Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.

Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.

“Aku ingin kuliah di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.


Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar. “Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya,” tutur sang guru. “Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat.”
Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada.

Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun. “Maukah Anda mengirimkan namaku?” pintanya untuk didaftarkan sebagai penerima beasiswa. “Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya,” ujar sang guru.

“Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu tipis, mungkin nihil.”
Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar
bagian-bagian komputer dan cara kerjanya. Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi beasiswa itu. “Inilah saat yang kejam. Penolakan,” pikir sang guru.


Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima ….
“Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri,” tutur sang guru menutup kisahnya.

Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship, dan dimuat di buku “Chicken Soup for the College Soul”, yang edisi Indonesianya telah diterbitkan.

Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.
Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, “Perbedaan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang.”

Anda memilikinya?

Read More

Hari itu, aku melihat seorang anak yang berpakaian lusuh dan cukup kotor menuju rumah salah seorang temannya. Pakaiannya itu sebenarnya berwarna putih, tapi menjadi kecoklatan dengan bercak-bercak hitam di beberapa sisi. Dia menyandang tas samping. Awlnya ku fikir ia tengah mengajak temannya bermain selepas bermain dengan teman yang sebelumnya. Ternyata bukan, dia memanggil temannya itu untuk pergi mengaji. Aku langsung heran dan bertanya kepada salah seorang Ibu yang menurutku tahu tentang anak itu.
“Ibu, kenapa pakaian anak itu kotor ? Bukankah dia mau pergi mengaji? Kenapa dia tidak mengganti pakaiannya?” Tanyaku.
”Itu memang pakaian mengajinya. Orang tuanya sepertinya tidak mempedulikannya, makanya dia selalu berpenampilan demikian meskipun untuk pergi mengaji sekalipun. Selain karena kurangnya perhatian, dia itu memang berasal dari keluarga kurang mampu.” Jawab sang Ibu tersebut.
”Kasihan sekali kita melihatnya.” Lanjut Ibu itu.

Sedikit meluangkan waktu dan karena sedikit penasaran, aku bertanya lagi kepada Ibu itu mengenai anak tersebut. ”Ibu,.. Maaf, apa Ibu dari anak itu masih ada? Ayahnya? Bagaimana dengan saudaranya yang lain? Kakaknya apakah ada? Dan rumahnya di mana?
Ibu itu menjawab,”Ibunya masih ada. Ayahnya sudah tidak tinggal bersamanya karena kedua orang tuanya bercerai. Dia itu anak satu-satunya. Jadi, sekarang dia hanya tinggal bertiga bersama Ibu dan neneknya di rumah sederhana yang juga sudah tinggal satu kamar itu akibat gempa kemaren.”

Ya Allah…. Anak sekecil itu harus mendapatkan cobaan yang demikian??
Dia hidup dalam kekurangan materi, lalu apakan harus dia juga hidup kekurangan kasih sayang orang tuanya dan orang-orang sekitarnya??
Pernahkah terfikir oleh kita bahwa di sekitar kita masih banyak peri-peri kecil yang butuh kasih sayang kita??

Tuhan,,, Melihatnya aku takut…
Aku takut jika sekarang, esok, atau sampai saat nanti ia hidup tanpa tahu bagaimana rasa sayang hingga ia menjadi anak yang tidak pandai menyayangi.
Aku takut jika ia tumbuh menjadi anak yang selalu merasa rendah diri karena kekuranggannya dan karena tidak ada seorang pun yang menghargai serta mengacuhkannya.

Wahai engkau bocah kecilku… Adikku…
Andai aku punya istana yang di dalamnya hidup malaikat-malaikat penuh kasih sayang, maka engkau sekalian akan ku biarkan menikmatinya sepuas hatimu walau aku harus hidup di kejamnya panas mentari di luar sana.

Tuhan… Bolehkan aku ini hidup untuk mereka??? Bolehkan aku tetap melihat senyum mereka..??

Ketakutan dan kesedihanku adalah ketika mereka enggan berkumpul bersama teman-teman sebaya yang mereka lihat jauh lebih mapan dari mereka. Sungguh.. sungguh aku takut jika mereka menjauh dan merasa hina dibanding orang-orang kaya itu sementara sebenarnya mereka lebih mulia dari si kaya…

Oh tuhan…. Jangan biarkan rasa hina mengerogoti jiwa mereka. Tetap senangkan hatinya. Hati si kecilku yang kehilangan masa kecilnya bersama kedua Ibu Bapaknya itu.

Adik-adikku.. anak-anakku…
Kelak, jika kalian melihatku datang, mendekatlah padaku… Jangan pernah takuti aku ya… Senyum dan melihat kalian tertawa adalah kebahagiaan terbesarku…

Teman, seoarng anak, meskipun bukan anak kandung kita, saudara kandung kita, atau pun family dekat kita, mereka tetaplah anak kita. Meraka anaknya semua orang muslimin…
Jangan pernah acuhkan mereka sekalipun ia terlihat tidak seperti layknya setiap orang berpenampilan. Mereka hanya butuh kepedulian kita.. Jikalau pun tidak mampu berbuat banyak, jangan pernah sakiti mereka dengan menunjukkan kebencian, cemoohan, atau pun rasa jijik terhadap mereka..

Bayangkanlah teman,, Betapa pilunya hati mereka ketika melihat kita menjauhi mereka…
Astaghfirullah.. Astaghfirullahal”adziim…
Jangan sampai kita membuat hati mereka sedih kemudian membuat mereka terisak menangis pilu di hatinya…

Allah Arrahman dan Arrahim… Dan semoga sifatnya Allah tetap bermekaran di hati kita, bukan malah luntur dikikis oleh sifat yang ditancapkan oleh syaitan..

Teman, maaf ya kalau kelihatannya seperti menggurui.. si “AKU” tdk bermaksud apa-apa. Dia hanya mencoba menuangkan apa yang ia lihat, cerna, dan ia rasa. Si “AKU” bukan orang yang baik, tp ia ingin menjadi baik. Dan ia sadar bahwa butuh waktu yang lama untuk menjadikannya baik karena begitu jauhnya dia dari kebaikan itu..

Read More

Saya adalah pendatang disuatu daerah. Dipasar kota tersebut, saya membuka membuka usaha kecil-kecilan. Berupa penyewaan play station ( PS ) dan rental VCD. Di depan toko ada tukang parkir. Selain tukang parkir dia adalah preman pasar. Preman ini sering berulah di depan toko saya. Sehingga ini membuat pelanggan saya menjadi kurang nyaman. Geram rasanya jika karena ulahnya pelanggan saya pergi. Dan ini sudah terjadi berulang kali. Mungkin karena saya pendatang sehingga dia berulah demikian.

Meski begitu, preman pasar ini sudah beberapa kali meminjam play station ketempat saya, dan dia mengembalikan tepat waktu, dan saya selalu memberikan special discount kepadanya karena terpaksa.

Suatu malam, tepatnya pukul 12 malam preman ini berjalan -jalan dilorong gang menuju rumah saya. Preman itu jalan sempoyongan sambil mengomel. Saat di depan rumah dia memanggil-manggil nama saya dengan sangat tidak sopan. Ingin rasanya saya tonjok hidungnya. Sayapun keluar, penampilan preman malam itu sangat semrawut, kepalanya sedang diperban yang terlihat berdarah, sambil membawa kampak. Dia terlihat dalam emosi yang tinggi. Dan dia pun meninju berulang kali ke arahku. Namun bisa kuhindari. Pikir saya, buat apa berurusan dengan preman ini, daripada kedepan timbul masalah, mending saya tenangkan dia.

Saya tenangkan pinta kapak yang dia bawa, tenyata dia menyerahkan kampak itu ke saya. Beberapa saat kemudian dia mengemukakan bahwa dia ingin meminjam PS ke saya, sayapun melayani. Setelah preman itu pulang, hati kecil ku berkata, masak harus mengalah terus. Kalau mengalah nanti akan diinjek-injek terus. Akhirnya saya memutuskan, esok hari akan saya tantang preman itu untuk duel secara jantan.

Pagi harinya, sampai dua hari saya mencari-cari preman itu. Namun tidak ketemu. Hingga bertemu dengan orang tuanya yang mengatakan bahwa si preman sudah berada di Kantor polisi. Dia ditangkap setelah dari rumah saya, lengkap dengan PS ditangannya. Tuduhan polisi kepada nya diantaranya membuat keributan di pasar, serta mencuri PS dari rumah penduduk. Owh baru tau saya ternyata kampak yang dibawa ke rumah saya itu digunakan untuk membuat keributan.

Setelah mengetahui si preman ditangkap polisi saya kemudian menuju kantor polisi untuk menjenguknya. Namun dalam laporan ke Polisi saya tidak melaporkan si preman sebagai pencuri dia hanya meminjam dari saya serta saya terangkan bahwa dia adalah langganan saya. Mengenai kejadian malam itu, sewaktu dia berusaha memukulku juga tidak saya ceritakan. Malah sewaktu saya menjenguk nya saya coba menenangkan dia, serta menanyakan apa yang perlu di Bantu. Jack mengeluh saat itu dia sakit gigi dan tidak punya uang untuk membeli obat. Kemudian saya membelikan obat dan rokok serta uang alakadarnya guna membeli makanan selama ditahan di kantor polisi.

Sehabis mengisi formulir pengambilan barang dikantor polisi, saya kemudian pulang. Seminggu kemudian si preman tiba-tiba muncul didepan rumahku dan tiba-tiba dia menujuku dengan terburu-buru, dia memelukku dan menangis dipundakku. Dia mengucapkan terima kasih atas bantuanku sewaktu dia berada di kantor polisi. Dia percaya dengan kedatangan saya kekantor polisi tuduhan pencurian dapat dihindari.

Saat ini si preman masih berprofesi sebagai tukang parkir, namun sikapnya sudah berubah dibandingkan sebelum dia ditangkap. Hampir setiap kali dia bertemu denganku, dia selalu menyapa dan tersenyum.

Sahabat resensi.net. Pecinta cerita motivasi

Apa kandungan dan makna dari cerita diatas?

Kandungan dari cerita ini :
  1. Dendam dan amarah tidak akan menyelesaikan sebuah persoalan.
  2. Setiap persoalan seyoknyanya dihadapi dengan kepala dingin dan diputuskan dengan bijak
  3. Usahakan membantu kesulitan orang lain, meskipun orang tersebut memusuhimu
  4. Untuk mengubah sikap seseorang tidak seharusnya dengan menceramahi terus – menerus, namun sentuhlah nuraninya dengan sikap dan perbuatan yang baik.

Sahabat, sesuatu yang membara jika dihadapi dengan api, maka yang ada hanyalah kehancuran. Sebagaimana kekerasan yang dihadapi dengan kekerasan pula. Maka kehancuranlah yang didapat. Dengan melebur rasa dendam, maka akan meleburkan pula rasa amarah, menumbuhkan kasih sayang dan persahabatan.

Jadilah orang yang beruntung, bukan orang yang merugi dan kecewa. Dendam adalah onggokan sampah hati yang membuat pemiliknya semakin tersiksa dan menderita. Bukankah Allah juga maha memaafkan atas kekurangan, kelemahan dan kekhilafan manusia?

Lalu, mengapa manusia tidak banyak belajar untuk mencukupkan diri hanya dengan Allah Subhanahu Wata’ala, saja? Ketika seseorang memenuhi hati, pikiran dan hari harinya hanya dengan Allah, maka sanjungan atau makian bukanlah sesuatu seban yang harus dipikirkan, dibenci atau disenangi orang bukan suatu masalah yang dapat mengganti jati diri kita. Ya, jati diri seorang yang baik. Bukan jati diri pendendam.

Read More

  1. No Act Rule. Don’t react so quickly to things, especially negative circumstances. Sometimes we stress ourselves out by acting too fast and regretting it later. The negative email response we send out, the emotional yelling at an argument, etc. Some things are better left to be thought about and some reactions are better to be delayed. Give yourself some cooling off time.
  2. Fact Only (No Interpretations). See things in terms of facts, not your interpretation. Your friend didn’t call you like he promised. Fact: He didn’t call you. Interpretation: He’s forgotten about you. Just react on the facts. Your interpretations may be wrong and they’re just going to give you unneccesary stress.
  3. No Emotion. Try to live life with less or no emotion. Emotions are fleeting and they make our states go UP and DOWN. When it’s up, it’s great! But when it’s down, we feel stressed. Try to flatten your emotion. Everything is just IS.
  4. Focus on Solution, not the Problem. Look for solutions in your challenges. Dwelling on the problem and how bad your life is won’t help. Focusing on solutions unleashes your resources.
  5. Know What You Want. Motivate yourself forward by having clear goals. Visualize them clearly and you will have the drive to go through the challenges necessary to achieve them.
  6. Set Some Rules to Achieve Your Goals. Now that you’ve got a goal, what are the rules you must obey to achieve them? For him, it was a more balanced and healthier life. So Rule #1: No Work on Weekends. Set it, obey it… and your life will change.
  7. Change Your Environment. Find people that will support your rules. Change your environment, friends, work if necessary. The #1 person in your life is YOU.
  8. Say YES!! Yes to opportunities, fun things, new people, and anything that will get you to where you want to go.
  9. What Other People Think is Not Important. You can spend your life trying to be “acceptable” to everyone and it willl never be achieved. Just set your goals and be true to yourself. You are a beautiful creation.
  10. Remember the Law of Diminishing Returns. Something that may work well will also diminish in effectiveness over time. Always learn something new so that you will have new ideas and strategies to sustain the peace and happiness in your life.

Read More

Pernahkah kau mendengar cerita tentang seorang preman pembunuh empat puluh nyawa, pemerkosa empat puluh wanita, perampok empat puluh bank, sedang menangis menyesal tersedu seperti ketika masih bayi dulu, lalu kehidupannya berubah penuh kasih sayang.

Pernahkah kau dengar tentang panutan masyarakat yang memperkosa gadis desa hinngga melahirkan lalu membunuh keduanya menguburnya hidup2. Bukankah kedua peristiwa diatas terjadi bukan tanpa sebab alasan.

Pernahkah terlintas di benakmu pertanyaan mengapa dan untuk apa kau diciptakan. Luangkan lebih banyak waktu, percayalah, lakukalah, dan temukanlah sendiri, karena jawabanmu terhapnya akan menjadi sangat menentukan riwayat kehidupanmu.

Waktu yg berlalu takkan pernah kembali. Tak ada waktu lagi bagi yg telah mati. Namun hikmah semua peristiwa selalu hidup. Sungguh, mata air hikmah akan selalu terpancar bagi mereka yg mau mengambil hikmah. Apakah menurutmu sama orang yg mau mangambil hikmah dengan yg tidak.

Read More

Banyak orang mengatakan aku bukan manusia, kumpulanku terdiri dari orang-orang bejat, penjudi, peminum, penjambret, pencuri, perampok, pembunuh, tukang palak, sanjipak(penipu) dsb. sampe aku malas menyebutnya karena tiap hari aku bergelut di suasana dan kondisi seperti itu. Akupun mulai terbiasa dgn hal seperti itu, mulanya aku mencoba minum anggur merah lama-lama teman-temanku mengajakku berjudi, merampok, dll.alasan mereka mengajakku karena ada nilai seni tersendiri ketika aku di sisi mereka,,tiap hari 1 pres marlboro datang entah dari siapa, yang pasti rokok itu tidak pernah habis walau teman-temanku banyak.

Suatu saat aku teringat kepada mendiang ayahkuyang notabene adalah seorang guru SD yang penyabar, kasih sayang, penuh perhatian pada muridnya, sopan, pandai dsb. Itu cerita dari mantan murid2nya. Sampailah aku di pusara ayahku, aku panjatkan do’a apa adanya sekali-kali air mata ini jatuh tanpa aku sadari karena aku sendiri tak tahu bagaiman wajah sebenarnya ayahku, karena ayahku meninggal waktu itu aku masih berumur 3 tahun..dalam do’aku “aku ingin mengakhiri semua ini, aku ingin hidup normal seperti aku masih kecil dulu…?” rupanya Allah Swt mengabulkan doaku.
Beberapa minggu lagi aku akan meminang seorang perempuan pondokan, dia adalah pacarku yang tak pernah aku hiraukan. akhirnya akupun duduk di pelaminan dengan pesta pernikahan yang lumayan meriah.

Ttiga bulan aku dibiarkan oleh teman2ku tak ada kabar dari mereka, aku asyik hidup dengan istriku dan 1 bulan kandungan anakku. hal pertama yang aku lakukan adalah mencoba membuka usaha dirumah sendiri dan dari teman2 tersebar bahwa aku membuka percetakan, mereka datang dengan berbagai keinginan dan pesanan yang menurut aku adalah hikmahnya suatu keluarga kecil.akupun bahagia dengan keluarga kecilku..

Tak terasa umur kandungan istriku 9 bulan dan anak yang pertama lahir denagn nama Muhammad Waisul Aziz, dia begitu lucu, tampan, hidung mancung, kulit kuning langsat, bobotnya membuat keluarga dan tetangga tercengang 3.8 Kg padahal keluargaku dan istriku tidak ada yang sedemikian besar.. aku bahagia,,

Akan tetapi wais (panggilan anakku) seakan-akan menahan sesuatu ketika dia bernapas, akhirnya dia rumah sakitlah yang tahu keadaanya, dia mengidap penyakit kronis dalam pernafasan, tuksk lambung, dan komlikasi lain yang aku tidak mau mendengarnya karena aku merasa iba melihat anakku yang masih kecil sudah menanggung hisup yang berat. Wais pun tak dapat menahan itu akhirnya dia meninggal dunia di hari selasa genap 23 hari hidupnya..aku menjadi sering marah, lupa ingatan, sering pergi tak tahu keman tujuan sampai suatu saat seorang guruku memberi nasihat “kamu mau punya anak durhaka??” satu kalimat saja dari guruku itu langsung menghilangkan semua onak dan duri dalam hatiku sekaligus aku mendengar jeritan setan dan iblis dalam diriku berbondong-bondong pergi (itu ujian awal bagiku).

Aku menata kembali kehidupanku yang kacau..satu,sua,tiga,empat orang mencariku untuk acara hajatan dan acara keluarga mereka semua tak tanggung-tanggung tanpa adanya penawaran langsung cash membayar lunas,,begitulah tiap hari dan bulan yang aku lalaui dengan keluarga. aku lupa dengan teman2ku yang bejat2 itu..

Aku kembali mempunyai anak kali ini lahirlah Fi’isy Rodhiyah seorang anak perempuan yang cantik lincah disukai banyak orang

Dalam perjalanan usahaku aku tertarik pada sebuah peminjaman modal di bank swasta, mereka dengan mulut yang berbisa datang kerumahku menawarkan berbagai macam cara agar aku mau meminjam uang ke bank mereka,,jadilah aku pinjam uang 260juta rupiah, uang sebanyak itu aku gunakan untuk usaha, segala sesuatunya harus kredible dan termanage dengan baik, tapi dasar memang bank swasta segalanya harus tepat waktu, melesetr sedikit denda denda dan denda.

Bulan pertama sampe bulan ke sembilan aku lancar, ketika memasuki bulan ke 12 aku keteteran membayar bank, mereka pun datang bertubi-tubi kerumahku, siang,malam,subuh, bahkan ketika aku bepergian mereka meneleponku,,aku tak sabar dengan semua itu. tunggaanku makinmenumpuk tiap bulan denda berjalan membuatku terombang ambing kesana kemari, gali lobang tutup lobang, kadang uang dari customer aku pake untuk membayar sedikit hutang, tapi kembali lagi pada awal mula bahwa bank swasta adalah rampok yang sesungguhnya.mereka tidak tahu menahu apa aku punya uang ato tidak yang penting setoran lancar.

Perlu diketahui aku meminjam uang dengan menjaminkan rumahku yang di huni oleh keluargaku, bertambahlah penderitaanku ketika mereka mengirimkan surat peringatan pertama untuk membayar kalo tidak mereka akan menyegel rumahku,,aku bingung setengah mati, tiap malam aku tidak bisa tidur nyenyak pagi hari mereka datang menagih dengan dep colector yang beringas, mereka membabi buta menagihku dengan ancaman yang serius,tetanggaku datang membantu aku mengusir dep colector itu tapi esoknya mereka datang lagi..

Akhirnya aku tak kuat dengan tagihan dep colector itu, akupun menghubungi temanku di dunia hitam, aku katakan maksudku dan dia menjawab “tunggu kabarnya paling lambat besok sore?” lalu aku tanya “kau mau apa dariku??”, dia menjawab “persahabatan tak pernah mati”?, itu jawabnya.dan aku merasa bersalah setelah sekian tahun aku tak pernah mendatanginya.

Kabar itupun datang dari seorang teman di sidoarjo bahwa saudaranya terbunuh di desa yang agak dekat dengan rumahku,akupun mencoba cari tahu sipa orang itu..? dan ternyata ???dua orang itu adalah dep colector yang tiap hari menagih ke rumahku..?

Aku jadi takut, aku tak kerasan dirumah, aku kalap,,sipembunuh itupun menelponku,”tolong aku dibelikan 1 pres marlboro dan 1 botol anggur merah bawa ke rumah ya ..? kutunggu malam ini” katanya, aku belingsatan bingung tak karuan, alasan apa yang kira-kira ampuh untuk tidak datang kerumahnya,tapi aku tak ada alasan..? karena dia bilang “persahabatan tak pernah mati”

Aku langsung membawa 1 botol anggur merah dan 1 press marlboro ke dia, dan ketawa itu tak dapat di bendung lagi oleh dia, kenapa??kenapa??? kamu kok murung seperti itu??? aku jadi salah nih..?yang aku pikirkan adalah temanku yang di Sidoarjo bahwa yang terbunuh itu adalh kakak kandungnya. aku mulai tertawa hambar seali-kali aku hisap dalam-dalam marlboro di tanganku yang sebelumnya kau sudah berhenti merokok dan minum, aku berpamitan dengan dalih anakku sakit. temanku itu mengerti sehingga dia memperbolehkan aku pergi..

hah..huh..lega rasanya keluar dari pintu neraka itu…,
Aku masih berfikir bagaimana untuk mengangsur sisa hutang yang masih rp.143.665.000 itu?? pertanyaan itu terus menghantui aku tiap malam..sampai ketika ada teman yang membawa setumpuk berkas untuk diserahkan pada dinas perindustrian dan perdagangan, akupun tak segan-segan ikut karena kau memang diajak, disitu aku melihat adanya jutaan bahkan ratusan juta pihak-pihak yang “menyogok” bagian ini itu untuk memperlancar usahanya.

aku punya pikiran lain bagaimana seandainya uang haram itu aku rampok sehingga hasil rampokan aku gunakan untuk mebayar bank,,? tibalah suatu ketika aku menghubugi tmanku yang sering merampok bank dan rumah orang kaya, merekapun mengiyakan niat busukku itu dengan syarat aku yang memeberi kode atau gambar (istilah dalam perampokan), hari yang ditentukan telah tiba, seperti biasa kacamata hitam fido didoku tak pernah lepas dari kepalaku sekaligus hp yang selalu on dengan nomor lain dari biasanya, merekapun memudar seakan sibuk dengan gaya mereka sendiri, ada yang baca koran,ada yang mangkal di depan warung, ada yang jadi pemulung dsb.walhasil mereka mendapatkan uang hasil rampokan itu senilai rp.1.8milyar,,,,,,jumlah yang fantastis

Kami berenam merayakan keberhasilan itu mengajak semua keluarga liburan ke pulau Bali, disana uangitu di bagi dan bagianku lanmgsung aku transfer ke rekening istriku sisanya aku transfer ke bank swasta itu untuk melunasi hutang…sku sudah tak punya hutang di bank,,aku jadi dermawan dadakan.. banyaknya pengemis dan pengamen dari Banyuwangi sampe probolinggoaku bri uang 20 ribuan, bahkan ada seorang nenek2 aku kasi uang 1 juta dan ada seorang yang aku wawancarai apa kira2 keinginannya ?? di menjawab “saya pingin punya rumah pak?? tanpa pikir panjang aku langsung survey kelokasi rumahnya di Probolinggo, aku miris melihatnya rumahnya miring ke kiri tanpa ada penyangga, hanya ada lampu templok yang menyala kala malam saja,,”sudahlah pak?? ni ada uang sdikit untuk mrmbuat rumah,,maka aku keluarkan uang rp.20 juta untuk membangun rumah orang itu.

Sekarang tinggal apa???rumah sudah selesai , agak mewah lah dari tetangga sebelah, mereka yang dulunya melihat sebelah mata kini hormat padaku, dan akupun berusaha baik pada semua orang..mobil aku punya Honda CRV keluaran tahun 2010, Hp. aku tidak butuh yang mewah-mewah hanya aku masih memakai hp butut. sedang aku memiliki alat musik dirumah yang tidak aku sewakan, hanya untuk iseng saja bersama bandku..

Cukup sekian kisahku yang sudah tidak karuan, sampai cerita ini aku tulis aku bingung apakah dosa-dosaku terampuni, aku akan berusaha untuk menjadi ahli sholat, puasa, baik pada semua orang, tidak sombong, sering mebantu kekurangan orang lain (mskipun mereka kadang ada yang tidak membayar huatang), aku berdo’a tiap malam agar dosa-dosaku hanya aku yang menanggungnya, jangan pada istriku, anak-anakku atau keluargaku..hanya aku Allah…Hukum aku ..jangan mereka..mereka tidak tahu apa-apa..itulah do’aku..



To sahabat Pribumi

Semoga masa lalu menjadi pencambuk untuk berusaha keras dalam menaburkan kebaikan. Selama ada niat sungguh-sunguh, ampunan itu akan ada.

Read More

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam.  Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik, daripada kehujanan…,” begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja. Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan
penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu.

Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh ke arah saya, dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.

“Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru…

“Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya.
“Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama  anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan…”

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora sare”. Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat
saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak  hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.

Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. “Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah, hujan telah reda,  dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare….Gusti Allah Ora Sare…

***

Teman, begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Termasuk kali ini. Ya, ini adalah hari yang bersejarah buat saya. Saat ini, usia saya telah bertambah, dan milis ini pun memasuki tahun yang ketiga. Tentu, ya tentu, saya merasa bersyukur sekali dengan semua ini. Namun, kadang wujud syukur itu tak tampak kentara dalam runutan hidup yang saya lakoni.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.

Aku berdoa agar diberikan kekuatan…Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku  kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.

Aku berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.

Sumber : http://www.resensi.net/rezeki-saya-ada-dimana-mana/2008/09/

Read More

Mayat bukan siapa siapa saja yg ada di kubur,
Tapi siapa-siapa saja yang hidup dengan semangat dan jiwa terkubur. ( Indrawan yepe)

Seringkali dalam kehidupan kita disinggahi hal-hal yang meruntuhkan semangat dan jiwa kita agar selalu lemah setelah bersemangat.

Ada sebuah kisah yang saya alami ketika saya diundang mengisi training untuk motivasi dan intropeksi kurang lebih sebulan sebelum gempa Yogya –Jateng tahun 2006 dengan lokasi tepat di pantai parang kusumo yogyakarta yang pesertanya siswa SMU dan Mahasiswa, dalam sela-sela kesempatan waktu ada seseorang yang asyik ngobrol dengan saya berdua sambil mengeluarkan segala keluh kesahnya, yg paling menarik buat saya adalah cerita dimana sehari sebelum pertemuan dengan saya dia berusaha meregang nyawa dengan cara yang bathil alias mencoba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Melihat dari fisiknya ia seorang lelaki yang gagah ganteng dan secara fisik sempurna tetapi ia hampir saja menjadi mayat yang sesungguhnya dan dikubur dg sia-sia, lumayan masih tertunda kurang dari 24 jam semenjak belum ketemu dengan saya.dari pertemuan ini diri saya harus bisa masuk menyelaminya dg tanpa menggurui dan yang pasti saya lakukan saat itu saya harus menjadi pihaknya dan memberikan nasib yang sama sebelum meneruskan pembicaraan yang merupakan bagian tantangan konseling.

Masalah yang utama adalah keluarga; diawali pertemuan yang tak sengaja melalui jaringan internet dg wanita yg ayah dan ibunya menjadi orang penting di provinsi Irian barat, keluarga pejabat birokrasi pemerintaan yg masing-masing adalah kepala meski beda departemen, dg kekayaan yang melimpah. Cukup minder dengan masalah keuangan dan juga mendengar kabar kemunkinan yang tidak disetujui, maka kawan bicaraku tadi mencari cara untuk berbohong dan juga melewati jalan yang buruk yaitu hubungan seks sebelum pernikahan dan akhirnya wanita cantik yang akan dinikahinya hamil lebih dahulu dan orang tuanya terpaksa meminta tanggung jawab.dan kawan ini masih saja berbohong tentang pekerjaan dan harta,karena dimaksudkan mengimbangi.karena kebohongan itu seperti bangkai busuk yang meski semakin ditutup-tutupi tetap akan tercium juga baunya dan bau itu semakin lama semakin busuk. Inilah yang membuat kekacauan kehidupanya, kedua orang tua wanita tersebut merasakan bau itu dan ditumpahkan sekuat mungkin baunya.meski demikian tetap juga ada kesalahan besar kenapa kawan ini berusaha berbohong, tentu juga karena tuntutan orang tua wanita tersebut,”saya tak menyalahkan kau kawan” kataku padanya dan teruskan ceritanya.

Keluhan demi keluhan disampaikan dan aku menikmati setiap kata sehingga aku juga mengalir disela sela suara ombak parangkusumo.

Kemudian usai acara berkisar jam 11 malam kami lanjutkan berada di pinggiran api ungun yang dinyalakan peserta traning, bergabung dengan kami berdua seorang ustadz yang memimpin dan yang mengasuh para peserta training di sebuah pesantren yg beliau pimpin.

Semakin asyik obrolan yang semula berdua menjadi bertiga,masalah demi masalah,keluhan demi keluhan saya dengarkan dengan ustadz tadi yang mana saya dan ustadz berusaha memberikan solusi dan tanggapan.

Keajaiban terjadi ketika kami memberikan tanggapan ternyata seide dan sepaham sehingga solusi semakin dekat ditemukan kawan yang punya semangat dan jiwa tekubur menjadi lebur bersama gerimis yang membasahi pakaian dan tubuh kami yg tidak beranjak dari tempat kami duduk, karena ada rasa syukur yang menstimulus kami untuk menikmati gerimis yang disusul hujan.

Disela-sela bibir kawan yang basah bergetar yang air matanya lebur dengan tetesan hujan ia mengatakan kejujuran batinnya “selama ini saya disalahkan dan disalahkan,disudutkan hingga dada terasa terhimpit tembok yang sangat tebal, bapak, ibuku menyalahkan, kakakku, keluargaku, semua orang-orang dekatku menyalahkan terlebih mertuaku yang gila harta, semua menghimpit sampai sesak dada ini tak basa bernafas hingga ubun ubun merasa ada batu sebesar kepalan yg selalu menghantam dan otakku dipenuhi dg paku tumpul.hanya, cuma Mas dan Bapak yang tidak menyalahkanku, aku bersyukur ketemu Mas dan Bapak, mungkin kalau tidak, besok saya melanjutkan proses kematianku yang hina”.

Saya dan ustadz tadi benar benar bersyukur Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam.Ustadz tadi memberikan kata-kata terakhir, ”mulai besok tinggalah di tempat kami di pesantren kecil,tak perlu membayar sewa tinggal dan makan gratis,dg catatan kamu punya ilmu tentang computer dan teknologi yang harus kau terapkan pada adik-adikmu yg tinggal bersamamu, dan kamu menjadi orang yang berarti juga untuk kami”.

Dan saya juga katakan “meski terpisah sementara dari istrimu, ternyata kamu sangat mencintai dan dia mencintamu, juga anakmu yang membutuhkan sosok ayah, ambilah keputusan yang terbaik untuk keluargamu sendiri jangan hiraukan orang lain, citakan sebuah kebahagian untuk dirimu,istrimu dan anakmu kebahagiaan dunia dan akhirat, kamu bisa dan pasti mampu asal tak pernah kau kubur kembali jiwa dan semangatmu. Dan kematian bukanlah keputusanmu & Rizki bukanlah pemberianmu”.

Seringkali hanya dengan menyalahkan seseorang, tidaklah dapat merubah seseorang yang benar-benar bersalah.

Kegagalan seharusnya adalah guru kita, bukanya pengurus pemakaman kita.Kegagalan adalah penundaan bukanya kekalahan.Kegagalan adalah perubahan rute sementara,bukanya jalan buntu. (John Maxwell)

Tiap tiap yang berjiwa pasti akan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah di sempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari api neraka dan di masukkan kedalam surga, maka ia telah beruntung. kehidupan didunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS.Ali Imron:185)

kisah nyata dari penulis:Indrawan Yepe (Seorang motivator,designer artist,arangger.trainer,hamba yang lemah disisi-NYA)

Sumber : http://www.resensi.net/mayat-bukan-hanya-yang-dikubur/2008/08/

Read More

Jakarta - Apakah Anda termasuk salah satu orang yang kecanduan main video game? Jika iya, bisa jadi dalam waktu yang tak terbatas, Anda akan selamanya menjadi seperti ini.

Atas dasar apa para analisis menyatakan hal tersebut? "Data kami menunjukkan bahwa jumlah pemain video game telah meluas melintasi batas demografis, yang berarti semakin mereka tua, mereka akan tetap bermain game," ujar George Van Horn, senior analis di IBISworld. Namun, mereka tidak bermain sendiri, mereka bermain bersama anak-anak mereka, atau memilih bermain dengan Nintendo Wii karena lebih menyehatkan.

Salah satu faktor dari kemunculan fakta tersebut, dikutip ********* dari MSNBC, Senin (3/8/2009) adalah: Game untuk konsol pada umumnya menyediakan waktu antara 5 hingga 25 jam playtime atau waktu bermain. Ketika game tersebut sudah selesai dimainkan, mereka bukannya berhenti namun akan mencari game baru untuk 'ditaklukkan'.

"Sekali Anda menjadi seorang gamer, Anda akan selamanya menjadi gamer, dalam waktu yang tak terbatas," tandas Van Horn.

Apa yang dikatakan para analisis ini kemudian mendapatkan tanggapan dari para ahli kesehatan. Hal ini tak lepas dari kekhawatiran yang muncul bahwa para gamer memiliki kemungkinan yang besar akan menjadi seorang pecandu, pecandu game.


 Sumber :  http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=34261

Read More

Kisah ini terjadi ± tahun 1995,  sudah cukup lama memang, namun setiap ingin memasuki I’dul Adha saya selalu  teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya  tidak pernah melupakannya.

Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan bersama teman (kami berempat waktu  itu), kami mengeluh karena sudah 3 hari kami berdagang baru 6 ekor yang  terjual, tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor laku  terjual dan hari raya sudah didepan mata (tinggal 2 hari lagi). Kami cukup  gelisah waktu itu. Ketika sedang berbincang salah seorang teman mengajak saya  untuk sholat ashar dan saya pun bersama teman saya berangkat menuju masjid yang  kebetulan dekat dengan tempat kami berjualan. Setelah selesai sholat, seperti  biasa saya melakukan zikir dan doa. Untuk saat ini doa saya fokuskan untuk  dagangan saya agar Allah memberikan kemudahan semoga kiranya dagangan saya  laku/ habis terjual.

Setelah selesai saya dan teman kembali bergegas untuk kembali ke tempat kami  jualan, dari kejauhan kami melihat ditempat kami berjualan banyak sekali orang disana dan terlihat teman kami yang berada disana kesibukan demi melayani calon pembeli. Akhirnya saya dan teman saya berlari untuk cepat membantu melayani teman kami. Alhamdulillah pada saat itu sudah ada yang membeli beberapa ekor kambing. “Terima kasih Ya Robb, Engkau telah mendengar dan menjawab doa kami”, Syukur saya dalam hati.

Namun setelah semuanya terlayani dan keadaan kembali normal, saya melihat seorang ibu-ibu sedang memperhatikan dagangan kami, seingat saya ibu ini sudah lama berada disitu, pada saat kami sedang sibuk ibu ini sudah ada namun hanya memperhatikan kami bertransaksi. Saya tegur teman saya “Ibu itu mau beli ya ?
dari tadi liatin dagangan terus, emang gak ditawarin ya ?, sepertinya dari tadi udah ada disitu. Kayaknya
Cuma liat-liat aja, mungkin lagi nunggu bus kali. Jawab teman singkat. Memang sih kalau dilihat dari pakaiannya sepertinya gak akan beli ( mohon maaf.. ibu itu berpakaian lusuh sambil menenteng payung lipat ditangan kanannya) kalau dilihat dari penampilannya tidak mungkin ibu itu ingin berqurban.

Namun saya coba hampiri ibu itu dan coba menawarkan. “Silahkan bu dipilih hewannya, ada niat untuk qurban ya bu ?. Tanpa menjawab pertanyaan saya, ibu itu langsung menunjuk, “Kalau yang itu berapa bang ?” Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah dari hewan yang lainnya. Kalau yang itu harganya Rp. 600.000,- bu, jawab saya. Harga pasnya berapa bang ?, gak usah tawar lagi ya bu... Rp. 500.000 deh kalau ibu mau. Fikir saya memang dari harga segitu keuntungan saya kecil, tapi biarlah khusus untuk ibu ini. “Uang saya Cuma ada 450 ribu, boleh gak”. Waduh... saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug dengan teman yang lain. “Biarlah mungkin ini jalan pembuka untuk dagangan kita, lagi pula kalau dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang mampu, kasihan, hitung-hitung kita membantu niat ibu itu
untuk berqurban”. Sepakat kami berempat. “Tapi bawa sendiri ya.. ?” akhirnya si ibu tadi bersedia, tapi dia minta diantar oleh saya dan ongkos bajaj-nya dia yang bayar dirumah. Setelah saya dikasih alamat rumahnya si ibu itu langsung pulang dengan jalan kaki. Saya pun berangkat.

Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Subhanallaah..... Astaghfirullaah..... Alaahu Akbar, merinding saya, terasa mengigil seluruh badan saya demi melihat keadaan rumah ibu tersebut. Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan orang tuanya (ibunya) dan satu orang anaknya di rumah gubuk dengan berlantai tanah dan jendela dari kawat. Saya tidak melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh. Diatas dipan sedang tertidur seorang perempuan tua kurus yang sepertinya dalam kondisi sakit. “Mak ... bangun mak, nih liat Sumi bawa apa” (oh ternyata ibu ini namanya Sumi), perempuan tua itu terbangun dan berjalan keluar. “Ini ibu saya bang” ibu itu mengenalkan orang tuanya kepada saya. Mak Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak. Orang tua itu kaget namun dari wajahnya terlihat senang dan bahagia, sambil mengelus-elus kambing orang tua itu berucap, Alaahu Akbar, Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga emak qurban.

“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya telalu murah, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya. Aduh GUSTI....... Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yang satu ini. HambaMU yang Miskin Harta tapi dia kaya Iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengan niat dari ibu ini. Rasanya saya sudah tidak sanggup lagi berlama-lama berada disitu. Saya langsung pamit meninggalkan kebahagiaan penuh keimanan mereka bertiga.

“Bang nih ongkos bajajnya.!, panggil si Ibu, “sudah bu cukup, biar ongkos bajaj saya yang bayar. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah, karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan saya dengan hambaNYA yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

Semoga bermanfaat.
 
 
Sumber :  http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=128003

Read More

Cerita kali ini disadur dari buku A Million Dollar Lesson yang dikarang oleh Petey Parker. Petey Parker adalah seorang memberikan dasar-dasar bisnis inti melalui konsultasi dan seminar untuk semua kalangan. Dia membawa sebuah perspektif yang jujur sebagai pengamat, memberikan wawasan strategis, dan membantu perusahaan dalam menemukan solusi akan program dan agenda perusahaan. Berikut adalah ceritanya..

Seorang sopir taxi di Dallas telah mengajarkan saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran seharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang keynote atau pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi untuk karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.

Berikut ceritanya: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk bertemu seorang klien. Waktu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport. Saya menghentikan sebuah taxi. Begitu berhenti, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.

Begitu saya duduk di belakang kemudi, dia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Kemudian dia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. “Wow,” saya cukup terperanjat dengan pelayanannya. Saya menoleh ke sekeliling. Mungkin ada program “Candid Camera” yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, “Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda. Tentunya anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini”

“Anda salah,” jawabnya, “Dulu saya bekerja di Corporate America (Perlu diketahui ini adalah sebuah perusahaan besar di Amerika). Tetapi saya merasa letih karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah langkah dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik.”

“Saya tahu,” lanjutnya, “Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi.”

“Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja.”

Waw, ini adalah sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip yang besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Keluarnya dia adalah kerugian bagi CorporateAmerica, tetapi teman perjalanan yang baik.

Kata kata bijak motivasi kali ini

Bahagia bukanlah disebabkan oleh penghasilan dan jabatan tinggi, namun bahagia adalah karena suatu hal yang kita merasa bangga dan puas telah melakukannya.



Sumber : http://www.resensi.net/pelajaran-satu-juta-dolar/2011/02/

Read More

Rokok Putih dan Rokok Kretek
Apa perbedaan antara rokok putih dan rokok kretek ? Setahu saya rokok putih itu jenis rokok yang murni dari tembakau tanpa bahan tambahan lain (contoh : Marlboro), sedangkan pada rokok kretek, selain tembakau dicampurkan juga cengkeh (contoh : rokok-rokok keluaran PT Djarum seperi Djarum Black dan Djarum Black Slimz). Kebanyakan perokok memilih salah satu dari kedua jenis tersebut. Jarang yang menghisap kedua-duanya, tetapi ada juga yang bisa menikmati keduanya, walaupun secara persentase sangat kecil.

Berdasarkan hasil riset, ternyata dari segi pangsa pasarnya, kedua rokok ini pun memiliki perbedaan yang mencolok antara lain :

Di Indonesia, rokok kretek lebih populer. Perbandingannya, sebanyak 94 persen merokok kretek dan hanya 11 persen yang memilih rokok putih. Perokok putih dalam jumlah paling tinggi ada di Medan dan Denpasar. Meski di kedua kota itu, tetap rokok kretek mencapai persentase lebih besar. Cuma dibandingkan dengan kota-kota lain yang jumlahnya minim, kedua kota tersebut merupakan tertinggi.

Dalam hal konsumsi per hari, perokok putih lebih tinggi dibandingkan perokok kretek. Rata-rata perokok putih menghabiskan 20 batang per hari, sedangkan perokok kretek dalam sehari mengisap sebungkus rokok saja sekitar 12 batang.

Dari kelas sosialnya, perokok kretek umumnya kelas menengah sedangkan perokok putih dari golongan menengah ke atas. Dari usia dan kelas sosial pun akhirnya mengarahkan ada perbedaan gaya hidup antara kedua perokok ini.
Sesuai dengan merek asalnya, konsumen rokok putih ternyata lebih western minded sedangkan perokok kretek lebih tradisional. Yang dimaksud dengan tradisional, mereka masih mempertimbangkan soal harga, tidak melihat merek. Artinya masih senang pada barang yang murah.

Para perokok putih yang kebanyakan kelompok menengah ke atas mempunyai kesempatan untuk menonton film di bioskop lebih besar (36 persen) dibandingkan perokok kretek (15 persen). Terjadi perbedaan mencolok pada penggunaan internet, perokok putih mencapai 28 persen sedangkan perokok kretek cuma enam persen. Jelas, ini memang menyangkut kelas sosial tersebut.

Media juga menjadi tolok ukur dalam gaya hidup para perokok. Terlihat sekali perokok putih mencatat persentase lebih besar pada kegiatan membaca harian (57 persen) dibandingkan perokok kretek (32 persen).

Begitulah secara garis besar perbedaan kelas antara perokok putih dan kretek. Mau beralih ke rokok putih agar lebih terlihat gaya?

Spoiler for gayanya Gan:


Rokok Putih tidak lebih Aman daripada Rokok Kretek

Lihatlah iklan di televisi setelah pukul 21.00. Rokok putih begitu gencar berkampanye. Kampanye itu ternyata berhasil memikat banyak orang. Dengan klaim sepihak “Lebih ringan” berhasil meyakinkan orang untuk menikmati rokok putih. Padahal kenyataan sebenarnya tidaklah demikian. “rokok putih ataupun rokok kretek sama bahayanya”. Kata Dr.Asrul Harsal, SpPD-KHOM.
Rokok putih pun tidak mengandung zat berbahaya yang lebih sedikit daripada rokok biasa. Karena itu klaim “lebih ringan” adalah menyesatkan. Ini saya kutip habis dari majalah kesehatan keluarga, Dokter kita edisi 11-THN II-Nopember 2007.

Hal itu benar temans sudah ada faktanya. Kakak ipar saya dulunya pengkonsumsi rokok putih, iseng mengunjungi dokter paru, hanya ingin mengetahui sekaligus membuktikan. Ternyata hasil pemeriksaan/scan didapatkan flek pada parunya, kondisinya pun sangat berbeda dengan contoh paru yang bebas dari asap rokok. Karena khawatir dengan apa yang akan terjadi kedepannya, ia berkeinginan untuk berhenti.

Berhenti bukanlah usaha tanpa perjuangan, beliau pun tersiksa dalam menjalankan terapi karena harus berpisah dari rokok untuk beberapa bulan. Sebelumnya ia adalah pembela fanatik kenikmatan rokok, mulai dari mengisap rokok untuk meringankan pikiran, memunculkan ide hingga penyempurna rasa setelah makan. Namun sekarang semua itu berbalik. Menurutnya, semua terasa lebih baik setelah berhenti total dan jauh dari asap rokok, nafsu makan pun bertambah dan badan jauh lebih fit and fresh. Bukan kakak ipar saya saja yang berhasil berhenti, seorang “preman” yang sekarang sudah tidak jadi “preman” lagi juga berhasil ko. Susah bukan berarti gak bisa kan?

Betapa susahnya berhenti merokok, juga teramat sering saya dengar dari bapak-bapak, abang-abang yang pernah menjadi patner saya menguli (baca:kuli) dulu, juga dari teman-teman lainnya, tidak laki-laki dan perempuan perokok yang ingin berhenti merokok. Berat, jika harus jauh dari lintingan tembakau itu. dibidang ini, selain cerita di paragraf dua dan tiga. Maka tulisan kali ini saya ambil dari majalah kesehatan keluarga, Dokter kita.

TROBOSAN BARU SUPAYA BERHENTI MEROKOK

Keluhan yang sering muncul pada perokok yang mau berhenti adalah beratnya mengatasi ketergantungan. Belum lagi dampak yang timbul pasca berhenti merokok, lemas bad mood, sulit kosentrasi dan pusing. Alhasil perjuangan untuk berhenti merokok pun terkjadang hanya setengah jalan.

Kini perokok yang ingin berhenti dapat terbantu dengan hadirnya verenicline, yakni obat non nikotin pertamayang secara khusus diciptakan untuk berhenti merokok. Obat tersebut telah diluncurkan di Amerika sekitar pada tahun 2006. Tahun ini, obat tersebut resmi beredar di Indonesia. Obat itu hadir sebagai upaya memerangi rokok yang berdampak baru bagi kesehatan. Apalagi menurut survei Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok laki-laki paling besar yaitu 69%.

Menurut Dr. Irwan Rustandi, verenicline memiliki cara kerja yang unik dan berbeda dengan produk berhenti merokok lainya, seperti nicotine replacement theraphy (NRT) dan bupropion. NRT bekerja dengan menggantikan kebutuhan nikotin perokok yang biasanya diperoleh dari rokok. NRT mungkin tidak mensuplai nikotin. Lain halnya dengan verenicline yang bukan merupakan terapi pengganti nikotin dan tidak mengandung nikotin.

KERJA NIKOTIN

Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.

Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.

Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.

Kedua, verenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. =Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.

Efek samping verenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.

Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok?. **DK; Feny Apriyanti.


Sumber : http://kulinerbandungku.blogspot.com...ok-kretek.html
Sumber : http://rindamiskandarmuda.mil.id/rok...-rokok-kretek/

Read More

Para peneliti mengatakan jika Anda ingin seseorang berbuat sesuatu, minta lewat telinga kanan.

Para peneliti Italia menemukan bahwa orang lebih bagus memproses informasi jika permintaan diajukan lewat kuping kanan dalam tiga kali uji coba terpisah.

Mereka meyakini hal itu disebabkan karena sisi kiri otak, yang memang lebih baik dalam memproses permintaan, menerima informasi dari kuping kanan. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal online Naturwissenschaffen.

Dalam penelitian pertama, 286 pengunjung klub dansa diamati saat berbincang sementara musik keras dimainkan. Secara keseluruhan 72 persen interaksi terjadi di sisi kanan pendengaran.

Dalam penelitian kedua, peneliti mendekati 160 pengunjuk klub musik, membisikkan kata-kata yang tak bermakna dan menunggu sampel menolehkan kepala untuk menawarkan kuping kiri atau kanan. Mereka kemudian meminta sebatang rokok. Secara keseluruhan 58% menawarkan kuping kanan kepada peneliti dan 42% menawarkan kuping kiri.

Dalam penelitian ketiga, para peneliti dengan sengaja berbicara ke 176 pengunjung klub musik lewat kuping kanan atau kuping kiri saat meminta rokok. Para peneliti yang berbicara ke kuping kanan mendapat lebih banyak rokok dari sebaliknya.

Para peneliti berkesimpulan: "Berbicara ke kuping kanan berarti Anda mengirim kata-kata ke bagian otak yang agak lebih sensitif. "Kesimpulan ini tampaknya sejalan dengan hipotesa mengenai spesialisasi bagian otak kanan dan kiri."

Professor Shopie Scott dari Institut Ilmu syaraf Cognitif di Universitas College London sepakat dengan kesimpulan itu. "Sebagian besar orang memproses perkataan dan bahasa di bagian kiri otak dan meski tidak selalu begitu, yang terjadi di telinga kanan diproses oleh sisi kiri otak.



Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=60082

Read More

Sosok laki-laki itu berdiri gagah. Kulitnya hitam legam terbakar matahari. Bahu yang kekar dan otot-otot bisep yang menonjol di lengannya membentuk postur bagai patung dewa-dewa Yunani. Sorot matanya tajam, setajam elang di payungi sepasang alis hitam. Rambut lurus yang jatuh di keningnya, sesekali bergerak di tiup angin.

Dari perbukitan ia memandang hamparan tanaman cengkeh yang mulai berbunga. Di kelilingi pohon kelapa yang membentuk pagar, membuat kebun cengkeh nampak bagai sebuah mahakarya lukisan. Biru langit yang membingkai secara keseluruhan, membuat perpaduan biru putih dan hijau yang sangat indah. Jalan setapak nampak bagai tubuh ular yang meliuk-liuk.

Harumnya cengkeh tercium hingga jauh diujung jalan. Sesaat lagi masa panen akan tiba. Ada rasa bangga membuncah di dadanya. Sesekali laki-laki itu mengangkat tangan membalas sapaan sesama petani cengkeh. Kerja keras dan tetes keringatnya kini membuahkan hasil. Sebuah pengorbanan yang tidak sia-sia. Orang tuanya benar, bila bukan dirinya yang memulai lalu siapa? Waktu sudah mengikis habis semua rasa egoisnya. Waktu pula yang menempanya menjadi sekeras baja. Setiap pohon cengkeh menjadi saksi bisu dari perjuangannya melawan diri sendiri.

Masih kuat dalam ingatannya, pertengkaran dengan sang ayah. Percakapan malam itu, yang membuatnya kini bisa menatap hamparan kebon cengkeh yang di garapnya. Penyesalan memang tiada guna, namun ia tak menyesali pilihannya. Ia sangat sadar setiap orang dalam kehidupan mempunyai kesempatan memilih. Dan ia sudah memilih, maka di sinilah ia berada.

Sesekali ia memutar kembali rekaman memori pertengkaran dengan ayahnya. Karena pertengkaran malam itulah yang menjadi titik awal kehidupannya yang sekarang.

“ Saya sudah bosan dengan semua ini” Ujarnya dengan helaan nafas berat

“ Teruslah bermulut besar, sudah pandai rupanya. Kamu tidak lihat, kamu punya mama berusaha tanam cengkeh , kumpul uang buat kamu punya sekolah. Ini kamu punya balasan? Tanya ayahnya

“Pa, mengertilah sedikit. Kalau saya tinggal terus di sini mau mencari kerja susah. Mau berharap apa?”

“ Kasihan sekali kamu. Sekolah tinggi tapi tetap bodoh. Menyesal sekali kita kasih sekolah sama kamu kalau kamu punya otak cuma sepotong!” Seru ayahnya dengan nada marah.

“Bukan begitu Pa, Justru karena kita sudah sekolah tinggi, kita mau cari kerja biar bisa bikin senang mama dengan papa” Balasku dengan sama emosinya.

“ Nyong (panggilan untuk anak laki-laki). Kamu harus tahu. Kalau kamu punya papa dengan mama kasih sekolah tinggi buka Cuma sekedar untuk kumpul uang. Kita orang mau kamu kasih hidup ini tanah. Tanah tempat kamu punya leluhur hidup dan bekerja. Tanah warisan yang harus kamu lestarikan. Karena ini tanah sudah banyak menghasilkan. Salah satunya kamu punya ijazah! Ujar ayahnya panjang lebar.

“Pa, kita mengerti. Tapi kondisi sudah maju begini, masa kita harus kerja di kebun!:” Protesku

“Kenapa? Kamu malu?”

“ Bukan malu tapi…

“Sudahlah! Eh nyong, dengar baik-baik. Kalau kamu pergi, jangan kamu berpikir kita orang berharap kamu punya uang. Kalau kamu pergi kamu sudah bawa jiwa kamu punya mama. Buat kamu punya mama, hidup sudah tidak ada guna kalau kamu pergi lagi. 5 tahun tidak sebentar untuk hibur kamu punya mama. Kita orang banting tulang menghibur diri berharap suatu hari nanti kamu pulang. Lihat sekarang, baru dua minggu kamu punya mama rasa senang karena kamu sudah kembali. Tapi sekarang kamu mau pergi lagi. Kenapa kamu tidak sekalian tikamlah kamu punya mama dengan bambu. Kasih mati saja. Biar selesai penderitaannya di dunia. Tuhan Allah Bapak Di Sorga, biar kasih ampun kita punya ucapan!”

Lamunannya terputus, ketika di rasakan tangan seseorang di lengannya. Tangan seorang remaja laki-laki.

“Papa ada melamun?” Tanya si bocah

“Tidak,. Papa ada lihat kita orang punya kebon!”

“Panen sudah mau tiba kan?

“Iya!”

“Jadi kita beli mobil?

“Kalau uangnya sudah terkumpul”

“Pasti terkumpul, kita orang punya cengkeh paling bagus kwalitasnya kan?

“Kamu sudah pandai rupanya?

“Om Arnold ada bilang, kalau ada mobil sendiri kita bisa bawa langsung ke pembel?

“Betul tapi kita harus bersatu dengan petani cengkeh yang lain supaya bisa jaga itu harga”

“Tapi kalau mereka orang tidak mau?”

“Kita harus kasih pengertian, keringat kita orang ada nilainya”

“Tapi pabrik rokok di Jawa punya kuasa kan!”

“Jangan lupa, kita orang yang punya cengkeh. Jadi kita orang yang akan mengatur!”

Saat mentari mulai turun, di ujung barat semburat kemerahan memperindah permandangan. Senja turun mengantar malam yang kan menjelang. Bulan bundar mulai mengintip separuh badan. Lama-kelamaan sosoknya yang putih pucat semakin nyata di antara pohon-pohon kelapa. Malam indah dengan taburan bintang, seakan turut menjaga bunga-bunga cengkeh.

Berabad-abad lampau, karena hasil tanah ini maka orang asing mau datang dan bertransaksi. Bahkan hingga Indonesia merdeka, Cengkeh tetap permata buat masyarakat Minahasa. Sayang kebodohan dan keserakahan telah merampas kesejahteraan hidup masyarakat Minahasa.

Di ruang tamu berukuran 3 x 5 meter, berisi seperangkat kursi dan satu meja kerja kecil di sudut ruang. Seperangkat peralatan komputer tertata apik di atasnya. Yah teknologi telah membantu meluruskan jalan perdagangan , memangkas habis semua bentuk percaloan. Laki-laki gagah itu, kerap menggunakan komputer usai berkebon. Dengan bantuan teknologi, kini ia tak lagi menatap miris, ijazah perguruan tinggi yang terbingkai rapi di dinding.

Ayahnya benar, ijazah itu hanya selembar kertas tak bermakna, usaha dan kerja kerasnya yang memberi makna pada

selembar ijazah. Namanya yang terukir indah di ijazah itu kini sebanding lurus dengan tetesan keringat yang membasahi kebon cengkehnya. Namanya akan berurat dan berakar bukan hanya di kebon cengkehnya. Tapi juga menjadi motivasi bagi pemuda-pemuda di kampungnya, untuk kembali menggarap tanah. Gelar-gelar sarjana kini menjadi sekedar gelar karena di tiap-tiap kebon yang di garap gelar sarjana tak ada arti, yang memberi arti adalah gerakan tangan saat membelai mesra batang cengkeh. Saat membabat habis semua benalu dan kebahagiaan bukanlah saat menerima gaji tapi kegembiraan menjadi nyata saat putik cengkeh berbunga. Memberi makna tak ada keringat yang sia-sia.

Janji leluhur sudah ditepati, tak ada tanah yang tak menghasilkan. Tinggal bagaimana kedua tangan dan kaki menari, diiringi musik alam, mencangkul dan memotong agar bisa membuat yang terbaik. Karena bumi selalu berterima kasih, sebanyak tangan dan kaki mengolah sebanyak itu pula kelak hasil yang akan di panen. (15 Juni 2007)



Sumber : http://www.sekolahkehidupan.com/new/index.php?option=com_content&task=view&id=725&Itemid=30

Read More

Suatu waktu, ada seorang guru SMP yang meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantung plastik ke sekolah. Kemudian, dia meminta setiap anak untuk memasukkan satu kentang berukuran kelereng yang telah disediakan kedalam kantung untuk setiap orang yang berbuat salah pada mereka dan tak mau mereka maafkan. Kantung itu harus mereka bawa selama satu minggu.

Anak-anak diminta menuliskan nama orang itu dan tanggal kejadian pada kulit kentang. Dan kantung tersebut harus dibawa kemanapun mereka pergi selama satu minggu penuh. Kantung itu, harus berada di sisi mereka saat tidur, di letakkan di meja saat mereka belajar, dan ditenteng saat berjalan. Menjadikan kantung itu sebagai teman mereka. Ada beberapa anak yang memiliki kantung yang ringan, namun tidak sedikit juga yang memiliki plastik kelebihan beban.

Hari berganti hari kentang itu makin membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini. Akhirnya, waktu satu minggu itupun selesai.

Dan semua anak, agaknya banyak yang memilih untuk membuangnya daripada menyimpannya terus menerus.

=============

Sahabat, ada hikmah dibalik cerita ini. Saat kita tidak mau memaafkan seseorang, maka itu seperti kita sedang membawa beban. Iya, membawa beban di hati kita.

Memberi maaf adalah lebih mudah dan ringan daripada membawa beban yang akan memperlambat pikiran juga gerak kita. Iya, memperlambat. pikiran yang seharusnya memikirkan hal lain, harus terisi sebagian oleh siapa dan kenapa kita tidak memberi maaf.

Saat kita menyimpan dan memendam kemarahan, dendam, maka sebenarnya kita sedang membawa kebusukan dihati kita. Akan ada perasaan berat, tertekan, juga kegalauan menyelimuti hati kita. Dan ini adalah suatu penyakit

Segala sesuatu yang busuk, jika tidak segera dibuang, maka pada saatnya nanti akan dibuang beserta wadahnya. Begitu pula dengan kita, jika kebencian itu tidak segera dibuang dari hati kita, maka kitalah yang akan dipinggirkan dari sekeliling kita.

Mungkin kita berpikir, memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun, harus kita sadari, bahwa pemberian itu, adalah juga hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah untuk sebuah kebebasan.

Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, dan kedegilan hati.



Sumber : http://www.resensi.net/kentang-dan-dendam/2011/01/

Read More

“Your successes and happiness are forgiven you only if you generously consent to share them. – Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain.” Albert Camus

Untuk dapat sekedar hidup, mungkin kita tidak perlu bersusah payah mencari peluang ataupun memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dan manfaat diri kita. Namun sebagai mahluk yang paling spesial diantara mahluk ciptaan Tuhan YME, kita berkewajiban untuk mendapatkan kehidupan yang berarti. Kita harus berupaya semaksimal mungkin. Sebuah pepatah bijak menyebutkan, “Find a meaningful need and fill it better than anyone else. – Kejarlah sesuatu yang bermakna, dan gunakanlah setiap peluang yang ada secara lebih baik dari siapapun.”


Ada beberapa langkah untuk menjadikan kehidupan kita menjadi lebih berarti. Langkah pertama adalah memperbesar kemauan untuk belajar. Manusia mempunyai pikiran yang luar biasa, maka gunakan pikiran tersebut untuk belajar menciptakan kemajuan-kemajuan dalam hidup. Kita dapat belajar dari berbagai hal, diantaranya adalah belajar kepada pengalaman hidup, kegagalan, kejadian sehari-hari, orang lain dan sebagainya. Maka tingkatkan terus kemauan belajar.

Langkah kedua supaya kehidupan kita lebih berati adalah mencoba melakukan sesuatu agar lebih dekat dengan impian yang diidamkan. Bekerjalah lebih keras, lebih aktif atau produktif. Langkah ini sangat efektif dalam meningkatkan kemungkinan mendapatkan uang, kekayaan atau segala sesuatu yang berharga bagi manusia.

Satu hal yang patut dijadikan pedoman bahwasanya kerja keras itu bukan semata-mata mengejar 5 P, yaitu power (kekuasaan), position (posisi), pleasure (kesenangan), prestige (kewibawaan) dan prosperity (kekayaan). Setiap usaha yang hanya berorientasi kepada lima hal tersebut memang menjamin kesuksesan atau bahkan hasil yang melimpah ruah, tetapi tidak menjamin sebuah akhir yang menyenangkan. Contohnya adalah sebuah fakta tentang delapan orang miliarder di Amerika Serikat yang berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Illionis pada tahun 1923. Mereka adalah orang-orang yang sangat sukses, tetapi mengalami nasib tragis 25 tahun kemudian.

Salah seorang diantara mereka adalah Charles Schwab, CEO perusahaan besi baja ternama pada waktu itu, yaitu Bethlehem Steel. Tetapi Charles Schwab mengalami kebangkrutan total. Sehingga ia terpaksa berhutang untuk membiayai hidupnya selama 5 tahun sebelum meninggal. Yang kedua adalah Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Namun pria ini ternyata menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing. Orang ketiga adalah Jesse Livermore, raja saham “The Great Bear” di Wall Street. Tetapi Jesse mati bunuh diri.

Orang ke empat adalah “The Match King”, Ivar Krueger, CEO perusahaan hak cipta, yang juga mati bunuh diri. Begitu juga dengan Leon Fraser, Chairman of Bank of International Settlement, ia mati bunuh diri. Yang keenam adalah Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Tetapi ia sakit jiwa dan dirawat di rumah sakit jiwa hingga akhir hidupnya. Arthur Cutton sebelumnya adalah pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, tetapi ia meninggal di negri orang lain. Sedangkan Albert Fall, waktu itu ia adalah anggota kabinet presiden Amerika Serikat. Namun ia meninggal di rumahnya di Texas ketika baru saja keluar dari penjara.

Di dunia ini tidak sedikit orang yang semula sangat sukses, tetapi merana di tahun-tahun terakhir kehidupan mereka. Kehidupan mereka seakan-akan tidak berarti meskipun sebelumnya sangat kaya raya. Upaya terbaik memang dapat menghasilkan kesuksesan besar, tetapi bukan berarti merupakan jaminan sebuah akhir kehidupan sebagai manusia yang penuh arti.

Karena itu langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mengimbangi kerja keras dengan berbuat kebaikan. Seorang penulis pada abad 20-an yang berkebangsaan Perancis, AndrĂ© Gide, mendefinisikan kebaikan itu sebagai berikut; “True kindness presupposes the faculty of imagining as one’s own the suffering and joys of others. –

Kebaikan yang sesungguhnya adalah kemampuan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan orang lain.”

Kerja keras yang diimbangi dengan berbuat kebaikan akan menghasilkan semangat yang tinggi untuk mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkan. Hal itu terdorong oleh keinginan untuk dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya kebaikan tersebut berpengaruh positif terhadap semangat hidup, motivasi, dan kemajuan sikap dan ekonomi. James Allen, penulis buku berjudul As a Man Thinketh mengatakan, “Pemikiran serta perbuatan baik tidak mungkin mendatangkan hasil yang buruk; pemikiran dan perbuatan buruk tidak mungkin mendatangkan hasil baik.”

Dengan belajar, bekerja keras dan berbuat kebaikan maka kita akan dapat menciptakan kehidupan yang jauh lebih berarti. Langkah-langkah sebagaimana dijelaskan diatas terbukti juga sangat efektif menjadikan kesan positif tentang diri kita tidak mudah dilupakan orang. Saya meyakini bahwa kita masih mempunyai banyak kesempatan dan potensi untuk mendapatkan kehidupan berharga itu dimanapun dan apapun pekerjaan kita.



Sumber : http://www.resensi.net/ciptakan-kehidupan-bukan-sekedar-hidup/2008/10/

Read More

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.

Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.

“Aku ingin kuliah di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.

Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.
“Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya,” tutur sang guru. “Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat.”

Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada.

Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.

“Maukah Anda mengirimkan namaku?” pintanya untuk didaftarkan sebagai penerima beasiswa.

“Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya,” ujar sang guru.

“Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu tipis, mungkin nihil.”

Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.
Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi beasiswa itu.

“Inilah saat yang kejam. Penolakan,” pikir sang guru.

Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima ….

“Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri,” tutur sang guru menutup kisahnya.

Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship, dan dimuat di buku “Chicken Soup for the College Soul”, yang edisi Indonesianya telah diterbitkan.

Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.

Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, “Perbedaan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang.”



Sumber : http://www.resensi.net/hasrat-komitmen-dan-keberanian/2008/11/

Read More

Suka perhatiin gk ciri2 di bawah ini, emang sih ada benernya juga..?? ya kalii…”.

  1. Membaca makin jauh, kencing makin dekat.
  2. Dulu tidur berhadap-hadapan, sekarang beradu pantat. (buat yang sudah married..)
  3. Dulu suka pakai minyak wangi, sekarang sering pakai minyak angin. (kalau montir pakai minyak oli..)
  4. Dulu 12 kali lebih dalam sebulan, sekarang belum tentu sekali sebulan. (what is the kamsud?)
  5. Dulu keras sekali selama menunggu, sekarang lama sekali menunggu keras. (haha.. mulai adult content nih)
  6. Dulu langsung ON, sekarang langsung Down.
  7. Dulu sering siul2in cewe, sekarang malah siul2in burung.
  8. Dulu kencing asin, sekarang banyak yang sudah kencingnya manis.
  9. Dulu sering ajak makan enak, sekarang sering ajak makan obat.
  10. Dulu korbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang korbankan kekayaan demi kesehatan. (bener juga..)
  11. Dulu mengkritik generasi tua, sekarang mencela generasi muda. (hm..)
  12. Dulu bermimpi untuk mengubah dunia, sekarang jadi insomnia karena dunia berubah terus.
  13. Dulu dongkol karena nggak dikasih, sekarang jengkel karena ditagih. (haha..)
  14. Dulu pemburu nikmat, sekarang diburu tobat ... ampuuuuun .......
  15. Dulu sering mengacungkan jari kelingking, sekarang mengacungkan jari telunjuk. (coba tebak maksudnya....!!)



Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=21258&highlight=korbankan+kesehatan+kekayaan+dunia+berubah

Read More

Suatu Ketika Mercedez Benz owner memiliki masalah dengan kran air di kamar mandi dalam rumahnya. Kran tersebut selalu bocor sampai Big Bos Marcedez itu khawatir akan keselamatan anaknya yang mungkin saja dapat terpeleset dan jatuh.

Mengikuti rekomendasi temannya, Mr. Benz menghubungi tukang ledeng agar memperbaiki kran miliknya. Akhirnya dibuat perjanjian untuk memperbaiki yaitu 2 hari kemudian. Karena si tukang ledeng cukup sibuk. Sama sekali si Tukang ledeng tidak mengetahui bahwa si penelpon adalah termasuk orang penting, pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman.

Setelah ditelpon, satu hari kemudian si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena telah bersedia menunggu hingga satu hari lagi.

Mr. Benz-pun kagum atas pelayanan si tukang ledeng dan cara berbicaranya.

Hari berikutnya pada hari yang telah ditentukan, si tukang ledeng datang untuk memperbaiki kran yang bocor di rumah Mr. Benz.

Setelah diutak-atik, akhirnya kran pun selesai diperbaiki dan setelah menerima pembayaran atas jasanya, si tukang ledeng pulang .

Sekitar 2(dua) minggu kemudian setelah hari itu, si tukang ledeng menelpon Mr. Benz untuk menanyakan apakah kran yang telah diperbaiki sudah benar-benar beres dan tidak ada masalah yang timbul? Ternyata Mr. Benz puas akan kerja si tukang ledeng dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng. Mr. Benz berpikir, bahwa orang ini pasti orang yang hebat walaupun hanya tukang ledeng.

Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya. Tahukah Anda siapa namanya?

Ya, dialah Christopher L. Jr. Saat ini jabatannya adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !

========

Sahabat, tahukah anda apa makna dari cerita diatas. Cerita diatas memberikan motivasi kepada kita untuk memberikan yang terbaik di kehidupan ini apapun posisi kita saat ini. Kita tidak tahu, sebenarnya posisi kehidupan kita dimana, namun dengan memberikan yang terbaik, kita tidak akan menoleh kebelakang melihat goresan cerita kehidupan kita dengan kekecewaan. Yang ada hanyalah senyum kepuasan akan apa yang telah kita lakukan.

Kehidupan ini hanyalah panggung sandiwara, maka sebaik-baik pemain adalah yang bermain sebaik mungkin dengan kesadaran bahwa perannya hanya sementara.

Ada naskah dan skenario Sang Pencipta yang tidak kita tahu.

Dibalik kebahagiaan, terkadang skenario selanjutnya adalah kesediihan, begitu pula terkadang dibalik kesedihan, skenario selanjutnya adalah kebahagiaan.

Hanya 2 hal yang dapat kita lakukan, yaitu meyakini bahwa skenario yang Allah berikan adalah yang terbaik dan berbuat yang terbaik dalam melalui setiap peristiwa kehidupan kita.

Maka jika Sahabat dalam kesedihan, kegalauan hati, keresahan jiwa, ingatlah bahwa itu hanya sementara…



Sumber : http://www.resensi.net/bekerja-sepenuh-hati/2011/01/

Read More

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil.

Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprsangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.

Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.



Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=27179

Read More

Chat-box