Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.

Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.

“Aku ingin kuliah di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.


Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar. “Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya,” tutur sang guru. “Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat.”
Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada.

Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun. “Maukah Anda mengirimkan namaku?” pintanya untuk didaftarkan sebagai penerima beasiswa. “Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya,” ujar sang guru.

“Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu tipis, mungkin nihil.”
Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar
bagian-bagian komputer dan cara kerjanya. Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi beasiswa itu. “Inilah saat yang kejam. Penolakan,” pikir sang guru.


Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima ….
“Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri,” tutur sang guru menutup kisahnya.

Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship, dan dimuat di buku “Chicken Soup for the College Soul”, yang edisi Indonesianya telah diterbitkan.

Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa.
Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, “Perbedaan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang.”

Anda memilikinya?

Read More

Hari itu, aku melihat seorang anak yang berpakaian lusuh dan cukup kotor menuju rumah salah seorang temannya. Pakaiannya itu sebenarnya berwarna putih, tapi menjadi kecoklatan dengan bercak-bercak hitam di beberapa sisi. Dia menyandang tas samping. Awlnya ku fikir ia tengah mengajak temannya bermain selepas bermain dengan teman yang sebelumnya. Ternyata bukan, dia memanggil temannya itu untuk pergi mengaji. Aku langsung heran dan bertanya kepada salah seorang Ibu yang menurutku tahu tentang anak itu.
“Ibu, kenapa pakaian anak itu kotor ? Bukankah dia mau pergi mengaji? Kenapa dia tidak mengganti pakaiannya?” Tanyaku.
”Itu memang pakaian mengajinya. Orang tuanya sepertinya tidak mempedulikannya, makanya dia selalu berpenampilan demikian meskipun untuk pergi mengaji sekalipun. Selain karena kurangnya perhatian, dia itu memang berasal dari keluarga kurang mampu.” Jawab sang Ibu tersebut.
”Kasihan sekali kita melihatnya.” Lanjut Ibu itu.

Sedikit meluangkan waktu dan karena sedikit penasaran, aku bertanya lagi kepada Ibu itu mengenai anak tersebut. ”Ibu,.. Maaf, apa Ibu dari anak itu masih ada? Ayahnya? Bagaimana dengan saudaranya yang lain? Kakaknya apakah ada? Dan rumahnya di mana?
Ibu itu menjawab,”Ibunya masih ada. Ayahnya sudah tidak tinggal bersamanya karena kedua orang tuanya bercerai. Dia itu anak satu-satunya. Jadi, sekarang dia hanya tinggal bertiga bersama Ibu dan neneknya di rumah sederhana yang juga sudah tinggal satu kamar itu akibat gempa kemaren.”

Ya Allah…. Anak sekecil itu harus mendapatkan cobaan yang demikian??
Dia hidup dalam kekurangan materi, lalu apakan harus dia juga hidup kekurangan kasih sayang orang tuanya dan orang-orang sekitarnya??
Pernahkah terfikir oleh kita bahwa di sekitar kita masih banyak peri-peri kecil yang butuh kasih sayang kita??

Tuhan,,, Melihatnya aku takut…
Aku takut jika sekarang, esok, atau sampai saat nanti ia hidup tanpa tahu bagaimana rasa sayang hingga ia menjadi anak yang tidak pandai menyayangi.
Aku takut jika ia tumbuh menjadi anak yang selalu merasa rendah diri karena kekuranggannya dan karena tidak ada seorang pun yang menghargai serta mengacuhkannya.

Wahai engkau bocah kecilku… Adikku…
Andai aku punya istana yang di dalamnya hidup malaikat-malaikat penuh kasih sayang, maka engkau sekalian akan ku biarkan menikmatinya sepuas hatimu walau aku harus hidup di kejamnya panas mentari di luar sana.

Tuhan… Bolehkan aku ini hidup untuk mereka??? Bolehkan aku tetap melihat senyum mereka..??

Ketakutan dan kesedihanku adalah ketika mereka enggan berkumpul bersama teman-teman sebaya yang mereka lihat jauh lebih mapan dari mereka. Sungguh.. sungguh aku takut jika mereka menjauh dan merasa hina dibanding orang-orang kaya itu sementara sebenarnya mereka lebih mulia dari si kaya…

Oh tuhan…. Jangan biarkan rasa hina mengerogoti jiwa mereka. Tetap senangkan hatinya. Hati si kecilku yang kehilangan masa kecilnya bersama kedua Ibu Bapaknya itu.

Adik-adikku.. anak-anakku…
Kelak, jika kalian melihatku datang, mendekatlah padaku… Jangan pernah takuti aku ya… Senyum dan melihat kalian tertawa adalah kebahagiaan terbesarku…

Teman, seoarng anak, meskipun bukan anak kandung kita, saudara kandung kita, atau pun family dekat kita, mereka tetaplah anak kita. Meraka anaknya semua orang muslimin…
Jangan pernah acuhkan mereka sekalipun ia terlihat tidak seperti layknya setiap orang berpenampilan. Mereka hanya butuh kepedulian kita.. Jikalau pun tidak mampu berbuat banyak, jangan pernah sakiti mereka dengan menunjukkan kebencian, cemoohan, atau pun rasa jijik terhadap mereka..

Bayangkanlah teman,, Betapa pilunya hati mereka ketika melihat kita menjauhi mereka…
Astaghfirullah.. Astaghfirullahal”adziim…
Jangan sampai kita membuat hati mereka sedih kemudian membuat mereka terisak menangis pilu di hatinya…

Allah Arrahman dan Arrahim… Dan semoga sifatnya Allah tetap bermekaran di hati kita, bukan malah luntur dikikis oleh sifat yang ditancapkan oleh syaitan..

Teman, maaf ya kalau kelihatannya seperti menggurui.. si “AKU” tdk bermaksud apa-apa. Dia hanya mencoba menuangkan apa yang ia lihat, cerna, dan ia rasa. Si “AKU” bukan orang yang baik, tp ia ingin menjadi baik. Dan ia sadar bahwa butuh waktu yang lama untuk menjadikannya baik karena begitu jauhnya dia dari kebaikan itu..

Read More

Saya adalah pendatang disuatu daerah. Dipasar kota tersebut, saya membuka membuka usaha kecil-kecilan. Berupa penyewaan play station ( PS ) dan rental VCD. Di depan toko ada tukang parkir. Selain tukang parkir dia adalah preman pasar. Preman ini sering berulah di depan toko saya. Sehingga ini membuat pelanggan saya menjadi kurang nyaman. Geram rasanya jika karena ulahnya pelanggan saya pergi. Dan ini sudah terjadi berulang kali. Mungkin karena saya pendatang sehingga dia berulah demikian.

Meski begitu, preman pasar ini sudah beberapa kali meminjam play station ketempat saya, dan dia mengembalikan tepat waktu, dan saya selalu memberikan special discount kepadanya karena terpaksa.

Suatu malam, tepatnya pukul 12 malam preman ini berjalan -jalan dilorong gang menuju rumah saya. Preman itu jalan sempoyongan sambil mengomel. Saat di depan rumah dia memanggil-manggil nama saya dengan sangat tidak sopan. Ingin rasanya saya tonjok hidungnya. Sayapun keluar, penampilan preman malam itu sangat semrawut, kepalanya sedang diperban yang terlihat berdarah, sambil membawa kampak. Dia terlihat dalam emosi yang tinggi. Dan dia pun meninju berulang kali ke arahku. Namun bisa kuhindari. Pikir saya, buat apa berurusan dengan preman ini, daripada kedepan timbul masalah, mending saya tenangkan dia.

Saya tenangkan pinta kapak yang dia bawa, tenyata dia menyerahkan kampak itu ke saya. Beberapa saat kemudian dia mengemukakan bahwa dia ingin meminjam PS ke saya, sayapun melayani. Setelah preman itu pulang, hati kecil ku berkata, masak harus mengalah terus. Kalau mengalah nanti akan diinjek-injek terus. Akhirnya saya memutuskan, esok hari akan saya tantang preman itu untuk duel secara jantan.

Pagi harinya, sampai dua hari saya mencari-cari preman itu. Namun tidak ketemu. Hingga bertemu dengan orang tuanya yang mengatakan bahwa si preman sudah berada di Kantor polisi. Dia ditangkap setelah dari rumah saya, lengkap dengan PS ditangannya. Tuduhan polisi kepada nya diantaranya membuat keributan di pasar, serta mencuri PS dari rumah penduduk. Owh baru tau saya ternyata kampak yang dibawa ke rumah saya itu digunakan untuk membuat keributan.

Setelah mengetahui si preman ditangkap polisi saya kemudian menuju kantor polisi untuk menjenguknya. Namun dalam laporan ke Polisi saya tidak melaporkan si preman sebagai pencuri dia hanya meminjam dari saya serta saya terangkan bahwa dia adalah langganan saya. Mengenai kejadian malam itu, sewaktu dia berusaha memukulku juga tidak saya ceritakan. Malah sewaktu saya menjenguk nya saya coba menenangkan dia, serta menanyakan apa yang perlu di Bantu. Jack mengeluh saat itu dia sakit gigi dan tidak punya uang untuk membeli obat. Kemudian saya membelikan obat dan rokok serta uang alakadarnya guna membeli makanan selama ditahan di kantor polisi.

Sehabis mengisi formulir pengambilan barang dikantor polisi, saya kemudian pulang. Seminggu kemudian si preman tiba-tiba muncul didepan rumahku dan tiba-tiba dia menujuku dengan terburu-buru, dia memelukku dan menangis dipundakku. Dia mengucapkan terima kasih atas bantuanku sewaktu dia berada di kantor polisi. Dia percaya dengan kedatangan saya kekantor polisi tuduhan pencurian dapat dihindari.

Saat ini si preman masih berprofesi sebagai tukang parkir, namun sikapnya sudah berubah dibandingkan sebelum dia ditangkap. Hampir setiap kali dia bertemu denganku, dia selalu menyapa dan tersenyum.

Sahabat resensi.net. Pecinta cerita motivasi

Apa kandungan dan makna dari cerita diatas?

Kandungan dari cerita ini :
  1. Dendam dan amarah tidak akan menyelesaikan sebuah persoalan.
  2. Setiap persoalan seyoknyanya dihadapi dengan kepala dingin dan diputuskan dengan bijak
  3. Usahakan membantu kesulitan orang lain, meskipun orang tersebut memusuhimu
  4. Untuk mengubah sikap seseorang tidak seharusnya dengan menceramahi terus – menerus, namun sentuhlah nuraninya dengan sikap dan perbuatan yang baik.

Sahabat, sesuatu yang membara jika dihadapi dengan api, maka yang ada hanyalah kehancuran. Sebagaimana kekerasan yang dihadapi dengan kekerasan pula. Maka kehancuranlah yang didapat. Dengan melebur rasa dendam, maka akan meleburkan pula rasa amarah, menumbuhkan kasih sayang dan persahabatan.

Jadilah orang yang beruntung, bukan orang yang merugi dan kecewa. Dendam adalah onggokan sampah hati yang membuat pemiliknya semakin tersiksa dan menderita. Bukankah Allah juga maha memaafkan atas kekurangan, kelemahan dan kekhilafan manusia?

Lalu, mengapa manusia tidak banyak belajar untuk mencukupkan diri hanya dengan Allah Subhanahu Wata’ala, saja? Ketika seseorang memenuhi hati, pikiran dan hari harinya hanya dengan Allah, maka sanjungan atau makian bukanlah sesuatu seban yang harus dipikirkan, dibenci atau disenangi orang bukan suatu masalah yang dapat mengganti jati diri kita. Ya, jati diri seorang yang baik. Bukan jati diri pendendam.

Read More

Pernahkah kau mendengar cerita tentang seorang preman pembunuh empat puluh nyawa, pemerkosa empat puluh wanita, perampok empat puluh bank, sedang menangis menyesal tersedu seperti ketika masih bayi dulu, lalu kehidupannya berubah penuh kasih sayang.

Pernahkah kau dengar tentang panutan masyarakat yang memperkosa gadis desa hinngga melahirkan lalu membunuh keduanya menguburnya hidup2. Bukankah kedua peristiwa diatas terjadi bukan tanpa sebab alasan.

Pernahkah terlintas di benakmu pertanyaan mengapa dan untuk apa kau diciptakan. Luangkan lebih banyak waktu, percayalah, lakukalah, dan temukanlah sendiri, karena jawabanmu terhapnya akan menjadi sangat menentukan riwayat kehidupanmu.

Waktu yg berlalu takkan pernah kembali. Tak ada waktu lagi bagi yg telah mati. Namun hikmah semua peristiwa selalu hidup. Sungguh, mata air hikmah akan selalu terpancar bagi mereka yg mau mengambil hikmah. Apakah menurutmu sama orang yg mau mangambil hikmah dengan yg tidak.

Read More

Pecinta cerita dan artikel motivasi, dalam kehidupan ini tentu kita tidak akan terlepas dari keinginan, cita-cita dan harapan.

Waktu kecil ada sebagian kita yang bercita-cita atau berharap menjadi dokter, ada yang ingin menjadi pilot, atau harapan yang lebih sederhana,harapan agar orang tidak membuang sampah di sungai, harapan agar dapat membantu orang sekitar agar lebih produktif.

Atau juga keinginan memiliki mobil, memiliki rumah, atau ingin memiliki tanah, keinginan agar orang tidak menaburkan racun disembarang tempat seperti merokok misalnya, seperti pengurangan zat pewarna dan pengawet pada makanan misalnya, dan lain-lain, dan lain-lain.

Itu semua adalah harapan, keinginan, dan cita-cita. Misal saja kita memiliki keinginan memiliki tanah, bisa saja kita mendapatkannya dengan berjuang sungguh-sungguh dengan menabung sedikit demi sedikit, namun mungkin ada yang terlewatkan, yaitu menyertakan Allah (Tuhan sekalian alam) dalam setiap keinginan kita. Hasilnya apa? Keinginan kita akan terwujud dalam waktu lama.

Sangat berbeda jika kita melibatkan Allah dalam setiap keinginan kita. Analoginya begini:

Waktu kecil, sebagian anak ingin memiliki sepeda, terus menabung sedikit demi sedikit. Sambil menabung, si anak memberitahukan keinginannya tersebut pada orang tua. Tidak dalam waktu lama orang tua akan membelikan sepeda dengan uang tabungannya. Mungkin tabungannya tidak cukup, namun dengan tambahan dari orang tua aka cukup. Berbeda jika si anak menabung dan diam saja akan keinginannya itu.

Begitu pula dengan kita, sertakanlah Allah dalam setiap keinginan, harapan dan cita-cita kita.

Cara menyertakannya bagaimana? Teruslah berusaha dan berjuang menggapai keinginan itu dengan diiringi meminta, memberitahukan, dan berdoa kepada Allah akan keinginan kita dalam shalat, tahajud, sedekah dan lain sebagainya.

Apabila dengan cara ini dilakukan, maka cita-cita dapat terwujud, dan akan makin dekat dengan Dzat yang menguasai urat nadi dan takdir akan kehidupan ini.

Jangan sampai kita mengejar cita-cita dan harapan dengan meninggalkan Allah. Hasil yang terjadi adalah mungkin cita-cita terwujud, tapi jauh dari Allah. Atau mungkin pula cita-cita tidak terwujud dan kita jauh dari Allah. Naudzubillahi min dzalik.

Percaya tidak percaya, telah terbukti jika keinginan dengan menyertakan Allah, keinginan akan lebih cepat terwujud.

Read More

Banyak orang mengatakan aku bukan manusia, kumpulanku terdiri dari orang-orang bejat, penjudi, peminum, penjambret, pencuri, perampok, pembunuh, tukang palak, sanjipak(penipu) dsb. sampe aku malas menyebutnya karena tiap hari aku bergelut di suasana dan kondisi seperti itu. Akupun mulai terbiasa dgn hal seperti itu, mulanya aku mencoba minum anggur merah lama-lama teman-temanku mengajakku berjudi, merampok, dll.alasan mereka mengajakku karena ada nilai seni tersendiri ketika aku di sisi mereka,,tiap hari 1 pres marlboro datang entah dari siapa, yang pasti rokok itu tidak pernah habis walau teman-temanku banyak.

Suatu saat aku teringat kepada mendiang ayahkuyang notabene adalah seorang guru SD yang penyabar, kasih sayang, penuh perhatian pada muridnya, sopan, pandai dsb. Itu cerita dari mantan murid2nya. Sampailah aku di pusara ayahku, aku panjatkan do’a apa adanya sekali-kali air mata ini jatuh tanpa aku sadari karena aku sendiri tak tahu bagaiman wajah sebenarnya ayahku, karena ayahku meninggal waktu itu aku masih berumur 3 tahun..dalam do’aku “aku ingin mengakhiri semua ini, aku ingin hidup normal seperti aku masih kecil dulu…?” rupanya Allah Swt mengabulkan doaku.
Beberapa minggu lagi aku akan meminang seorang perempuan pondokan, dia adalah pacarku yang tak pernah aku hiraukan. akhirnya akupun duduk di pelaminan dengan pesta pernikahan yang lumayan meriah.

Ttiga bulan aku dibiarkan oleh teman2ku tak ada kabar dari mereka, aku asyik hidup dengan istriku dan 1 bulan kandungan anakku. hal pertama yang aku lakukan adalah mencoba membuka usaha dirumah sendiri dan dari teman2 tersebar bahwa aku membuka percetakan, mereka datang dengan berbagai keinginan dan pesanan yang menurut aku adalah hikmahnya suatu keluarga kecil.akupun bahagia dengan keluarga kecilku..

Tak terasa umur kandungan istriku 9 bulan dan anak yang pertama lahir denagn nama Muhammad Waisul Aziz, dia begitu lucu, tampan, hidung mancung, kulit kuning langsat, bobotnya membuat keluarga dan tetangga tercengang 3.8 Kg padahal keluargaku dan istriku tidak ada yang sedemikian besar.. aku bahagia,,

Akan tetapi wais (panggilan anakku) seakan-akan menahan sesuatu ketika dia bernapas, akhirnya dia rumah sakitlah yang tahu keadaanya, dia mengidap penyakit kronis dalam pernafasan, tuksk lambung, dan komlikasi lain yang aku tidak mau mendengarnya karena aku merasa iba melihat anakku yang masih kecil sudah menanggung hisup yang berat. Wais pun tak dapat menahan itu akhirnya dia meninggal dunia di hari selasa genap 23 hari hidupnya..aku menjadi sering marah, lupa ingatan, sering pergi tak tahu keman tujuan sampai suatu saat seorang guruku memberi nasihat “kamu mau punya anak durhaka??” satu kalimat saja dari guruku itu langsung menghilangkan semua onak dan duri dalam hatiku sekaligus aku mendengar jeritan setan dan iblis dalam diriku berbondong-bondong pergi (itu ujian awal bagiku).

Aku menata kembali kehidupanku yang kacau..satu,sua,tiga,empat orang mencariku untuk acara hajatan dan acara keluarga mereka semua tak tanggung-tanggung tanpa adanya penawaran langsung cash membayar lunas,,begitulah tiap hari dan bulan yang aku lalaui dengan keluarga. aku lupa dengan teman2ku yang bejat2 itu..

Aku kembali mempunyai anak kali ini lahirlah Fi’isy Rodhiyah seorang anak perempuan yang cantik lincah disukai banyak orang

Dalam perjalanan usahaku aku tertarik pada sebuah peminjaman modal di bank swasta, mereka dengan mulut yang berbisa datang kerumahku menawarkan berbagai macam cara agar aku mau meminjam uang ke bank mereka,,jadilah aku pinjam uang 260juta rupiah, uang sebanyak itu aku gunakan untuk usaha, segala sesuatunya harus kredible dan termanage dengan baik, tapi dasar memang bank swasta segalanya harus tepat waktu, melesetr sedikit denda denda dan denda.

Bulan pertama sampe bulan ke sembilan aku lancar, ketika memasuki bulan ke 12 aku keteteran membayar bank, mereka pun datang bertubi-tubi kerumahku, siang,malam,subuh, bahkan ketika aku bepergian mereka meneleponku,,aku tak sabar dengan semua itu. tunggaanku makinmenumpuk tiap bulan denda berjalan membuatku terombang ambing kesana kemari, gali lobang tutup lobang, kadang uang dari customer aku pake untuk membayar sedikit hutang, tapi kembali lagi pada awal mula bahwa bank swasta adalah rampok yang sesungguhnya.mereka tidak tahu menahu apa aku punya uang ato tidak yang penting setoran lancar.

Perlu diketahui aku meminjam uang dengan menjaminkan rumahku yang di huni oleh keluargaku, bertambahlah penderitaanku ketika mereka mengirimkan surat peringatan pertama untuk membayar kalo tidak mereka akan menyegel rumahku,,aku bingung setengah mati, tiap malam aku tidak bisa tidur nyenyak pagi hari mereka datang menagih dengan dep colector yang beringas, mereka membabi buta menagihku dengan ancaman yang serius,tetanggaku datang membantu aku mengusir dep colector itu tapi esoknya mereka datang lagi..

Akhirnya aku tak kuat dengan tagihan dep colector itu, akupun menghubungi temanku di dunia hitam, aku katakan maksudku dan dia menjawab “tunggu kabarnya paling lambat besok sore?” lalu aku tanya “kau mau apa dariku??”, dia menjawab “persahabatan tak pernah mati”?, itu jawabnya.dan aku merasa bersalah setelah sekian tahun aku tak pernah mendatanginya.

Kabar itupun datang dari seorang teman di sidoarjo bahwa saudaranya terbunuh di desa yang agak dekat dengan rumahku,akupun mencoba cari tahu sipa orang itu..? dan ternyata ???dua orang itu adalah dep colector yang tiap hari menagih ke rumahku..?

Aku jadi takut, aku tak kerasan dirumah, aku kalap,,sipembunuh itupun menelponku,”tolong aku dibelikan 1 pres marlboro dan 1 botol anggur merah bawa ke rumah ya ..? kutunggu malam ini” katanya, aku belingsatan bingung tak karuan, alasan apa yang kira-kira ampuh untuk tidak datang kerumahnya,tapi aku tak ada alasan..? karena dia bilang “persahabatan tak pernah mati”

Aku langsung membawa 1 botol anggur merah dan 1 press marlboro ke dia, dan ketawa itu tak dapat di bendung lagi oleh dia, kenapa??kenapa??? kamu kok murung seperti itu??? aku jadi salah nih..?yang aku pikirkan adalah temanku yang di Sidoarjo bahwa yang terbunuh itu adalh kakak kandungnya. aku mulai tertawa hambar seali-kali aku hisap dalam-dalam marlboro di tanganku yang sebelumnya kau sudah berhenti merokok dan minum, aku berpamitan dengan dalih anakku sakit. temanku itu mengerti sehingga dia memperbolehkan aku pergi..

hah..huh..lega rasanya keluar dari pintu neraka itu…,
Aku masih berfikir bagaimana untuk mengangsur sisa hutang yang masih rp.143.665.000 itu?? pertanyaan itu terus menghantui aku tiap malam..sampai ketika ada teman yang membawa setumpuk berkas untuk diserahkan pada dinas perindustrian dan perdagangan, akupun tak segan-segan ikut karena kau memang diajak, disitu aku melihat adanya jutaan bahkan ratusan juta pihak-pihak yang “menyogok” bagian ini itu untuk memperlancar usahanya.

aku punya pikiran lain bagaimana seandainya uang haram itu aku rampok sehingga hasil rampokan aku gunakan untuk mebayar bank,,? tibalah suatu ketika aku menghubugi tmanku yang sering merampok bank dan rumah orang kaya, merekapun mengiyakan niat busukku itu dengan syarat aku yang memeberi kode atau gambar (istilah dalam perampokan), hari yang ditentukan telah tiba, seperti biasa kacamata hitam fido didoku tak pernah lepas dari kepalaku sekaligus hp yang selalu on dengan nomor lain dari biasanya, merekapun memudar seakan sibuk dengan gaya mereka sendiri, ada yang baca koran,ada yang mangkal di depan warung, ada yang jadi pemulung dsb.walhasil mereka mendapatkan uang hasil rampokan itu senilai rp.1.8milyar,,,,,,jumlah yang fantastis

Kami berenam merayakan keberhasilan itu mengajak semua keluarga liburan ke pulau Bali, disana uangitu di bagi dan bagianku lanmgsung aku transfer ke rekening istriku sisanya aku transfer ke bank swasta itu untuk melunasi hutang…sku sudah tak punya hutang di bank,,aku jadi dermawan dadakan.. banyaknya pengemis dan pengamen dari Banyuwangi sampe probolinggoaku bri uang 20 ribuan, bahkan ada seorang nenek2 aku kasi uang 1 juta dan ada seorang yang aku wawancarai apa kira2 keinginannya ?? di menjawab “saya pingin punya rumah pak?? tanpa pikir panjang aku langsung survey kelokasi rumahnya di Probolinggo, aku miris melihatnya rumahnya miring ke kiri tanpa ada penyangga, hanya ada lampu templok yang menyala kala malam saja,,”sudahlah pak?? ni ada uang sdikit untuk mrmbuat rumah,,maka aku keluarkan uang rp.20 juta untuk membangun rumah orang itu.

Sekarang tinggal apa???rumah sudah selesai , agak mewah lah dari tetangga sebelah, mereka yang dulunya melihat sebelah mata kini hormat padaku, dan akupun berusaha baik pada semua orang..mobil aku punya Honda CRV keluaran tahun 2010, Hp. aku tidak butuh yang mewah-mewah hanya aku masih memakai hp butut. sedang aku memiliki alat musik dirumah yang tidak aku sewakan, hanya untuk iseng saja bersama bandku..

Cukup sekian kisahku yang sudah tidak karuan, sampai cerita ini aku tulis aku bingung apakah dosa-dosaku terampuni, aku akan berusaha untuk menjadi ahli sholat, puasa, baik pada semua orang, tidak sombong, sering mebantu kekurangan orang lain (mskipun mereka kadang ada yang tidak membayar huatang), aku berdo’a tiap malam agar dosa-dosaku hanya aku yang menanggungnya, jangan pada istriku, anak-anakku atau keluargaku..hanya aku Allah…Hukum aku ..jangan mereka..mereka tidak tahu apa-apa..itulah do’aku..



To sahabat Pribumi

Semoga masa lalu menjadi pencambuk untuk berusaha keras dalam menaburkan kebaikan. Selama ada niat sungguh-sunguh, ampunan itu akan ada.

Read More

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam.  Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik, daripada kehujanan…,” begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja. Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan
penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu.

Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh ke arah saya, dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.

“Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru…

“Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya.
“Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama  anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan…”

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora sare”. Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat
saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak  hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.

Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. “Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah, hujan telah reda,  dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare….Gusti Allah Ora Sare…

***

Teman, begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Termasuk kali ini. Ya, ini adalah hari yang bersejarah buat saya. Saat ini, usia saya telah bertambah, dan milis ini pun memasuki tahun yang ketiga. Tentu, ya tentu, saya merasa bersyukur sekali dengan semua ini. Namun, kadang wujud syukur itu tak tampak kentara dalam runutan hidup yang saya lakoni.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.

Aku berdoa agar diberikan kekuatan…Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku  kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.

Aku berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.

Sumber : http://www.resensi.net/rezeki-saya-ada-dimana-mana/2008/09/

Read More

Mayat bukan siapa siapa saja yg ada di kubur,
Tapi siapa-siapa saja yang hidup dengan semangat dan jiwa terkubur. ( Indrawan yepe)

Seringkali dalam kehidupan kita disinggahi hal-hal yang meruntuhkan semangat dan jiwa kita agar selalu lemah setelah bersemangat.

Ada sebuah kisah yang saya alami ketika saya diundang mengisi training untuk motivasi dan intropeksi kurang lebih sebulan sebelum gempa Yogya –Jateng tahun 2006 dengan lokasi tepat di pantai parang kusumo yogyakarta yang pesertanya siswa SMU dan Mahasiswa, dalam sela-sela kesempatan waktu ada seseorang yang asyik ngobrol dengan saya berdua sambil mengeluarkan segala keluh kesahnya, yg paling menarik buat saya adalah cerita dimana sehari sebelum pertemuan dengan saya dia berusaha meregang nyawa dengan cara yang bathil alias mencoba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Melihat dari fisiknya ia seorang lelaki yang gagah ganteng dan secara fisik sempurna tetapi ia hampir saja menjadi mayat yang sesungguhnya dan dikubur dg sia-sia, lumayan masih tertunda kurang dari 24 jam semenjak belum ketemu dengan saya.dari pertemuan ini diri saya harus bisa masuk menyelaminya dg tanpa menggurui dan yang pasti saya lakukan saat itu saya harus menjadi pihaknya dan memberikan nasib yang sama sebelum meneruskan pembicaraan yang merupakan bagian tantangan konseling.

Masalah yang utama adalah keluarga; diawali pertemuan yang tak sengaja melalui jaringan internet dg wanita yg ayah dan ibunya menjadi orang penting di provinsi Irian barat, keluarga pejabat birokrasi pemerintaan yg masing-masing adalah kepala meski beda departemen, dg kekayaan yang melimpah. Cukup minder dengan masalah keuangan dan juga mendengar kabar kemunkinan yang tidak disetujui, maka kawan bicaraku tadi mencari cara untuk berbohong dan juga melewati jalan yang buruk yaitu hubungan seks sebelum pernikahan dan akhirnya wanita cantik yang akan dinikahinya hamil lebih dahulu dan orang tuanya terpaksa meminta tanggung jawab.dan kawan ini masih saja berbohong tentang pekerjaan dan harta,karena dimaksudkan mengimbangi.karena kebohongan itu seperti bangkai busuk yang meski semakin ditutup-tutupi tetap akan tercium juga baunya dan bau itu semakin lama semakin busuk. Inilah yang membuat kekacauan kehidupanya, kedua orang tua wanita tersebut merasakan bau itu dan ditumpahkan sekuat mungkin baunya.meski demikian tetap juga ada kesalahan besar kenapa kawan ini berusaha berbohong, tentu juga karena tuntutan orang tua wanita tersebut,”saya tak menyalahkan kau kawan” kataku padanya dan teruskan ceritanya.

Keluhan demi keluhan disampaikan dan aku menikmati setiap kata sehingga aku juga mengalir disela sela suara ombak parangkusumo.

Kemudian usai acara berkisar jam 11 malam kami lanjutkan berada di pinggiran api ungun yang dinyalakan peserta traning, bergabung dengan kami berdua seorang ustadz yang memimpin dan yang mengasuh para peserta training di sebuah pesantren yg beliau pimpin.

Semakin asyik obrolan yang semula berdua menjadi bertiga,masalah demi masalah,keluhan demi keluhan saya dengarkan dengan ustadz tadi yang mana saya dan ustadz berusaha memberikan solusi dan tanggapan.

Keajaiban terjadi ketika kami memberikan tanggapan ternyata seide dan sepaham sehingga solusi semakin dekat ditemukan kawan yang punya semangat dan jiwa tekubur menjadi lebur bersama gerimis yang membasahi pakaian dan tubuh kami yg tidak beranjak dari tempat kami duduk, karena ada rasa syukur yang menstimulus kami untuk menikmati gerimis yang disusul hujan.

Disela-sela bibir kawan yang basah bergetar yang air matanya lebur dengan tetesan hujan ia mengatakan kejujuran batinnya “selama ini saya disalahkan dan disalahkan,disudutkan hingga dada terasa terhimpit tembok yang sangat tebal, bapak, ibuku menyalahkan, kakakku, keluargaku, semua orang-orang dekatku menyalahkan terlebih mertuaku yang gila harta, semua menghimpit sampai sesak dada ini tak basa bernafas hingga ubun ubun merasa ada batu sebesar kepalan yg selalu menghantam dan otakku dipenuhi dg paku tumpul.hanya, cuma Mas dan Bapak yang tidak menyalahkanku, aku bersyukur ketemu Mas dan Bapak, mungkin kalau tidak, besok saya melanjutkan proses kematianku yang hina”.

Saya dan ustadz tadi benar benar bersyukur Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam.Ustadz tadi memberikan kata-kata terakhir, ”mulai besok tinggalah di tempat kami di pesantren kecil,tak perlu membayar sewa tinggal dan makan gratis,dg catatan kamu punya ilmu tentang computer dan teknologi yang harus kau terapkan pada adik-adikmu yg tinggal bersamamu, dan kamu menjadi orang yang berarti juga untuk kami”.

Dan saya juga katakan “meski terpisah sementara dari istrimu, ternyata kamu sangat mencintai dan dia mencintamu, juga anakmu yang membutuhkan sosok ayah, ambilah keputusan yang terbaik untuk keluargamu sendiri jangan hiraukan orang lain, citakan sebuah kebahagian untuk dirimu,istrimu dan anakmu kebahagiaan dunia dan akhirat, kamu bisa dan pasti mampu asal tak pernah kau kubur kembali jiwa dan semangatmu. Dan kematian bukanlah keputusanmu & Rizki bukanlah pemberianmu”.

Seringkali hanya dengan menyalahkan seseorang, tidaklah dapat merubah seseorang yang benar-benar bersalah.

Kegagalan seharusnya adalah guru kita, bukanya pengurus pemakaman kita.Kegagalan adalah penundaan bukanya kekalahan.Kegagalan adalah perubahan rute sementara,bukanya jalan buntu. (John Maxwell)

Tiap tiap yang berjiwa pasti akan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah di sempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari api neraka dan di masukkan kedalam surga, maka ia telah beruntung. kehidupan didunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS.Ali Imron:185)

kisah nyata dari penulis:Indrawan Yepe (Seorang motivator,designer artist,arangger.trainer,hamba yang lemah disisi-NYA)

Sumber : http://www.resensi.net/mayat-bukan-hanya-yang-dikubur/2008/08/

Read More

Sahabat, saya pernah membaca suatu hal yang menarik tentang perangkap. Suatu sistem yang unik, telah dipakai di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada disana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Caranya sangat manusiawi (*umm…atau mungkin hewani kali ye..hehehe*). Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan-bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan mengikat/menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terjulur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan.

Tentu, kita tahu mengapa ini terjadi. Monyet-monyet itu tak melepaskan tangannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Monyet itu, tak akan dapat terlepas dari toples, sebelum ia melepaskan kacang yang di gengamnya. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula ia terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.

Sahabat, kita mungkin tertawa dengan tingkah monyet itu. Kita bisa jadi terbahak saat melihat kebodohan monyet yang terperangkap dalam toples. Tapi, mungkin, sesungguhnya, kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Betapa sering, kita mengengam setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet yang mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberikan maaf, tak mudah melepaskan maaf, memendam setiap amarah dalam dada, seakan tak mau melepaskan selamanya.

Seringkali, kita, yang bodoh ini, membawa “toples-toples” itu kemana pun kita pergi. Dengan beban yang berat, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dengan persoalan pribadi yang kita alami.

Sahabat, bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah lebih menyenangkan, untuk memberikan maaf bagi setiap orang yang pernah berbuat salah kepada kita? Karena, kita pun bisa jadi juga bisa berbuat kesalahan yang sama. Bukankah lebih terasa nyaman, saat kita membagikan setiap masalah kepada orang lain, kepada sahabat, agar di cari penyelesaiannya, daripada terus dipendam?

Sumber : http://www.resensi.net/perangkap/2008/11/

Read More

“All things, whatever you ask, praying, believe that you shall receive them, and it will be to you.”

“Apakah ada perasaan putus asa sewaktu terapung di laut sendirian? Misalnya, berpikir ‘habislah sudah hidupku’ …?” tanya wartawan MetroTV kepada Ari Afrizal, 21, korban gelombang Tsunami, selama 15 hari 14 malam terapung-apung di lautan lepas. “Tidak!” jawabnya tegas, “Yang terpikir saya waktu itu, saya mau hidup, saya tidak mau mati!”

Ternyata tekad serta apa yang dipikirkan Ari menjadi kenyataan. Pemuda yang berasal dari desa Kabong, Aceh Jaya, berhasil diselamatkan kapal Al-Yamamah yang lewat di lokasi 320 kilometer dari pantai barat Sumatera, 15 hari setelah bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Selama terapung di lautan Ari melawan terik matahari, dinginnya hujan serta pekatnya malam dengan hanya memakan buah kelapa serta bantuan kayu dan sampan yang hanyut bersama-sama ke laut. Tekadnya untuk hidup telah membuatnya bertahan selama 15 hari sebelum akhirnya ditolong awak kapal Al-Yamamah.

Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ragu, takut atau pesimis, seringkali menghantui pikiran kita. Padahal, pikiran positif, semangat serta tekad merupakan modal awal yang barangkali 50% akan menjamin keberhasilan pekerjaan dan tugas-tugas kita? Pernahkah kita sadari bahwa sesungguhnya kekuatan pikiran kita luar biasa “dahsyat”?

Dalam khasanah psikologis ini disebut sebagai “Self-fullfiling Phropecy” atau “Pygmalion Effect”. Adalah Robert Merton, seorang profesor sosiologi di Universitas Columbia yang pada tahun 1957 mengembangkan konsep ini. Dalam kajiannya yang terkenal dengan sebutan “Social Theory and Social Structure”, Merton mengatakan (dengan bahasa sederhana) ketika sebuah ekspetasi sudah dibuat, bahkan ketika itu tidak akurat, kita akan cenderung untuk bertindak melakukan sesuatu yang konsisten dengan ekspetasi itu. Dan herannya, kebanyakan ekspetasi itu akan membuahkan hasil nyata, layaknya sebuah proses mejik.
Bukankah Ari Afrizal, korban Tsunami yang terapung di lautan lepas selama 15 hari itu telah membuktikannya?

Oleh sebab itu, jangan bermain-main dengan pikiran Anda sendiri, Anda harus mengarahkan pikiran secara positif dan sistematis, karena pikiran Anda akan membawa Anda ke mana akan menuju. Percayalah, ” … All things, whatever you ask, praying, believe that you shall receive them, and it will be to you.”

Sumber : http://www.resensi.net/alam-pikiran/2007/01/

Read More

Kehidupan manusia dikelilingi oleh dinamika kehidupan yang beraneka ragam bentuknya. Hidup manusia senantiasa diselimuti oleh bermacam-macam pengaruh, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Pengaruh positif berkaitan erat dengan apa yang disebut dengan “petunjuk”. Sedangkan pengaruh negatif berhubungan erat dengan “godaan”. Kedua jenis pengaruh ini tidak hanya menghinggapi satu atau dua orang tetapi ke semua orang.

Dalam sebuah hadis Nabi dikatakan bahwa kemiskinan itu dekat dengan kekufuran. Bunyi hadis tersebut nampaknya logis yaitu tatkala hidup seseorang berada dalam level miskin atau serba kekurangan maka ketahanan jiwanya akan rapuh dalam menghadapi cobaan hidup. Disini dibutuhkan sebuah prinsip yang kuat dengan menggigitkan gigi-gigi gerahamnya pada norma-norma agama. Dengan demikian maka prinsip tersebut akan mampu menangkis segala bentuk godaan.

Tentunya tidak sedikit juga manusia yang tetap tegar dan mampu berpegang pada prisip kebenaran. Mereka tidak rapuh walau diterjang badai. Mereka tidak gentar menghadapi cobaan hidup walaupun mereka dalam kondisi serba kekurangan. Mereka tetap menghiasi dunia dengan cahaya dzikir kepada Sang Pencipta. Mereka senantiasa meramaikan dunia dengan amalan-amalan ibadahnya kepada Sang Khalik. Bagi mereka kemiskinan hanya merupakan bagian dari liku kehidupan. Kemiskinan akan berubah menjadi kaya ketika hati manusia tidak mempermasalahkannya. Kemiskinan bisa berubah menjadi kesuksesan hidup. Semua ini tergantung kepada kemauan dan kemampuan manusia dalam merubahnya.

Amalan agama sering dijadikan tumpuan oleh kebanyakan orang untuk mencapai kesuksesan hidupnya. Amalan agama sering mereka gunakan sebagai andalan untuk mendapatkan tujuan hidup sukses. Mereka percaya bahwa kekuatan dari Tuhan adalah segala-galanya. Konsep sukses yang demikian yang akan mengantarkan hidup mereka bahagia.

Konsep sukses bahagia yang datang atas ridlo dari Tuhannya juga yang akan membimbing mereka menjadi orang yang idealis, memiliki prinsip hidup, dan rendah hati (tawadu’). Tidak heran apabila kita sering menjumpai orang-orang sukses tetapi mereka tetap menunjukkan sikap-sikap ramah, familier, rendah hati, bijaksana, dermawan, dan menyejukkan hati.

Tipe orang sukses sebagaimana yang disebutkan diatas mencerminkan bahwa apa yang telah diraihnya adalah merupakan pemberian dari Tuhan serta luasnya wawasan ilmu yang mereka miliki. Benar, mereka adalah orang-orang yang berilmu. Semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang maka akan semakin jauh mereka dari kesombongan. Orang yang sombong adalah orang yang sedikit ilmu.

Perjalanan hidup orang yang sukses tidak akan lepas dari berbagai cobaan dan godaan. Suatu saat Tuhan akan menguji kesuksesannya dengan godaan. Apabila mereka kuat mengatasi godaan-godaan yang dihadapinya maka mereka akan menjadi manusia yang sukses mulia. Tapi sebaliknya, apabila mereka rapuh pertahanan keimanannya maka konsekuensinya mereka akan menjadi orang sukses yang hina.

Orang yang sukses mulia akan semakin langgeng karena keberadaannya lebih banyak memberi manfaat bagi orang lain dan keluarganya. Kesuksesannya akan mudah dinikmati dan dilanjutkan oleh anak cucunya. Hal ini disinyalir oleh sabda Nabi yang berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang lebih bermanfaat bagi orang lain, sejelek-jelek manusia adalah yang keberadaannya didunia seperti tidak ada. (HR. Bukhori)”.

Manifestasi dari orang-orang yang sukses mulia adalah adanya support dan doa dari banyak orang agar mereka senantiasa eksis. Orang yang sukses mulia memperoleh apa yang diinginkannya tanpa merugikan pihak lain. Orang yang sukses mulia mencari apa yang diinginkannya melalui koridor agama yang tepat. Sebagai imbasnya mereka akan merasakan hidup nyaman, makan enak, dan tidur nyenyak, lantaran segala yang telah didapatkannya mendapat rekomendasi dari Tuhan. Manakala apa yang telah didapatkannya tadi yang berupa harta, rejeki, atau ilmu dinikmati oleh anak istri maka akan mengandung berkah dari Tuhan. Dan darah yang mengalir di dalam tubuh anak dan isterinya adalah darah yang penuh berkah. Hal ini sekaligus juga merupakan cerminan perjuangan dan bentuk kasih sayang yang sempurna kepada keluarga.

Di sisi lain, tidak bisa disangkal, betapa berat pilihan yang dihadapi oleh seseorang tatkala dia dihadapkan pada sebuah iming-iming yang begitu menggiurkan. Bisa dibayangkan betapa bergolaknya hati seseorang ketika idealisme yang dimiliki selama ini dirayu oleh gemerlapnya uang. Sulit dibayangkan seandainya saya dan Anda dihadapkan pada sebuah kesempatan yang begitu terbuka untuk mendapatkan tamsil (tambahan penghasilan) dengan cara mudah tapi tidak halal.

Antara keinginan untuk memanfaatkan situasi dengan bisikan kesucian hati akan bertempur dengan sengit. Apabila bisikan setan yang menang maka yang terjadi mereka akan tergelincir ke dalam jurang kenistaan. Makna hidup yang sesungguhnya akan sirna. Mereka akan jauh dari cahaya kehidupan yang dirahmati oleh Tuhan. Mereka akan terperangkap ke dalam keadaan yang sangat mengerikan.

Berkaitan dengan kondisi yang seperti tersebut di atas, Nabi Muhammad Saw telah memperingatkan kepada kita sebagai bentuk kecintaannya kepada kita, melalui sabdanya : “Ada dua dosa yang Allah Swt tidak akan menangguhkan azabnya di dunia, yaitu durhaka kepada kedua orang tua dan berbuat dzolim kepada sesama. (HR. Bukhori – Muslim).

Apabila kita cermati hadis diatas maka ada satu sisi yang begitu mengerikan yang perlu kita hindari yaitu bahwa apabila seseorang melakukan dua hal sebagaimana yang disebutkan diatas maka azab Allah akan dibayarkan tunai di dunia. Mengambil sesuatu yang bukan haknya adalah merupakan bentuk kedzoliman terhadap sesama. Sebagai konsukuensinya maka azab dari Allah segera ditimpakan kepadanya atau keluarganya. Musibah akan segera datang silih berganti, baik yang menimpa dirinya maupun anggota keluarganya.

Untuk mengantisipasi hal itu dibutuhkan sebuah ketahanan iman yang kokoh, sebuah kecerdasan spiritual yang sempurna, dan sebuah kesadaran jiwa yang luar biasa. Dukungan moral dari keluarga sangat diperlukan untuk memperkokoh benteng keimanan. Peran istri sangat besar dalam mengarahkan suami dalam menentukan pilihan. Istri yang baik akan cenderung mengarahkan suami ke hal-hal yang baik. Istri yang baik akan berperan penting dalam penegakan keluarga dan bahkan kondisi negara yang baik. Almar’atu ‘imadul bilad, idza sholuhat sholatul bilad (Wanita adalah pilar negara, apabila wanitanya baik maka baiklah negara, apabila wanitanya jelek maka akan jelek pula suatu negara).

Kondisi di lapangan memang tidak sesederhana teori saja. Siapapun akan merasa berat ketika harus berhadapan dengan situasi yang penuh dengan pilihan. Terlebih jika kebobrokan itu sudah berada dalam sebuah sistem. Seandainya tidak ikut ambil bagian dalam memanfaatkan kesempatan yang ada maka akan dikucilkan. Sebaliknya bila turut serta dalam lingkaran setan maka hukuman dari Allah segera menimpanya langsung di dunia.

Langkah terbaik yang perlu diambil ketika seseorang berada dalam lingkaran setan adalah menanamkan sebuah prinsip yang kuat pada dirinya. Sebuah prinsip yang bijaksana dalam menentukan pilihan, lebih baik dikucilkan oleh manusia daripada dikucilkan oleh Tuhan. Orang baik akan dikucilkan oleh sistem yang jelek. Orang jelek akan dikucilkan oleh sistem yang baik. Itulah dinamika kehidupan. Sebagai manusia yang penting adalah bagaimana berbuat baik kepada sesama manusia dan kepada Tuhannya. Semoga Tuhan selalu menunjukkan jalan yang terbaik kepada kita. Amin.

Sumber : http://www.resensi.net/sukses-yang-terkucilkan/2009/07/

Read More

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!" 

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya. 

Jerry adalah seorang motivator alami. Jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami. 

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?" 

Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku,aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya." 

"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. 

"Ya, memang begitu," kata Jerry, 

"Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup." 

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. 

Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit. 

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. 

Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?" Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan. 

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup." 

"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, "Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan." 

"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. 

"Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 'Ya' jawabku. Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa mereka aku katakan, 'Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'." 

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. 

Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.



Source :http://katamutiara.info/tulisan.php?id=4509

Read More

Di tahun 1929, pernah terjadi 'depresi ekonomi global'. Wall Street menukik tajam tak terkendali. Surat saham tak lebih nilainya seperti kertas biasa. Saat itu , General Motor terpaksa mem-PHK separo dari 92.829 karyawannya. Perusahaan besar maupun kecil bangkrut. Jutaan orang menjadi pengangguran. Jutaan orang kelaparan. Daya beli turun bersama harga dan lowongan pekerjaan. Malam menjadi gelap gulita. Kepanikan terjadi di mana-mana. Toko yang masih bertahan, menghentikan pembelian dari pabrik karena gudang sudah penuh dengan barang yang tidak terjual. 

Saat itu , Konosuke Matsushita yang memproduksi peralatan listrik bermerek National dan Panasonic baru saja merampungkan pabrik dan kantor dengan pinjaman dari Bank Sumitomo. Kondisi badannya sering sakit-sakitan akibat gizi yang kurang dimasa kanak-kanak , ditambah lagi dengan kerja 18 jam sehari , 7 hari seminggu selama 12 tahun merintis usahanya. Hanya semangat hiduplah yang membuatnya masih bernapas. 

Dengan punggung bersandar ke tembok rumah , Matsushita mendengarkan laporan tentang kondisi perekonomian yang terus memburuk ketika manajemennya datang menjenguk. Lalu bagaimana tanggapannya? 

"Kurangi produksi separonya, tetapi JANGAN mem-PHK karyawan. Kita akan mengurangi produksi bukan dengan merumahkan pekerja, tetapi dengan meminta mereka untuk bekerja di pabrik hanya setengah hari. Kita akan terus membayar upah seperti yang mereka terima sekarang, tetapi kita akan menghapus semua hari libur. Kita akan meminta semua pekerja untuk bekerja sebaik mungkin dan berusaha menjual semua barang yang ada di gudang." 

Perintah ini bagi anak buahnya sama anehnya dengan depresi ekonomi itu sendiri.Koq bisa terjadi, yah? Dalam situasi begitu, sangatlah masuk akal jika perusahaan mem-PHK karyawan demi efisiensi. Namun Matsushita karena keyakinannya pada sang kebajikan sudah mantap, demi kelangsungan hidup anak-istri karyawannya, akhirnya mampu menghasilkan terobosan yang manusiawi pada masa depresi ekonomi tersebut. 

Kebajikan Matsushita terhadap karyawannya mendapatkan hasil yang manis, 16 tahun kemudian dari karyawan yang pernah ditolongnya. Ia menuai buah kebajikannya sendiri. Ketika Perang Dunia II berakhir, Jenderal Douglas McArthur yang mengendalikan Jepang, menangkapi semua pengusaha Jepang untuk diadili karena keterlibatan mereka selama perang. Pada kurun 1930-an, para pengusaha Jepang, termasuk Matsushita, mendapat tekanan rezim militer Jepang saat itu untuk memproduksi senjata dan peralatan militer lainnya. 

Maka Matsushita pun ikut ditangkap. Sekitar 15.000 pekerja bersama keluarganya membubuhkan tanda tangan petisi pembelaan untuk Matsushita. Jenderal McArthur pun tercengang oleh petisi tersebut dan akhirnya membebaskan Matsushita. Tidak ada pemilik usaha dan pimpinan industri sebelum perang dunia kedua yang diizinkan McArthur kembali ke pekerjaannya kecuali Matsushita. 

Demikianlah Matsushita dapat terus memimpin perusahaannya sampai menjadi raksasa elektronik dunia, dan baru pensiun pada tahun 1989 pada usia 94 tahun. Ketika Matsushita meninggal tahun 1990, bukan cuma para pebisnis yang berduka cita. Presiden Amerika saat itu, George Bush (Senior), pun turut berduka. Matsushita berhasil membangun dirinya melewati ambang batas pengusaha yang umumnya selalu lapar duit dan haus fulus serta menjadi pribadi yang humanis dan filsuf yang sangat peduli terhadap kemanusiaan. 

Bagi Matsushita, uang bukanlah tujuan. Meskipun butuh uang tetapi uang bukanlah segala-galanya. Baginya, uang adalah sarana untuk melakukan kebajikan. 

Yang dikenang dari kita nanti *bukan* kehebatan, kesuksesan, kekayaan, dan kemakmuran kita. Yang dikenang adalah kebaikan, keramahan, dan kemurah-hatian kita... 


Source :http://katamutiara.info/tulisan.php?id=3101

Read More

Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer.Co di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang" mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. 

Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri. 

Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles. 

Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod. 

Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. Penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.



Source :http://katamutiara.info/tulisan.php?id=4551

Read More

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menja di penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepuk tangan kepadanya. 

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat,dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. 

Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya "Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya". "Oke, menarilah di depan saya selama 10 menit", jawab sang pakar. 

Belum lagi 10 menit berlalu, sang pakar berdiri dari kursinya, lalu berlalu meninggalkan si gadis muda begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Betapa hancur si gadis muda melihat sikap sang pakar. Si gadis langsung berlari keluar. Pulang kerumah, dia langsung menangis tersedu-sedu. Dia menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata tarian yang selama ini dia bangga-banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan sang pakar. Kemudian dia ambil sepatu tarinya, dan dia lemparkan ke dalam gudang. Sejak saat itu, dia bersumpah tidak pernah akan lagi menari. Puluhan tahun berlalu. Sang gadis muda kini telah menjadi ibu dengan tiga orang anak. Suaminya telah meninggal. Dan untuk menghidupi keluarganya, dia bekerja menjadi pelayan dari sebuah toko di sudut jalan. 

Suatu hari, ada sebuah pagelaran tari yang diadakan di kota itu. Nampak sang pakar berada di antara para menari muda di belakang panggung. Sang pakar nampak tua, dengan rambutnya yang sudah putih. Si ibu muda dengan tiga anaknya juga datang ke pagelaran tari tersebut. Seusai acara, ibu ini membawa ketiga anaknya ke belakang panggung, mencari sang pakar, dan memperkenalkan ketiga anaknya kepada sang pakar. Sang pakar masih mengenali ibu muda ini, dan kemudian mereka bercerita secara akrab. Si ibu bertanya, "Pak, ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati saya. Ini tentang penampilan saya sewaktu menari di hadapan anda bertahun-tahun yang silam. Sebegitu jelekkah penampilan saya saat itu, sehingga anda langsung pergi meninggalkan saya begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun?" 

"Oh ya, saya ingat peristiwanya. Terus terang, saya belum pernah melihat tarian seindah yang kamu lakukan waktu itu. Saya rasa kamu akan menjadi penari kelas dunia. Saya tidak mengerti mengapa kamu tiba-2 berhenti dari dunia tari", jawab sang pakar. Si ibu muda sangat terkejut mendengar jawaban sang pakar. "Ini tidak adil", seru si ibu muda. "Sikap anda telah mencuri semua impian saya. Kalau memang tarian saya bagus, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja ketika saya baru menari beberapa menit. Anda seharusnya memuji saya, dan bukan mengacuhkan saya begitu saja. Mestinya saya bisa menjadi penari kelas dunia. Bukan hanya menjadi pelayan toko!" 

Si pakar menjawab lagi dengan tenang "Tidak .... Tidak, saya rasa saya telah berbuat dengan benar. ANDA TIDAK HARUS MINUM ANGGUR SATU BAREL UNTUK MEMBUKTIKAN ANGGUR ITU ENAK. Demikian juga saya. Saya tidak harus menonton anda 10 menit untuk membuktikan tarian anda bagus. Malam itu saya juga Sangat lelah setelah pertunjukkan. Maka sejenak saya tinggalkan anda, untuk mengambil kartu nama saya, dan berharap anda mau menghubungi saya lagi keesokan hari. Tapi anda sudah pergi ketika saya keluar. Dan satu hal yang perlu anda camkan, bahwa ANDA MESTINYA FOKUS PADA IMPIAN ANDA, BUKAN PADA UCAPAN ATAU TINDAKAN SAYA. 

Lalu pujian? Kamu mengharapkan pujian? Ah, waktu itu kamu sedang bertumbuh. PUJIAN ITU SEPERTI PEDANG BERMATA DUA. ADA KALANYA MEMOTIVASIMU, BISA PULA MELEMAHKANMU. Dan faktanya saya melihat bahwa sebagian besar PUJIAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT SESEORANG SEDANG BERTUMBUH, HANYA AKAN MEMBUAT DIRINYA PUAS DAN PERTUMBUHANNYA BERHENTI. SAYA JUSTRU LEBIH SUKA MENGACUHKANMU, AGAR HAL ITU BISA MELECUTMU BERTUMBUH LEBIH CEPAT LAGI. Lagi pula, pujian itu sepantasnya datang dari keinginan saya sendiri. TIDAK PANTAS ANDA MEMINTA PUJIAN DARI ORANG LAIN". 

"Anda lihat, ini sebenarnya hanyalah masalah sepele. Seandainya anda pada waktu itu tidak menghiraukan apa yang terjadi dan tetap menari, mungkin hari ini anda sudah menjadi penari kelas dunia. MUNGKIN ANDA SAKIT HATI PADA WAKTU ITU, TAPI SAKIT HATI ANDA AKAN CEPAT HILANG BEGITU ANDA BERLATIH KEMBALI. TAPI SAKIT HATI KARENA PENYESALAN ANDA HARI INI TIDAK AKAN PERNAH BISA HILANG SELAMA-LAMANYA ...". 


Source : http://katamutiara.info/tulisan.php?id=4513

Read More

  1. TODAY I WILL NOT STRIKE BACK . . .
    If someone is rude, if someone is impatient, if someone is unkind, I will not respond in a like manner.
  2. TODAY I WILL ASK GOD TO BLESS MY 'ENEMY'
    If I come across someone who treats me harshly or unfairly, I will quietly ask God to bless that individual. I understand "enemy" could be a family member, neighbor, co-worker or stranger.
  3. TODAY I WILL BE CAREFUL ABOUT WHAT I SAY . . .
    I will carefully choose and guard my words being certain that I do not spread gossip.
  4. TODAY I WILL GO THE EXTRA MILE . . .
    I will find ways to help share the burden of another person.
  5. TODAY I WILL FORGIVE . . .
    I will forgive any hurts or injuries that come my way.
  6. TODAY I WILL DO SOMETHING KIND FOR SOMEONE (BUT I WILL DO IT IN SECRET)
    I will reach out anonymously and bless the life of another.
  7. TODAY I WILL TREAT OTHERS THE WAY I WISH TO BE TREATED . . .
    I will practice the golden rule. "Do Unto others as I would have them do unto me"- with EVERYONE I encounter.
  8. TODAY I WILL RAISE THE SPIRITS OF SOMEONE WHO IS DISCOURAGED . . .
    My smile, my words, my expression of support, can make the difference to someone who is wrestling with life.
  9. TODAY I WILL NURTURE MY BODY . . .
    I will eat less . . . I will eat only healthy foods. I will thank God for my body.
  10. TODAY I WILL GROW SPIRITUALLY . . .
    I will spend a little more time in prayer today. I will begin reading something spiritual or inspirational; I will find a quiet place (at some point during this day) and listen to God's voice.
Remember, today is a gift from God so treat it preciously.






Source :http://katamutiara.info/tulisan.php?id=5017

Read More

Inilah kisah yang membuat saya merinding & meneteskan air mata,kisah ini saya persembahkan untuk Ibu yang menjadi Kepala Keluarga di luar sana.Tidak muda bagi seorang ibu,menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah sehari-hari untuk menghidupi seluruh anggota keluarganya.Banyak dari kisah mereka,yang membuat saya kagum sekali akan perjuangan mereka yang gigih dalam mencari nafkah sehari-hari.

Mereka adalah potret,gigih & tangguh seorang ibu yang rela mengorbankan & tenaga demi melihat anaknya mampu meraih cita-citanya kelak di masa depan.Mereka sebagai tulang punggung keluarga sehari-hari,tidak pernah mengeluh sama sekali akan kondisi tersebut.Karena mereka yakin perjuangan mereka tidak seberapa di banding melihat anak tersenyum dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak semua orang,bisa melakukan semua itu dengan mudah & tanpa mengeluh dengan keadaan tersebut.Say salut sekali kepada mereka,karena walaupun dengan keadaan itu mereka selalu bersyukur kepada Tuhan setiap kali mendapatkan rezeki.Sedangkan saya,hanya bisa menghamburkan rezeki tersebut yang susah payah mereka cari.

Mereka bagaikan mentari dikala pagi menjelang & bagaikan cahaya di kala kegelapan datang,mereka adalah wanita tangguh yang selalu tersenyum dalam berjuang hidup menafkahi keluarganya,walau dengan semua keterbatasan.


Read More

Ini adalah sebuah potret dari perjuangan untuk bertahan hidup secara ekstrem,mengapa ekstrem ? karena resiko & kekuatan fisik yang dipertaruhkan untuk mendapatkan rupiah demi rupiah setiap harinya.Mereka seolah-olah menantang kerasnya Alam Dunia,karena penambangan belerang Kawah Ijen ini sangat beresiko kehilangan nyawa.

Mereka sebenarnya tidak mau,mencari duit dengan cara menambang belerang di Kawah Ijen.Tapi Ini adalah,suatu tuntutan faKtor ekonomi yang mengharuskan mereka melakukan kegiatan penambangan.Karena jelas sekali,penambangan membahayakan sekali bagi kesehatan tubuh mereka.

Banyak dari para penambang belerang di Kawah Ijen,yang hingga sekarang memiliki bekas di bagian lengan bahu yang menjadi berbentuk melengkung kedalam secara permanen.Bukan itu saja,beban yang mereka pikul setiap harinya dalam mengakut belerang adalah sekitar 70kg ke atas.Sungguh luar biasa perjuangan mereka tersebut dan patut di sebut Pahlawan Keluarga.

Itu belum seberapa,karena ukuran paru-paru mereka lebih besar disbanding ukuran paru-paru manusia pada umumnya.Hal tersebut,disebabkan oleh proses dari ketahan fisik karena terlalu sering menghirup udara dari bau belerang yang pekat di pusat penambangan belerang di Kawah Ijen.Mereka adalah manusia tangguh yang berjuang hidup untuk menghidupi keluarga mereka masing-masing

Dan ini bukan pilihan mereka,melainkan ini kondisi yang mewajibkan mereka melakukan hal tesebut.Ini juga sebagai contoh teladan orang tua yang bertanggung jawab atas penghidupan keluarga.


Read More

Di jaman modern seperti saat ini,kita sebagai manusia di tuntut menjadi manusia yang pintar & creative guna dapat mengikuti arus globalisasi.Hal tersebut memang benar sekali,karena agar kita mampi berkompetesi dalam berkehidupan social di masyarakat.Tapi banyak yang kita lupakan,diantara konotasi makna pintar & creative karena pada saat ini kita dengan sangat mudah menemukan hal tersebut dalam berbagai kesempatan yang ada.

Tapi anda semua,tidak akan sering menemukan orang jujur di antara orang pintar & creative tersebut.Di karenakan manusia pada era sekarang,saat miskin moral & nilai kejujuran dalam berkehidupan sosial di masyarakat.Banyak orang pintar & creative,tidak memiliki sikap kejujuran ketika mereka berhadapan degan harta & uang yang sering mereka jumpai.

Karena banyak orang sukses di luar sana,yang hanya kaya secara harta tapi tidak kaya secara lahir & batin yang sudah di tetapkan dalam setiap ajaran agama mana pun.Terkadang mereka terjerumus,pada harta dunia yang mampu menutup & menghilangkan sikap jujur mereka terhadap sesame manusia.Karena mereka sesungguhnya belum paham tentang arti makna & tujuan utama mereka hidup di dunia selama ini.

Kejujuran akan membawa kita pada suatu titik kebahagian dunia & akhirat yang secara tidak langsung kita terima dari Tuhan.Karena harta dunia tidak akan bisa membeli kebahagian yang tercipta dari dasar hati manusia.

Read More

Chat-box