmu.
Tegakkan!
Kepalkan!
Hancurkan!
Sampai rintangan itu terjungkal di hadapanmu!
Karena kutahu: Dirimu memang tangguh!
Sumber : http://www.resensi.net/dirimu-memang-tangguh/2011/01/#more-1005
The walk desperation,unending without ease,
flowing rivers of tears, stained in sorrow, drowning me
bloodshed with cause of no cause
but hope to achive one things from its satanic ritual
my eyes close under weakness
as i lay down to my knees from this fight
loosing my next breathe
from weariness
shadow watching me
and toxicating my dreamsfor happiness
their smiles haunting my faith
bearing their teeth in delight
as i grip my ounce song and purity
to strive for a haven of light
no books their words in vain
pleading me false truth to healing and
finding salvation
following salvation
following my own faith
the bells ring loud in the looms of my mind
singing my lone song of sorrow
surrounded by this darkness loathed in its fire
not a grave to rest in nor a heaven to die under
eternal bide of desperation reign, to throw
a rose for the burning fire
bloodshed with cause of no cause
but hope to achive one things from its satanic ritual
my eyes close under weakness
as i lay down to my knees from this fight
loosing my next breathe
from weariness
shadow watching me
and toxicating my dreamsfor happiness
their smiles haunting my faith
bearing their teeth in delight
as i grip my ounce song and purity
to strive for a haven of light
no books their words in vain
pleading me false truth to healing and
finding salvation
following salvation
following my own faith
the bells ring loud in the looms of my mind
singing my lone song of sorrow
surrounded by this darkness loathed in its fire
not a grave to rest in nor a heaven to die under
eternal bide of desperation reign, to throw
a rose for the burning fire
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=49638
